Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 51


__ADS_3

Seminggu berlalu, Aira dan Aleta, sedang berada di taman kampus untuk beristirahat, biasa mereka, klau selesai jam kuliah akan pergi ke taman kampus, sesekali saja mereka pergi ke kantin, karena seperti biasa mereka lebih suka memakan bekal dari rumah, yang di siapkan oleh Aira,


Mereka sedang asik menikmati makan siang mereka, tiba tiba mereka terusik dengan suara orang yang sedang ribut tidak jauh dari mereka duduk,


"Heee... gadis miskin! masih bisa loe... kuliah di sini!"


"Gue miskin, masalahnya apa... sama loe..!" gue masih kuliah di sini, juga apa masalahnya sama loe, ha....!


"Ingat ya... gue sekolah dengan otak! bukan kayak loe... yang ngandalin nyontek sama orang lain! gue miskin juga ngak mengggu orang lain... kenapa loe yang sewot! loe kurang kerjaan masih merhatiin gue!" kesal orang tersebut,


"Iya... gue, terganggu dengan keberadaan loe di sini, masa sampah macam loe... masih berkeliaran di kampus ini...!" teriak satu orang lagi,


Iya yang sedang ribut itu adalah Lidia dengan mantan sahabatnya Nina,


"Dan loe... jangan lupa ya, loe! masih punya hutang sama gue! kapan loe mau bayar hutang ke gue!!" teriak Lidia kepada sang mantan sahabat,


"Gue tau, gue punya hutang sama loe! itu belom jatuh tempo dengan waktu yang gue janjiin!" ucap Nina.


"Gue ngak mau tau.. hari ini juga loe, bayar hutang sama gue!


"Ya ngak bisa gitu dong... gue belom gajian, perjanjiannya kan kalau gue udah gajian!" ucap Nina,


"Gue... maunya sekarang loe, bayar hutang!

__ADS_1


dan gue... ngak peduli loe udah punya uang apa tidak ada uang.... yang penting bayar utang loe sekarang...!!" teriak Lidia, sambil menarik rambut Nina,


"Sa-kit, bego.... minta ya minta aja! ngak usah pake tarik tarik rambut gue!" kesal Nina, sambil menahan sakit di kepalanya, karena begitu kuatnya tarikan Lidia, membuat buat banyak rambut Lidia tercabut dari kepala Nina.


Aira yang melihat itu merasa terpanggil jiwanya untuk menolong Nina, walaupun Nina sempat mencelakakan sahabat baiknya, tak serta merta dia tutup mata, melihat kekerasan di depan matanya,


"Hentikan!! bentak Aira dingin, itu membuat Lidia, Nina dan teman temannya kaget,


"Apaan, siih loe.... ngak usah ganggu gue, brengsek...!" ucap Lidia, sambil mendorong Nina ke tanah.


"Aduh...." Nina ke sakitan, karena dia tersungkur ke tanah, ulah Lidia.


"Loe mau gue aduin ke Dekan! gue udah rekam aksi loe tadi! ucap Aira dingin.


"Klau masalah kekerasan di depan mata gue, itu bearti juga urusan gue...!" ucap Aira dingin,


"Oh... begitu! jadi klau dia... punya hutang bearti itu masalah loe juga kan...! jadi sekrang loe bayar hutang orang miskin ini sama gue!!"


ucap Lidia pongah, dia berfikir Aira tak mampu membayar hutang Nina, yang dia tau Aira belajar di sini karena beasiswa, dan setaunya Aira juga hanya seorang pelayan di cafe Pelangi.


"Ngak mampu kan loe... makanya ngak usah sok sok an loe! sama sama miskin aja sok belain orang lagi!" hina Lidia.


" Berapa emang hutang dia...!" ucap Aira enteng.

__ADS_1


" 2 juta... bayar sekarang! ngak punya uang kan loe....!" hina Lidia,


"mana nomor rekening loe, gue transfer!" ucap Aira, mengambil hpnya,


Lidia dengan kesal memberikan nomor rekeningnya ke Aira.


"Awas loe... ganggu Nina lagi! gue kasiin video loe ke Dekan!" ucap Aira dingin.


Lidia pergi dari sana dengan kesal, sambil menabrak Aira dengan keras, bukan Aira yang jatuh, malah Lidia yang kejengkang,


Dan itu di lihat banyak mahasiswa, membuat tawa mahasiswa tersebut pecah,


BUAHAHAHAHA.... ngapain mbak? ada duit jatoh ya?."


"Klau mau tidur di rumah, woiii..."


"Siang siang mabok dek..!!" teriak para mahasiswa, mengetawai Lidia.


Lidia berdiri dan pergi dari sana dengan wajah memerah karena malu.


"Awas aja loe Aira... tunggu pembalasan gue!!" gumam Lidia kesal.


"Terima kasih" ya.... udah nolongin gue, dan "terima kasih" sudah bayarin hutang gue... nanti gue bayar pas gajian!" ucap Nina kepada Aira,

__ADS_1


"iya sama sama... ngak perlu di ganti, ngak pa apa, santai aja, ucap Aira.


__ADS_2