Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 49


__ADS_3

Setelah pulang dari cafe, Aira langsung pulang ke kontrakan, sebelum pulang Aira menyempatkn diri singgah di supermarket,


untuk belanja kebutuhan dapur,


Aira membeli sayur sayuran, buah buahan, dan berbagai macam snack dan perlengkapan mandi dan skin carenya yang sudah menipis, merasa cukup Aira langsung menuju kasir untuk membayar belanjaanya,


Aira sampai di kontrakan, langsung merapikan belanjaannya, setelah nya, Aira pergi mandi karena merasa badannya sudah lengket,


Beberapa saat Aira selesai mandi, dia makai skin care untuk tangan dan wajahnya, selesai itu karena merasa badannya sedikit capek dia merebahkan badannya di kasur,


"Kenapa gue, beberapa hari ini kangen banget sama abang Bayu ya! apa dia juga ingat gue!" gumam Aira sambil melihat langit langit kamarnya,


"Ah... mana mungkin dia ingat gue, secara dari dulupun gue sendiri, walau tinggal bersama mereka, huuuff... gini amat nasib gue ya! punya keluarga tapi tak mengakui gue keluarga, keluhnya lama kelamaan Aira tertidur karena kelelahan badan dan pikirannya sendiri,


Di tempat lain, di sebuah bandara seorang cowok tampan dan tak lupa wajah dinginnya itu, melangkahkan kaki dengan pasti keluar bandara,


Iya dia adalah Brian samudra, yang baru pulang dari luar kota, sudah dua hari dia berada di luar kota, karena cabangnya di sana ada sedikit kendala,


Dengan berat hati dia harus meninggalkan sang kekasih yang baru di pacarinya itu, untuk keluar kota, dan sialnya dia tidak memiliki kontak sang pacar,


Mau tak mau dia harus menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat, agar dia juga cepat ketemu dengan sang kekasih hati,


Brian Masuk kedalam mobil, langsung minta di anter ke kontrakan Aira,


"Langsung ke kontrakan Aira pak!" ucap Brian kepada sang sopir.

__ADS_1


"Baik tuang muda!" ucap sang sopir, setelah itu hanya kesunyian yang ada di dalam mobil terebut,


"Apa kabarmu sayang? apakah kau merindukan aku, seperti aku yang sangat merindukanmu, gumam Brian di dalam hati, sambil melihat keluar jendela mobil,


Setengah jam berlalu, Brian sampai di depan pintu kontrakan kekasih hatinya,


Tok....


Tok...


Tok...


Bunyi pintu di ketuk dari luar, membangunkan tidur nyenyak Aira,


"Siapa sih... ganggu aja! ngak tau apa gue ngantuk banget!" gerutu Aira sambil berjalan ke depan dan membuka pintu, dengan penampilan yang acak acakan rambut sedikit kusut, muka bantal, dan jangan lupa dengan baju rumahnya, memakai baju kaos sedikit ke dodoran, dan hotpants itu membuat Brian terpesona dengan sang kekasih hatinya,


"Abang... kapan pulang! kata Aleta abang ke luar kota!" tanya Aira di depan pintu, tampa menyuruh Brian masuk,


"Apakah, abang ngak di izinin masuk dulu nih?" ucap Brian,


"Eh... iya lupa!" cengir Aira, mempersilahkan Brian masuk,


Setelah menutup pintu kontrakan itu, Brian langsung memeluk sang kekasih, Yang sudah sangat di rindukan itu,


"Abang kangen sayang?!" ucap Brian serak,

__ADS_1


Aira membiarkan saja Brian memeluknya, dan sejujurnya dia juga sangat merindukan Brian,


"Adek kangen ngak. Sama abang?" tanya Brian


Dan di balas anggukan sama Aira,


Brian membawa Aira duduk di kursi di ruang tamu itu, tapi Aira di dudukan di atas pangkuannya,


Brian melihat wajah cantik sang kekasih dari dekat, tak bertemu dua hari saja, sudah membuat Brian rindu setengah mati,


"sayang...? abang rindu.


Brian mendekat kan wajahnya ke wajah Aira,


pelan tapi pasti Brian memagut bibir tipis sang kekasihnya itu,


"Aira yang belum siap dengan itu semua, hanya diam, tampa membalas l*mantan dari sang kekasih,


"Brian semangkin menggila, mengobarak ambrik yang ada di dalam rongga mulut Aira, mengapsen setiap yang ada di sana, sampai


pasokan oksigennya berkurang barulah dia berhenti,


Brian melepaskan t*utan bibirnya dari bibir Aira, dia turun keleher sang kekasih, membenamkan kepalanya di sana, dan menghirup wangi tubuh kekasihnya itu,


"Sayang, nikah yuk!" ajak Brian, benar benar tidak ada romantis romantisnya itu, nembak Aira di parkiran, ngelamar Aira pun cuma di kontrakan kecil Aira, tanpa ada bunga, makan romantis, dan tak ada cincin, dasar Ceo kere kali Ya!,

__ADS_1


Aira hanya melongo dengan ucapan kekasihnya itu.


__ADS_2