Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 58


__ADS_3

Kini di sini lah Aira berada di cabang perusahaan Samudra group, banyak para karyawan bertanya tanya siapa yang di gandeng empat pria tampan tersebut,


Tidak pernah sekalipun mereka melihat sang boss menggandeng seorang perempuan ke kantor, tapi hari ini mereka melihat sang atasan menggandeng wanita muda, cantik, menawan namun sifat dingin dan meingintimidasi hampir sama dengan boss mereka, membuat bulu kuduk merinding.


Setelah sampai di dalam ruangan Brian, Aira meminta penjelasan apa saja yang harus dia kerjakan, karena Aira tidak suka bertele tele,


Aira mendengarkan keterangan dari Brian, dan pembicaraan karyawanya dengan seseorang waktu ketemu di kota X, Aira mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Sekarang aku minta berkas keuangan dari tahun lalu dulu!" ucap Aira dingin, sebelum mendapatkan itu Aira memeriksa berkas yang ada di atas meja Brian,


Ekspresi Aira dia mengerinyitkan jidat beberapa kali dan menggelengkan kepala di lihat nyata sama meraka, membuat ke empat cowok tersebut penasaran,


Namun mereka tidak berani mengganggu konsentrasi Aira.


"Ncek, Aira melempar berkas itu di atas meja, apa apain ini.... ini bukan berkas asli, ini di manipulasi!" seru Aira,


Tanpa di komando, ke tempat orang itu langsung berdiri mendekati Aira, dan mengambil berkas berkas yang di lempar Aira, tiga cowok tampan tersebut langsung mengetatkan rahangnya, dan Tommy hanya bisa geleng geleng kepala, seandainya ini terjadi pada perusahaannya sudah pastilah Tommy menghancurkan orang tersebut tampa ampun.

__ADS_1


"Ini ngak bisa di biarin, harus benar benar dapat hukuman, dia bukan hanya korupsi tapi, seperti ingin merebut perusahaan!" ucap Tommy.


Dan di anggukin oleh ke tiga cowok itu,


Sedang kan Aira entah sejak kapan sudah mengacak ngacak komputer dan meretas komputer orang orang yang menurutnya ikut andil dalam kecurangan tersebut dan mengembalikan data asli yang telah mereka hilangkan, tapi bagi Aira pekerjaan itu sangat muda,


"Nih... orang yang berbuat curang!" ucap Aira, dan memperlihatkan nama nama orang yang berbuat curang di kantor tersebut, Direktur keuangan, menejer keuangan, kepala gudang, sekretaris baru dan beberapa ob dan security namanya terpampang nyata di layar komputer.


"Brengsek... dasar sampah! sudah di tampung di perusahan ini malah berbuat curang, awas kalian...!" kesal Brian emosi


" Dia bekerja di bawah tekanan orang - orang ini!" ucap Aira santai,


"Sialan....! awas kalian main main denganku!" muka Brian, Wiliam dan Arya sudah dingin dan matanya sudah tajam ingin menerkam lawan,


"mereka sudah lama bekerja sama dan bukan hanya di anak cabang ini saja!" ucap Aira santai dan tersenyum menyeringai bak iblis, itu membuat mereka bergidik ngeri, Tommy tau betul klau Aira sudah dalam mode iblis, itu tandanya masalah tak main main,


"Separah itu dek?!" ucap Tommy kaget,

__ADS_1


"Maksudnya!" tanya tiga orang itu serempak.


"Mereka sudah masuk ke lima anak cabang perusahaan abang, yang sedang maju, di kota X, Z , Q , P dan perusahaan ini, ucap Aira tenang, dan mereka sedang berusaha masuk ke pusat!" ucap Aira,


Brian langsung menggebrak meja,


Braaakkkk....


Itu tentu saja membuat yang ada di sana kaget dan yang lebih parahnya Aira sampai nyungsep ke lantai, gara gara sedang fokus kaget karena gebrakan meja dari Brian.


"Haisss..... ngamok ya ngamok bang! tapi liat liat si tuasi, nyungsep nih, ahhh...!" kesal Aira yang langsung berdiri dari lantai.


itu membuat ketiga pria di sana menyemburkan tawa mereka, dan Brian dengan rasa bersalahnya, membantu Aira duduk kembali di kursi kebesaran Brian,


BUAHAHAHA..... tawa mereka menggelegar di ruangan sana,


Dan Aira melirik Brian sebal, dengan sedikit wajah pucatnya, gara gara kaget dengan gebrakan meja tadi, Brian hanya bisa garuk garuk kepala, salah tingkah di pelototin sama Aira,

__ADS_1


"Ngak mau tau sekarang pesanin minum sama makan!" kesal Aira,


Yang lain hanya terkekeh melihat tampang Aira yang sedang kesal itu, dan melihat tampang Brian yang salah tingkah.


__ADS_2