Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 122


__ADS_3

Brian yang baru selesai meeting lansung ke ruangannya, dia tau sang istri sedang menunggu di ruangannya itu.


"sayan....." belom selai dia memanggil sang istri di perlihatkan sang istri yang tidur di sofa dengat sangat pulas.


"Ya ampun, kamu kelamaan nunggu abang atau kecapean sayang?!" gumam Brian menghampiri sang istri.


Cup....


Cup...


Cup...


Brian pengecupi wajah sang istri bertubi tubi, dia sangat gemes melihat wajah polos sang istri membuatnya tak henti henti mengagumi istri tercintanya itu.


Eeeggghhh...


"Abanggg...." manja Aira, dia tau siapa lagi yang berani mengganggu tidurnya, klau bukan suami resenya itu.


"Capek ya, nunggu abang ?!" tanya Brian lembut.


"Ngak kok, tadi juga abis ngerjain tugas, sama ngecek kerjaan juga, ehh... ngak taunya malah tidur kek gini?!" ucap Aira terkekeh.


Aira masih betah berlama lama duduk di pangkuan sang suami, sambil memejamkan matanya,


"Sampai kapan kayak gini hmmm... adek ngak lapar apa?!"

__ADS_1


"Lapar sih, tapi masih ingin kayak gini?!" ucap Aira manja.


"Makan dulu sayang, abis itu boleh kayak gini lagi, lebih dari ini juga abang kasih?!" ucap Brian menaik turunkan alisnya.


"Maunya abang itu?!" sungut Aira memukul dada sang suami, lalu beranjak dari pangkuan suami ganteng tapi rese itu, untuk membuka makanan yang tadi dia bawa.


Brian terkekeh geli melihat bibir istrinya yang sudah mengerucut indah menurut Brian, dia langsung berdiri mendekat ke arah sang istri,


Brian lansung ******* lebih bibir sang istri,


" ini jangan suka di maju majuin, klau ngaj mau abang lahap?!" kekeh Brian sambil mengelap bekas salivanya di bibir sang istri.


"Biarin aku suka?!" goda Aira mengedipkan sebelah matanya.


Aira cuma mendengus, mendengar ucapan sang suami, klau Brian sudah bicara itu tak kan bisa di bantah, dia sudah membayangkan tubuhnya akan pegel pegel, kadang Aira bingung sendiri, apa suaminya itu minum obat kuat apa biji pinang, sampai sampai tak ada kata lelah untuk melakukan itu.


Di tempat lain...


Ke dua Ibu dan Anak itu, menahan malu, karena tak bisa membayar belanjaan nya.


"Gimana sih Bu, klau ngak ada uang jangan sok sokan buat borong belanjaan?!" kesal sang kasir.


"Iya ini nambah nambahin kerjaan kita aja, masa kita mau rapiin ini lagi?!" kesal spg yang memang dari tadi sudah kesal melihat tingkah Ibu dan Anak itu.


"Sudah deh Bu pergi aja, masih banyak yang sedang ngantri...!" ucap si kasir.

__ADS_1


"Heh... biasa aja dong, ngak usah pake marah marah, nanti saya borong semua barang yang ada di sini!!" teriak Ayu.


Huuuu... sorak orang orang di dalam toko tersebut.


"Gaya gayaan mau borong semua barang di sini, bayar yang loe ambil aja ngak bisa!" ejek pengunjung di sana.


"Tau sudah miskin, kere, ngak tau diri pula!"


"Iya, hus... sana sana!" usir pelanggan di sana.


Akhirnya Ayu dan Ibu titusan setan itu keluar menghentikan kaki, menahan kesal dan malu.


"Lain kali klau mau belanja, pastiin dulu ada uang apa ngak nya Bu, ngak kayak gini sudah bergaya mau borong tapi ngak punya uang!" kekeh security di toko tersebut.


"Diam loe, jadi cowok lemes amat!!" bentak Ayu.


"Dih... di kasih tau malah marah!" sewot security.


"Awas aja Ayah, bisa bisanya ngasih kartu kosong, malu maluin aku aja!" gerutu Ayu.


Tak jauh dari sana, ada seseorang melihat dengan tersenyum miring.


"ini belum seberapa, tunggu sebentar lagi, kalian akan gue bikin hidup di jalanan!" gumam orang itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2