Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 60


__ADS_3

Aira kembali tenggelam dalam data data yang dan laporan yang dia minta tadi, semua data dan laporan Asli yang Aira curi hasilnya berbeda jauh dengan yang di laporkan ke pada Brian selama ini,


"Ini lihat....! semuanya beda, tidak ada satupun yang sama, kerugian yang abang dapatkan lumayan banyak! untung abang cepat mengetahui, kalau tidak bisa jadi ... perusahaan abang tinggal nama!!" ucap Aira.


"Brengsek....! muka Brian langsung mengatat marah dan buku buku tangannya tampak memutih menahan amarah,


"Ternyata gue... memelihara ular di perusahaan!" Amuk Brian. "Sekarang apa yang bisa di lakukan?! apa...semua bisa di kembalikan...?" tanya Brian lemah,


Bagai mana tidak lemah, perusahaan yang dia besarkan selama ini, hampir hancur di tangan orang tak bertanggung jawab.


"In Sha Allah... bisa, aku berusaha memulihkan data data ini, dan mengambil data aslinya, abang... sudah ada rencana untuk menghukum mereka?!" tanya Aira.


Aira tidak berani terlalu lancang menghadapi musuh dari Brian, mau bagai mana pun itu suami adik kandung dan ponakan sang Papi Brian, klau masalah Ayah Bella buat Aira mah kecil.


"Abang mau mereka mendapatkan hukuman seberat beratnya! abang ingin semua tidak memandang remeh abang, biar mereka tau diri, sudah di bantu malah ingin menusuk dari belakang!" keluh Brian


Aira mengaguk tanda mengerti, "Apa abang ingin melakukan sekarang?!" apa tidak perlu minta pendapat kakek, Papi sama Dedy dulu...?" tanya Aira


"Haaa..... Emang ini sudah selesai... lalu bagai mana dengan data perusahaannya? katanya itu bersangkutan dengan orang yang sama, dan tidak mungkin mereka kalah di sini dan mengambil alih empat perusahaan lain, dan sekarang mereka juga sudah bergerak di dalam perusahaan inti, bingung Brian dan dua orang lainnya,

__ADS_1


Tommy hanya tersenyum kagum, dia tau klau Aira sudah bertanya masalah sudah selesai, tinggal yang kecil kecil saja.


"Luar biasa adek gue! beruntungnya gue cepat bertemu dia, menyesalah orang yang telah menyia nyiakan dia..!" gumam Tommy sendu, dia tau adek angkatnya ini datang kesini berat hati, namun demi orang yang dia cintai mau tak mau harus menginjakan kaki di kota ini lagi.


Semua sudah beres, tinggal eksekusi!!" ucap Aira datar dan dingin menyerah kan komputer ke pada Brian, Wiliam dan Arya.


Aira menyingkir dari sana, membiarkan mereka memeriksa hasil kerjanya,


"Huaaaaa..... lelah sekali! gumam Air, dia beranjak ke sofa. untuk meluruskan punggungnya.


Ke empat pria tampan itu, masih fokus dengan data data yang telah di pulihkan Aira dan banyak bukti bukti kecurangan yang Aira temukan di ke lima anak cabang perusahaan dan di kantor pusat,


"Aira menemukan dalam sehari saja... bahkan belum ada dua puluh empat jam!" gumam Tommy.


Brian hanya diam masih fokus sama data data yang asli da palsu,


"Apa hukuman yang tepat...!" tanya Wiliam dengan geram,


Lebih baik tanya kakek Papi dan Dedy sekarang... benar kata Aira mereka masih saudara kandung papa dan anak kandung kakek!" ucap Brian, dengan nada kecewa marah sedih bercampur aduk, kalau hanya orang lain mungkin tidak akan seperti ini langsung hajar saja, ini keluarga intinya.

__ADS_1


Wiliam langsung menelpon keluarganya dan beruntungnya mereka sedang berkumpul di rumah Aleta.


yang lain hanya menunggu Wiliam dan melihat ekspresi muka yang berbeda beda dari Wilian mereka jadi bingung dan bertanya tanya, apa yang terjadi...


"Ada apa...!" Brian penasaran.


Bumi hanguskan saja mereka! kata kakek.


Haaaa..... kakek ngak salah?!" tanya Brian bingung secara kan itu cucu dari anak perempuannya...


"Tidak...!" jawab Wiliam singkat.


"Kau... klau mau ngomong, ngomong yang benar, jangan separoh separoh!" kesal Brian.


"Ntar dulu... gue masih syok, gue butuh minum!" ucap Wilian.


"Ada apa sih...!" Arya ikut bingung melihat tingkah Wiliam,


Tommy dengan sukarela mengambilkan minum di meja,

__ADS_1


"Astaga...!" pekik Tommy kaget melihat gaya tidur Aira....


__ADS_2