Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 160


__ADS_3

Saat Bu Ningsih bangun besok harinya, dia masih terlihat syok, banyak diam dan terlihat wajah sedih, kesal, marah tak terima dengan keadaan dirinya saat ini.


Ayu pun jadi kasihan melihat sang Ibu, mau bagai mana lagi takdir harus dia jalani.


"Bu... Ibu mau makan apa?" tanya Ayu, menyadarkan Bu Ningsih dari lamunannya.


Bu Ningsih melihat ke arah Ayu, "Ngak tau. Ibu belum lapar?!" jawab Bu Ningsih lemah.


"Ibu jangan gini dong, klau Ibu ngak mau makan. Ibu bisa semakin lama di rawat di sini?!" ucap Ayu, melihat sang Ibu dengan mata sendunya.


"Apa yang harus aku lakukan agar Ibu bisa senang lagi??" monolog Ayu.


"Apakah Alek dan anak anak sialan itu tidak tau klau Ibu berada di rumah sakit??" tanya Bu Ningsih. Masih aja mulutnya ngak berubah sudah dapat hukuman kayak gitu.


"Ada sekali saat Ibu di ruang operasi, dan setelah Ibu di bawa ke ruang ICU mereka pulang, dan sampai sekarang mereka ngak pernah datang dan bertanya keadaan Ibu?!" jawab Ayu jujur.

__ADS_1


"Kurang ajar, ngak punya hati, mantan sialan, anak tak tau diri, tak tau balas budi!!" oceh Bu Ningsih marah. Hahaha... situ sehat Bu..!! eh lupa lagi sakit di rumah sakit.


"Aku sudah minta mereka untuk menemaniku menjaga Ibu, tapi mereka menolak Bu, mereka memilih tidur enak di rumah mereka, Abang Bima lebih memilih menemani istrinya yang lagi hamil, dan Aira pura pura sakit, Ayah Alek menolak menunggui Ibu, dengan alasan, klau Ibu bukan lagi tanggung jawabnya, Ibu cuma mantan gitu Bu?!" kompor Ayu.


"Anak sialan, apa bagusnya sama bini yang ngak tau asal usulnya itu, bukannya menemani Ibunya di rumah sakit malah manjain wanita ngak tau asal usul itu, ini lagi anak perempuan tak tau diri, mentang mentang punya suami kaya raya sombong banget, pelit lagi, masa ngasih duit buat ruang rawat VVIP aja ngak bisa berkorban buat Ibunya!!" sungut Bu Ningsih tak tau diri.


Waduh.. saat susah baru ngakuin anak, situ sehat.


"Iya Bu, aku sudah minta mereka kasih uang buat perawatan Ibu dan keperluan kita, tapi mereka ngak mau kasih, katanya menantu tampan Ibu sudah kasih uang ganti rugi atas nama istrinya, dan anak sialan itu juga sudah membayar pengobatan selama Ibu di rawat di sini, dan ngak mau kasih aku uang sepersen pun, katanya aku di suruh kerja sendiri?!" ucao Ayu lagi.


"Sekarang kamu telepon Bima, suruh datang ke sini, ibu ngak mau tau, suruh juga dia bawain Ibu makanan enak, Ibu sudah bosan makan makanan rumah sakit!!" seru Bu Ningsih.


Ayu lansung menelpon Bima, namun sayang telepo. Bima tidak aktif.


"Ngak aktif telepon Abang Bu...?!" jawab Ayu.

__ADS_1


" Telpon Alek!!" perintah Bu Ningsih.


Lagi lagi tak bisa di hubungi.


Ayu menggeleng bertanda nomor yang dia hubungi tak di jawab.


"Dasar ngak punya hati, masa satu pun ngak ngak aktif, dan ngak datang melihat aku di sini!!" oceh Bu Ningsih kesal.


"Kamu samperin aja ke kantornya!!" perintah Bu Ningsih.


"Tapi Bu, klau mereka ngak mau menemui aku gimana Bu...?!" sangsi Ayu.


"Kejar dan berteriak teriak di sana, agar di dengar oleh orang orang, buat malu dia klau dia menolak !!" ucap Bu Ningsih yang sudah koslet itu.


"Baiklah..." pasrah Ayu,mengikuti sarang sang Ibu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2