Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 52


__ADS_3

"Maaf ya Aleta, waktu itu aku sering ngebuly kamu, maaf sudah sering jahatin kamu, maaf juga mungkin apa yang aku lakuin dulu, bisa membuat kamu trauma?!" Nina sungguh sungguh minta maaf, sama Aleta.


"Iya... sudah gue maafin kok! yang penting loe harus berubah, jangan pernah loe, ngebully orang lagi ya...! sudah cukup semua, sekarang kita sudah dewasa! jangan seperti anak kecil lagi, ngebully orang lain!" ucap Aleta.


"Iya gue janji...gue ngak akan ngebully lagi, "terima kasih" ya! sudah mengingat kan gue!" ucap Nina merasa bersalah.


"Ya udah klau gitu... Gue ke kelas dulu, maaf ganggu waktu makan kalian!" ucap Nina lagi.


Dan di anggukin oleh Aira dan Aleta.


"Waaahhh.... gue salut sama pertemanan Aira dan Aleta, Aira gadisnya dingin pendiam tapi klau bantu orang paling depan tanpa takut siapa lawannya, dan Aleta... dia gadis manja, sering di bully sama Nina dan gank nya, tapi dia tidak pernah memendam dendam!"


"Iya gue juga salut sama Aira, dia yang dingin susah di dekatin, tapi kok bisa ya? temanan sama Aleta yang luar biasa manjanya sama Aira itu, tapi Aira tidak merasa terganggu walau di tempelin sama Aleta kamanapun dia berada, malah biasa biasa aja tuh... malah kelihatan banget Aira menjaga Aleta,


"Ingat ngak kalian, waktu Aleta di bully sama Lidia dan teman temannya! Aira sampai marah besar! dan Aira juga bikin mereka babak belur, trus muka Aira panik banget ngeliat Aleta terluka!" ucap teman teman kampusnya,


"Iya... gue ngeri ngeri sedap liat wajah Aira waktu itu dan juga sedikit takut, klau Aira akan kena masalah sama orang tua Lidia, eh... malah terbalik orang tua Lidia di buat bungkam sama Aira dan Lidia di skors selama sebulan bersama pengikutnya!"

__ADS_1


Begitulah sebagian ucapan yang di dengar Aira dan Aleta,


Aleta jadi sedih, takut dia merepotkan Aira dan Aira bosan berteman dengan dirinya, dan meninggalkan Aleta sendiri, Aleta tidak mau itu, dia baru pertama kalinya punya teman yang mau melindunginya dan tidak pernah memanfaatkan Aleta, bahkan Aira tau siapa keluarga besarnya, tapi tak sekali pun Aira memanfaatkan nya,


"Hay.... kenapa murung hmmmm...!" tanya Aira, memegang tangan Aleta.


"A-ku takut, kamu... bosan berteman sama aku, trus kamu pergi ninggalin aku!" ucap Aleta tercekat membayangkan klau benar benar Aira meninggalkannya, hampir saja air matanya tumpah.


"Siapa yang mau ninggalin kamu, hmmm... ngak usah dengerin mereka, yang temanan kan kita, bukan mereka!" menenangkan Aleta.


"Janji... menautkan kelingking mereka berdua, setelah itu Aleta menghambur ke dalam pelukan sang sahabat.


Di tempat lain


Di luar kota sana, di perusahaan cabangnya Brian uring uringan karena sudah tiga hari di kota tersebut tapi pekerjaannya belum kelar juga, sementara dia sudah sangat merindukan sang kekasih, adik sepupunya di tlp ngak di angkat angkat, membuat dia semangkin uring uringan, karen tidak mendapat kabar sang kekasih hati,


"Kemana, sih... Aleta! di telpon ngak di angkat, awas saja klau gue pulang, gue jitak kepalanya tanpa ampun, sudah di bilang klau bersama Aira kasih tau, ini malah ngak nelpon sama sekali bahkan hp ngak di anggakat lagi!!" kesal Brian,

__ADS_1


Ini lagi, kerjaan ngak kelar kelar, klau begini caranya bisa lama nih....gue di sini, mana anak buah ngak becus lagi yang kerja, klau gitu percuma saja gue gaji mereka mahal, klau semua kerjaan gue juga yang ngerjain!" gerutu Brian.


Di luar ruangan di depan pintu masuk ruangan Brian, ada dua pasang mata memperhatikan Brian yang uring uringan dan mengomel ngak jelas itu, jadi terkekeh geli.


"Dasar bucin...." teriak mereka berdua, yang mana membuat Brian terlonjak kaget.


"Ncek... kenapa, kalian baru datang bukan dari kemaren nyusul kesini!" kesal Brian, iya kedua orang tersebut Arya dan Wiliam baru datang ke perusahaan itu, karena mereka juga meeting di tempat lain dulu, baru lah mereka menyusul Brian ke kota ini,


Wiliam dan Brian memang sudah mempunyai perusahaan masing masing, tapi setiap salah satunya ada masalah mereka pasti saling membantu, makanya mereka kemana mana bertiga,


Kadang Arya juga ikut membantu di perusahaan Wiliam, karena Wiliam belum mempunyai asisten, jadilah Arya yang mondar mandir, akan tetapi itu tidak jadi masalah buat Arya,


Karena Arya sudah mengngangap keluarga Brian dan Wiliam saudara sendiri.


"Santai bro... kita baru selesai meeting di beberapa tempat hari ini, dan karena mengingat loe yang lagi bucin akut, rasa lelah kami, kami kesampingkan!" ucap Wiliam, menggoda Brian,


Hanya di jawab dengusan sebal sama Brian.

__ADS_1


__ADS_2