Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 202


__ADS_3

Seminggu berlalu masa koas Aira sudah selesai, kini dia sedang menuju kediaman Papi Alif.


Aira tau hari ini, keluarga besar sang suami akan mengadakan kumpul keluarga di rumah Papi Alif.


Sedangkan di rumah besar itu sudah berkumpul seluruh keluarga besar Papi Alif itu dan termasuk si cerewet Aisyah, yang kebetulan nginap di sana.


"Gimana Bri, sudah ada kabar dari anak buah kamu, tentang keberadaan Aira?!" tanya Papi Alif.


Ehuuu... Brian menghembus kan nafasnya kasar.


"Belum Pi, entah kemana dia bersembunyi, sulit sekali menemukannya, seluruh penerbangan, transportasi darat, laut sudah aku cek, tidak ada atas nama istri ku, pintar sekali dia bersembunyi, tidak ada satupun yang mengetahuinya?!" keluh Brian lesu, mengingat sang istri.


"Kapok ngak tuh, bikin bini sakit hati" kesal sang kakek, Brian tidak berani menjawab, sang Mami pun bisa tertunduk, merasa bersalah.


"Besok klau ketemu, bikin kecewa lagi aja, ngak usah dengerin ucapan istri, kan perasaan orang lain lebih penting dari perasaan istri sendiri" sinis sang kakek.


Yang lain hanya bisa diam, kalau kakek sudah bicara, lebih baik diam, bisa bisa mereka juga ikut kena imbas.


"Kalian tuh, ikutin aja kelakuan anak bodoh itu?!" kesal sang kakek.

__ADS_1


Brian ngak bisa berkata kata lagi, memang salah dia, istri sudah ngelarang masih aja ngebantah, di tambah lagi, mau maunya dia gi gelayutin si Angel terus tanpa menolak.


Padahal sang istri sudah mulai diam dan ngak banyak bicara, di kira baik baik saja eh... malah menjatuhkan bom waktu di waktu yang tepat, menghilang tanpa kabar, di luar sana baik baik saja atau gimana, makan apa ngak, kehujanan apa ngak, mana semua kartu ATM di tinggal satu pun ngak di bawa, sekarang baru ingat, menyesal kan jadinya, nyahok ngak tuh.


Brian mengingat sang istri matanya mulai berkaca kaca, dadanya sesak, ingin rasanya dia berteriak sekencang kencangnya memanggil nama sang istri, tapi dia masih mempertahankan kewarasanya.


"Ngapain pake nangis sih, Bri... Di luar masih banyak kok gantinya Aira, bukanya adek kesayangan kamu juga masih ngejar ngejar kamu, udah lepasin aja Aira, kan kamu sudah punya adik kesayangan, biar aja Aira di jadikan kesayangan sama laki laki lain" sindir sang Mommy pedes.


"Mon... Jangan ngomong gitu, aku ngak rela ya Mom, Aira sama laki laki lain, dia hanya milik aku, ingat hanya milik aku, ngak ada laki laki lain yang boleh milikin istri aku" oceh Brian, tak terima.


"Dih.. Egois kamu, masak kamu boleh manja manja sama wanita lain, Aira ngak boleh, siapa kamu" omel sang Mommy.


"Nona muda..." ucap si penjaga, berteriak kaget serta senang.


"Nona kemana saja, menghilangnya keren banget, ngak ada yang tau tempat persembunyian nona" oceh salah seorang penjaga.


"Iya Nona, semua orang kalang kabut mencari Nona, Kake sampai sakit mikiri Nona?!" oceh yang lain.


"Suami Nona sudah seperti orang gila, mencari nona siang malam" ucap yang lain.

__ADS_1


Banyak lagi aduan yang di berikan oleh para penjaga di rumah besar itu, Aira hanya menanggapi dengan senyum manisnya, tentu saja para penjaga di sana terpesona melihat senyum Aira itu.


"Terima kasih ya informasinya, ya sudah saya masuk dulu ya?!" ucap Aira ramah.


Karena itu lah para penjaga di sana menyukai Aira, karena Aira nona muda yang tidak sombong, selalu ramah kepada anak buah mereka.


Aira masuk ke dalam rumah itu dengan gaya elegannya, dan memakai dresa selutut, dengan perut yang lebih membuncit, maklum di dalam sana ada tiga bayi, tentulah lebih besar dari ukuran hamil normal.


Tak....


Tak...


Tak...


Bersambung....


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya


"Terimakasih"

__ADS_1


__ADS_2