
Drettt...
Drettt...
Drettt...
Dering telpon Ben.
"Hallo...."
****
"Apaaa...."
****
"Baik.... tolong kalian antarkan dia kerumah sakit terdekat" titah Ben kepada orang yang di sebrang sana.
Iya, dia adalah orang suruhan Ben, tepatnya anak buah Aira yang di sewa Ben, untuk memata matai Angel, kemana pun dan apa pun yang di lakukan Angel dan Ben sendiri tidak tau klau yang dia sewa adalah anak buah Aira.
Ben bergegas masuk ke dalam kamarnya, dan mandi kilat di sana untuk membuang sisa sisa perbuatan dosanya.
Setelah itu dia pergi meninggal kan apartemen tersebut dengan membawa apapun yang dia butuhkan, termasuk surat surat penting lainnya.
Dia pergi meninggal wanita paruh baya pemuas *****nya itu tanpa melirik sedikit pun dan membiarkan wanita itu terkapar di atas kasur dengan kaki mengakang memperlihat isi dalamnya, mau di masukin curut bodo amat.
Ben masuk kedalam kamar Angel dan membawa pakaian dan perlengkapan bayi yang sebelumnya sudah di persiapkan oleh angel di dalam koper, Ben menyeret koper tersebut ke luar apartemen dan meninggalkan wanita tua itu di sana.
Sebelum berangkat Ben membuang kartu ponselnya agar tidak bisa di hubungi oleh nini itu.
__ADS_1
Ben berlalu pergi dari apartemen itu, menuju rumah sakit dengan menggunakan Taxi on line.
"Bagai mana keadaan dia?" tanya Ben ke orang suruhannya.
"Ada di dalam Tuan, sepertinya ma...." belum sempat orang suruhan itu melanjutkan ucapannya.
Oowweeekkk...
Oowwweekkk..
Oowwweekkk....
Terdengar lengkingan suara bayi dari dalam ruangan itu.
Ben lansung jatuh terduduk di lantai rumah sakit itu mendengar tangis sang bayi.
Dia yakin itu adalah anak dia, yang di lahirkan oleh Angel.
"Iya Tuan, sepertinya itu memang anak anak, tadi hanya ada Nona Angel saya yang di dalam" ucap orang suruhan itu.
Ben mengangguk tanda mengerti.
Tidak lama keluar seorang dokter dari dalam sana.
"Keluarga Nyonya Angel" panggil perawat.
"Saya sus" Ben.
"Nyonya Angel sudah melahirkan, anaknya laki laki, dan tidak ada kekurangan suatu apa pun, Nyonya Angel saat ini sedang di bersihkan, apakah Tuan mau melihat anak Tuan?"
__ADS_1
Ben lansung saja mengangguk antusias.
Ben masuk dan melihat wajah lelah Angel yang sedang terbaring di atas tempat tidur itu, hati Ben begitu terenyuh melihat wajah pucat itu.
Ben mendekat ke Bed Anjel, dia membelai lembut rambut Anjel yang sedikit berantakan.
Cup....
Satu kecupan mendarat sempurna di kening Angel.
"I love you hanny, terimakasih... telah melahirkan anak kita, dan maaf sudah membuatmu menderita, aku janji setalah ini kita akan hidup bahagia, kita besarkan anak kita bersama di tempat berbeda dan jauh dari orang orang yang mengenal kita, aku janji akan membuat kau dan anak kita bahagia aku akan menjaga kalian" bisik Ben di telingan Angel.
Cup...
Satu kecupan Ben daratkan di bibir itu dan dia beranjak melihat bayinya.
Setelah ke pergian Ben, air mata Angel tidak bisa di bendung lagi, setelah sempat lari menjauh dari Ben untuk sesaat kenapa dia bisa di temukan Ben lagi.
Apa sudah nasibnya akan selalu terikat dengan laki laki bajingan itu, sungguh Angel ingin pergi jauh dari Ben namun dia tidak bisa meninggal bayinya dengan Ben, dia tidak ingin anaknya itu kekurangan kasih sayang seperti dirinya.
Ben menatap bayinya di dalam inkubator dia tersenyum dalam tangis.
"Hay... boy ini Deddy, sehat sehat ya boy setelah ini kita akan hidup bahagia, maafkan Deddy membuat mommy mu menderita, Deddy akan membuat Mommy mu bahagia sayang, bantu Deddy ok"
Angel bisa mendengar ucapan Ben kepada anaknya itu. Angel sungguh tidak bisa membendung air matanya, akan kah dia bisa percaya sama Ben, dia takut kembali terluka dan Ben kembali menjualnya kepada lelaki hidup belang, sungguh Angel takut akan hal itu.
Bersambung....
Haii... jangan lupa like komen dan vote yaa..
__ADS_1
"Terimakasih..."