
Ceklek....
Pintu ruang operasi tersebut terbuka dari dalam, dan keluarlah, para dokter yang menangani Tuan Robert dari sana.
Nyonya Leora lansung berdiri menghampiri para dokter tersebut dengan muka tegangnya.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Nyonya Leora.
"Operasinya berjalan lancar, tapi lukanya terlalu dalam, sedikit lagi bisa mengenai jantung dan hati, dan pasien juga banyak kehilangan darah."
Nyonya Leora limbung mendengar penuturan sang dokter untung dengan gesit pemuda yang dari tadi setia di samping Nyonya Leora tersebut menangkap Nyonya Leora agar tak sampai tersungkur di lantai.
"Mommy baik baik saja?" tanya pria tampan tersebut.
"Momy ok son..." jawab Nyonya Leora, dan kembali fokus menatap sang dokter.
"Sekarang gimana keadaan suami saya?" tanya Nyonya Leora dengan air mata yang sudah berderai membasahi pipinya.
"Sekarang suami anda masih di dalam, harus menunggu sekitar satu, dua jaman lagi di sini, agar team kami bisa memantau dengn baik, setelah memastikan klau pasien baik baik saja baru di pindahkan ke kamar inap." Jawab sang dokter dengan senyum ramahnya, tapi tidak bisa menyembunyikan rasa lelah mereka.
"Baiklah dok, "Terimakasih?!" ucap Nyonya Leora sopan.
"Sama sama, kami permisi dulu, dan jangan lupa untuk mengurus ke administrasi" ucap sang dokter dan meninggalkan ruang tersebut, untuk beristirahat di kamar yang sudah di sedikan untuk para dokter.
Dokter Laura melihat gelagat para Bodyguard sang suami aneh memandang salah seorang team dokter yang paling muda di sana jadi penasaran.
__ADS_1
"Haii.... kalian kenapa, kenapa memandangi dokter muda itu, apakah kalian menyukainya?" tanya Nyonya Leora penuh selidik.
Mendengar ucapan Sang Nyonya para Bodyguard tersebut jadi tersentak kaget.
"Ahh... saya tidak mau, walau dia cantik, pintar dan terlihat baik hati, tapi kalau marah sudah kayak singa betina kehilangan anaknya" ucap salah satu Bodyguard tersebut bergidik ngeri dan di anggukin oleh yang lainnya.
Masa sih... perasaan biasa aja deh, orang mukanya polos gitu" ucap Nonya Leora mengangkat bahunya.
"Benar Nyonya, jadi begini nyonya, bla.... bla...
bla.... mengalir lah cerita para bodyguard tersebut.
"Wah... benarkah, sayang sekali aku tidak melihatnya tadi" ucap sang nyonya berbinar, bodyguard nya hanya bisa melongo mendengar mereka dimarahi oleh orang lain
"Apakah kalian sudah selesai ngerumpi" suara tegas di sana menyadarkan mereka.
"Ah... Iya saya harus mengurus ruang inap Tuan ke admin" ucap salah satu bodyguard, dengan terburu buru.
"Ncek.... kamu ini menakuti mereka saja" kesal Nyonya Leona, sambil memukul bahu sang anak.
Di lain tempat.
Aira yang sedang menyusuri lorong rumah sakit itu sendirian, di kaget kan oleh kaka angkatnya.
"Selamat malam menjelang subuh dok?!" ucap Tommy menegur Aira dari belakang.
__ADS_1
"Astaga... Abang!!" kesal Aira memukul bahu abang angkatnya.
"Boleh sekarang menjelaskan semua kepada abang, demi sebuah penjelasan abang tampan mu ini, rela di gigit nyamuk dari tadi" ucap Tommy dengan wajah datarnya, karena kesal dengan sang adik angkat, sudah merahasiakan sesuatu dari dirinya.
"Wiiihhh.... selow bang selow, jangan marah, nanti cepat tua, bisa bisa tangan abang di rebut brondong" kekeh Aira.
"Ya... kau adik kurang ajar ya, kenapa mendoakan calon kakak iparmu di ambil orang" kesal Tommy sambil menjewer kuping sang adik.
"Iya... iya ampun bang, aku ngak ngeledek lagi" ucap Aira, sambil memang tangan sang abang yang masih betah bertengger indah di kuping Aira.
"Jadi aku ngambil dua jurusan lansung saat test masuk kuliah, dan saat test itu aku dua duanya di terima dengan bea siswa, ya sudah aku ambil aja, ya sekarang abang lihatkan, minggu depan aku wisuda dan sekarang aku lagi koas" sombong Aira menaik turunkan alisnya.
"Ya abang tau kau adalah adik abang yang paling jenius" ucap Tommy memberikan dua jempolnya.
"Tapi kenapa kamu merahasiakan ini kepada suamimu?" tanya Tommy.
"Belom saatnya mereka tau bang" ucap Aira agak sedikit berubah raut wajahnya, Tommy bisa melihat itu, pasti ada sesuatu yang di rahasiakan oleh adiknya itu, apa pun itu Tommy berharap itu akan baik baik saja, seandai terjadi sesuatu kepada sang adik dialah garda terdepan melindungi sang adik.
Bersambung....
Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya, biar outhor semakin semangat nih menulis.
Dan jangan lupa juga mampir ya di novel outhor yang baru ya, dengan judul "NIKAH RAHASIA" semoga kalian juga suka
\*\*\*\* Terimakasih\*\*\*\*
__ADS_1