Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 121


__ADS_3

Duo keong racun itu, setelah puas memanjakan dirinya, lansung pergi ke toko pakaian, mereka mulai berburu apa saja yang meraka suka, tanpa melihat harga barang tersebut.


"Sudah Bu, ini sudah banyak kita ngak akan sanggup membawanya, cukup segini saja?!"


"Baiklah, untuk hari ini cukup segini, ibu juga sudah capek dan lapar?!" keluh Bu Ningsih.


mereka berjalan ke kasir untuk membayar semua belanjaan nya itu.


"Ini saja Bu...?!" ucap sang kasir.


"Iya hari ini, cukup ini saja nanti kami akan borong lagi?!" ucap Ayu sombong.


"Baik bu, tunggu sebentar kami hitung dulu?!" ucap sang kasir memberi senyum manisnya.


"Ncek... sombong sekali mentang mentang kaya!" gerutu si kasir.


"Semua dua belas juta lima ratus bu?!" ucap sang kasir dengan hormat.


"Ok, ini pake ini aja!" jawab Ayu sombong sambil memberikan kartu debitnya.


"Maaf mbak kartunya tidak bisa?!"


"Masa sih... tadi bisa kok!" ucap Ayu panik.


"Benar mbak, kartunya tidak bisa, apakah masih ada kartu lainnya?!"


"Coba yang ini!" Ayu memberikan kartu lainnya


"Sama Mbak tidak bisa?!"


"Masa sih, tadi masih bisa kenapa sekarang ngak bisa, kamu jangan ngarang deh, jangan jangan kamu bohong ya!!" tuduh Ayu kepada sang kasir.

__ADS_1


"Mana saya tau mbak, itu kan kartu mbak, mohon maaf ya mbak, lagian buat apa saya berbohong sama mbak, ngak ada untungnya buat saya mbak?!" kesal si kasih.


"Bu gimana ini, kartunya ngak bisa, coba telpon Ayah?!".


" Iya, tunggu sebentar?!" ucap si Ibu, lansung menelpon Pak Roy, namun sialnya nomor Pak roy tidak bisa di hubungi.


"Gimana Bu, Ayah bisa di hubungi?!" tanya Ayu panik


"ngak bisa, gimana ini?!" ucap Bu Ningsih juga panik.


"Ayah kemana sih?!" kesal Ayu.


"Gimana mbak?!" tanya kasir sopan


"Sabar kek mbak, ini juga lagi di hubungi!" kesal Ayu.


"Ngak punya duit sok sok an ngeborong!"


"Gaya waw... tapi kere hu ..!"


"malu maluin udah ngambil barang banyak tapi ngak mampu bayar, harusnya klau mau beli sesuaiin sama isi kantong!"


"Sudah kere, ngak sopan lagi!"


Banyak kata kata ejekan yang lontarkan oleh para pengunjung di sana, yang membuat muka Ayu dan Bu Ningsih memerah bak tomat busuk karena menahan malu dan kesak.


Di tempat lain...


Aira yang berkunjung ke kantor sang suami setelah pulang dari kampus, dia datang membawakan makan siang untuk dirinya dan sang suami.


Sesampai di lobby perusahaan tersebut Aira menanyakan keberadaan sang suami kepada tesepsionis.

__ADS_1


"Siang mbak, Pak Briannya ada?!" tanya Aira sopan namun masih dingin, walau tak sedingin seperti dulu.


"Siang juga Bu, Bapak lagi meeting Bu, klau Ibu mau nunggu silahkan ke ruangan Bapak, Bu?!' ucap resepsionis sopan.


"Baiklah, saya ke atas dulu ya mbak, ini ada snak buat mbak?!" ucap Aira tersenyum manis dan memberikan snack yang dia bawa tadi.


"Ah.. iya Bu, "terima kasih?!" ucap resepsionis dengan tampang cengoknya melihat senyum manis Aira, yang jarang mereka lihat.


Aira berlalu meninggalkan lobby dan masuk ke dalam lift menuju ruangan sang suami.


"Gila, Bu Aira cantik banget klau tersenyum!"


"Sudah cantik baik hati lagi!"


"Ya ampun pantas Boss sampai klepek klepek sama Ibu Boss!"


"Tuhan berikan satu seperti dia untuk Tuhan?!"


"Ncek cantikan juga gue kali!" salah seorang karyawan yang dari dulu, menyukai Brian.


"Huu... ngaca dong, kau bagai kan pungguk merindukan bulan,


"Loe sama Bu Aira di nilai ya, loe dapat nilai tiga, Bu Aira nilai sepuluh.


"Bu Aira ngak dandan aja cantik, lah loe sudah dandan bukanya cantik malah kayak ondel ondel!"


hahaha... tawa di lobby menggema, membuat orang yang di bully menghetak kan kaki dan pergi dari sana, dengan bersungut sungut ngak jelas.


Bersambung...


Haaiiii... jangan lupa like, komen dan votenya ya

__ADS_1


__ADS_2