Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 193


__ADS_3

"Aira..... Jangan pergi.... aku bilang!!" teriak Brian yang tak di hirau kan oleh Aira.


Brian sungguh frustasi di buat oleh istri cantik nya itu.


"Cobalah keluar dari rumah ini, selangkah saja kaki mu keluar dari sini, jangan harap kau bisa kembali kerumah ini!!" ancam Brian.


Aira berhenti melangkah, untuk sejenak, mendengarkan ucapan Brian itu, dan berbalik melihat Brian dan tersenyum manis.


Tentu saja hati Brian bahagia, ternyata ancamannya ampuh, memberhentikan langkah sang istri.


Brian mengembangkan tangannya, bermaksud sang istri masuk ke dalam dekapannya, namun yang terjadi adalah sebaliknya.


"Anda fikir saya takut dengan ancaman anda, jauh sebelum ini, saya sudah terbiasa hidup sendiri tanpa kasih sayang siapa pun, jadi simpan aja ancaman anda untuk orang lain, tunggu lah surat cerai dari saya!!" ucap Aira dan kembali berbalik dan melanjutkan langkah nya.


Duar.....


Bagai petir di siang bolong menyambar tubuh Brian, ancamannya malah menjadi mala petaka bagi dirinya sendiri.


Bukan hanya Brian yang terkejut, semua yang ada di sana lansung membatu, tidak menyangka Air sudah berjalan lebih jauh dari mereka.


"Tidak sayang tidak..... aaagggg..." teriak Brian menahan sakit hatinya, sang istri pergi dari, dirinya dan ingin ber cerai dari Brian.


Brian jatuh tersungkur di halaman rumah besar itu, sedangkan Aira sudah pergi entah sejak kapan, tidak ada seorang pun yang tau, klau Aira sudah menghilang dari sana.


Bukan hanya Brian yang sedih, semua yang ada di sana juga ikut sedih, dengan ke pergian Aira, termasuk para pembantu dan bodyguar di sana juga ikut bersedih, karena kepergian Nona Muda mereka.


"Puas kamu, puas kamu sekarang, sudah pergi menantu ku!" bentak Papi Tama kepada Mami Arum.


"Dan Kau juga laki laki oon, tidak ada pendirian, bego di pelihara, hilang sudah menantu ku, aaagggh.... " teriak Papi Tama.

__ADS_1


Mami Arum hanya menangis sesegukan, menyesali ke bodohannya.


Keluarga Aleta, pulang dari rumah besar Brian itu, dan di ikuti oleh Kakek Surya, yang tidak ingin tinggal di rumah itu lagi, karena cucu menantu kesayangannya sudah pergi dari rumah besar itu.


Sementara itu Aira sudah menaiki pesat tempur untuk berangkat ke libanon, menjadi relawan medis di sana, Aira meninggalkan banyak suka duka di negara ini, dan pergi menenangkan diri ke libanon sana, entah kapan akan pulang dia tidak tau.


"Selamat tinggal, semoga kalian baik baik saja di sini. Ayah, Abang maafkan Aira pergi tidak bilang bilang, semoga suatu saat nanti kita berjumpa lagi" bisik Aira dalam hati dan Air matanya meluncur bebas di pipi mulusnya itu.


Sementara di kota Y sana, perasaan Ayah dan Anak itu tidak karuan, memikirkan Aira, yang di telpon beberapa hari ini tidak aktif.


"Bagaiman, apa masih belum bisa adikmu di hubungi bang?!" tanya Ayah alek.


"Belum yah, mungkin Aira sibuk kali ya?!' ucap Bima menerka nerka.


"Tih... tih..." anak Bima yang baru bisa ngomong sepatah dua patah itu pun, tidak henti hentinya memanggil manggil Aira.


"Yah... yah..." ucap anak kecil itu mengangguk anggukan kepalanya sambil bertepuk tepuk tangan.


"Ya Allah... Ada apa ini, kok perasaan dari tadi tidak tenang ya?!" gumam Ayah Alek.


Sementara gadis cantik yang sedang berada di atas ketinggian, menuju negara libanon sana, sedang melamun ria di atas pesawat.


Puk...


Satu tepukan mendarat di bahu gadis cantik itu, dan berhasil membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Ya ampun, kau ini mengagetkan aku saja?!" ucap Aira cemberut.


"Lagian dari tadi dokter Aira hanya sibuk melamun aja tau...?!" ucap salah satu rekan medis yang bergabung dalan regu Aira itu dengan manja.

__ADS_1


"Aku hanya kepikiran orang di rumah aja, soalnya aku pergi tidak memberitahu tahu Ayah dan Abangku.


Ya ampun dokter.... Jadi dokter kabur gitu ceritanya!!" teriak perawat cantik itu.


Suutttt....


"Jangan kencang kencang, mengganggu orang saja kamu ini?!" omel Aira.


" Ehhh.... Hehehe...Maaf maaf, lagian dokter bikin saya kaget, ayo jawab pertanyaan saya. dokter kabur?!" oceh burung beo itu.


"Ya begitulah..." ucap Aira.


"Hah.... Kenapa, apa karena dokter mau di jodohkan sama kakek, kakek, atau laki laki play boy?" tanya perawat kepo itu.


"Ncek korban novel ya begini nih..." kesel Aira menoyor kepala perawat itu.


"Iya kenapa dokter cantikkkk...." kesal sang perawat.


"Ngak kenapa napa, pengin aja" jawab Aira santai.


"Hadeehhh.... Capek deh, mending tidur dari pada kepo, bikin kesal aja?!" oceh perawat cantik itu.


Aira hanya terkekeh, melihat kekonyolan perawat itu.


Bersambung....


Haii.... jangan lupa like komen dan vote ya..


"Terima kasih..."

__ADS_1


__ADS_2