
"Ini ada apa sih... dari tadi, bilangnya suami, istri, menantu, aku ngak ngerti deh?!" ucap Aira pelan.
Semuanya jadi nempuk jidat, masing masing, mereka lupa memberi tahu Aira, klau Aira sekarang sudah sah menjadi istri Brian, sah di mata agama maupun di negara.
"Iya... kamu sekarang sudah jadi istri abang sayang, tadi pagi abang melakukan ijab kabul, di sini, saat kamu masih koma, abang melakukan itu, karena abang benar benar sayang sama kamu, dan abang ingin merawat kamu sepenuhnya, abang ngak mau orang lain yang merawat kamu sayang?! kamu maukan, dan ngak ke beratan kan...!" ucap Brian memberi tahu Aira.
Yang lain hanya diam, mau mendengar tanggapan Aira, mereka memang salah, tidak menunggu Aira sadar dulu, namun mau bagai mana lagi, Brian bersikeras agar dia yang mengurus sang kekasih hatinya itu, mau tak mau Ayah dan Abangnya merestui pernikahan mereka, apa lagi melihat kasih sayang, Brian dan keluarganya pada Aira, makanya mereka melepaskan Aira kepada Brian, dan mereka pun tahu, klau Aira juga mencintai Brian.
"Ncek... benar kata kak Jasmin ya..?"
"Benar apa sayang?" tanya Brian bingung.
"Iya... Abang itu Ceo kere atau pelit!" sungut Aira.
__ADS_1
"Enak aja mana ada aku miskin atau pelit!" jawab Brian tak terima.
"ngak percaya, mau tau!" tantang Aira, dan di anggukin oleh Brian dengan cepat.
"Pertama abang nembak aku di parkiran, kedua abang lamar aku di kamar aku nginap di hotel waktu di kota Y, ke tiga abang nikahin aku di rumah sakit, ngak ada acara makan malam romantis, ngak ada lamaran pake cincin berlian kayak Ceo di novel novel, dan sekarang apa lagi, masa nikahin aku cuma sederhana, di rumah sakit pula, ngak ada pestanya, ncek... ncek... masih ngak ngaku! katanya cinta, yakin cinta!" ucap Aira, melihat Brian yang sudah berubah malu mukanya itu, Aira mati matian menahan tawanya,
Puas sudah dia membuat malu sang kekasih, yang katanya sekarang sudah naik tingkat jadi suaminya itu.
Buahahahaha.... pecah sudah tawa orang yang ada di dalam ruangan itu, beruntung kamar Aira adalah kamar VVIP, jadi ruangan itu kedap suara.
Brian langsung melotot tak terima, enak saja mau nikung Brian, klau mau hayu baku hantam dulu, susah payah buat ngajak nikah, pas sudah di nikahin, malah mau di rebut orang, mana mau lah Brian.
"Enak saja mau di ambil, ayok adu jotos dulu!" sungut Brian tak terima,
__ADS_1
"Momy mau sayang... klau Aira mau sama anak momy, nanti Momy bikinin pesta yang sangat mewah, ngak kayak laki laki satu itu, cuma ijab kabuk!" sang Momy juga ikutan meledek Brian.
"Momy..... jangan ikut ikutan deh...!" kesal Brian.
"Lhoo... emang kenapa, klau Aira mau, Momy mah dengan senang hati menerima Aira, apa lagi Momy sayang banget sama Aira, iya ngak... kalian setujukan...!" sang Momy semangkin menyiram minyak tanah.
Brian semangkin di buat kelimpungan dengan sang Momy kesayangannya itu,
"Jangan dengerin Momy sayang... nanti pas kamu sudah sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit, kita langsung mengadakan pesta meriah, kamu mau pesta seperti apa, abang akan ikutin!" ucap Brian membujuk Aira.
Padahal mah, Aira tidak lah membutuhkan pesta yang berlebihan, sederhana juga sudah cukup, yang penting sudah sah di mata agama maupun negara.
Bersambung...
__ADS_1
*****Haiiii.... kesayangan aku, jangan lupa like dan komen ya, terima kasih sudah menaniku selama membuat novel ini***