
"Kok, kamu kepikiran untuk buka yayasan buat anak anak kurang beruntung gitu sih... Ra" tanya Aleta, yang masih penasaran.
"Aku..." ucap Aira tercekat.
Yang lain menunggu jawaban Aira, tapi tidak tega melihat raut wajah Aira yang berubah sendu dan suara yang tercekat, namun mereka masih penasaran.
"Kalian tau bukan, aku anak yang dulu di abaikan keberadaan ku oleh keluarga ku, aku punya mimpi tapi sulit untuk aku raih, dan bersyukurnya aku mempunyai otak yang cerdas dan bakat yang luar biasa, bukan maksud aku untuk sombong ya" ucap Aira sebelum melanjutkan ceritanya.
Semuanya mengangguk dan terkekeh...
"Cerdas dan berbakat saja itu bukan lah apa apa bukan? butuh biaya untuk maju, untuk melatih bakatku itu juga butuh uang, untuk pergi tanding ke sana sini itu aku juga butuh uang, sementara aku tidak di perdulikan oleh orang tuaku, ada abang aku yang selalu menyelipkan uang sebulan sekali, tapi itu tidak cukup" ucap Aira menerawang masa lalunya.
"Aku butuh usaha untuk berhasil, bekerja apa saja aku jalanin, jadi pembantu di rumah orang Ayo, membantu pekerjaan kantor orang mari, jadi pelatih anak anak boleh, jadi guru les anak anak di kampungku aku jalani semuanya, walau di bayar seiklasnya" ucap Aira.
Dan bersyukurnya ada Pak rt dan Bu Rt yang selalu membantu aku, mencarikan aku pekerjaan dan beberapa orang orang kampung yang menyayangi aku, setiap ada pertandingan aku selalu di bantu oleh mereka , jadi dari situ aku sudah bertekat, suatu saat nanti seandainya aku berhasil aku akan membantu mereka yang ke susahan, apa lagi mereka yang berprestasi" ucap Aira penuh Aira mata.
__ADS_1
Brian tidak tega melihat sang istri menangis sampai sesegukan, dia menarik sang istri kedalam pelukannya.
"Maaf telah membuka luka lama mu sayang?!" ucap Brian penuh sesal.
"Tidak apa, tidak jadi masalah, memang begitu adanya" ucap Aira yang memeluk Brian .
Orang yang di sana juga ikut sedih mendengar ucapan Aira, mereka merasa bangga dan salut kepada Aira.
"Ternyata hidup kita hampir sama Ra, cuma beda versi, dan kamu juga adalah pahlawan ku Ra, tanpa kamu aku tidak tau hidup aku akan seperti apa Ra, terimakasih untuk semuanya Ra" gumam Nina sambil menangis pilu.
"Ra kamu wanita tangguh yang sesungguhnya, aku laki laki sama sepertimu namun beda versi, aku di tinggal mati ke dua orang tuaku, setidaknya aku pernah merasakan kasih sayang mereka dari kecil dan setelah mereka tiada aku di ambil oleh Papi Tama, aku masih bisa sekolah dan bermain, aku kalah jauh Ra" gumam Arya menatap sendu Aira.
"Sungguh malang kamu sayang, dari kecil sudah harus berjuang seorang diri, namun Papi bangga sama kamu sayang, kamu tidak terjerumus sama pergaulan bebas" gumam Papi Tama.
"Mami bangga sama kamu sayang, Maafkan Mami pernah menyakitimu tanpa sengaja" Gumam Mami Aleta.
__ADS_1
"Maafin aku sayang pernah membuat kamu kecewa dan pergi dari sisi abang, abang janji akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah membuat kamu kecewa lagi" gumam Brian sambil mengecupi kepala sang istri.
"Kamu wanita luar biasa sayang Mommy bangga padamu" gumam Mommy Lita.
"Tidak salah Ayah begitu menyayangi mu nak, ternyata kau lah berlian sesungguhnya" Gumam Deddy Alif.
"Kamu adekku yang terbaik Aira, seandainya kakakku yang heboh itu ada di sini, entah apa yang dia lakukan padamu" gumam Wiliam mengingat sang kakak"
"Kamu kebanggaan kami nak" ucap Kakek Surya memeluk Aira.
Bersambung...
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
Outhor sampai terhura menulis ini, hehehe...
__ADS_1
"Terimakasih..."