
"Terima kasih", pak?!" ucap si gadis manis itu, dengan tulus kepada Wiliam.
"Ncek... memang saya setua itu?!" dengus Wiliam.
"Hehehe..." maaf " lalu saya harus manggil apa?!' tanya Nina yang tak enak harus memanggil Wiliam, iya gadis manis yang di tolong Wiliam adalah Nina.
"Apa aja yang penting jangan Bapak, saya belum setia itu dan lagi kamu bukan karyawan saya?!" celetuk Wiliam, yang tiba tiba menjadi cerewet di dekat perempuan yang baru di kenalnya itu.
"Baik lah, klau gitu saya panggil kakak aja ?!" ucap Nina, sambil menunduk malu.
Wiliam gemes melihat tingkah Nina yang malu malu meong tersebut.
"Itu lebih baik dari pada kamu panggil saya Bapak?!"ucap Wiliam.
"Kamu mau kemana jam segini?!" ucap Wiliam lagi.
"Saya pulang kerja kak, ini mau pulang?!"
"Oh... " angguk Wiliam tanda mengerti
"Sekarang kamu mau pulang?" tanya Wuliam lagi.
"Iya " jawab Nina
__ADS_1
"Klau gitu temani saya makan dulu yuk..!"
Nina merasa enggan untuk, ikut sama Wiliam karena mereka baru saling kenal.
"Hitung hitung sebagai ganti rugi tadi, mau ya?!" ajak Wiliam setengah memaksa, padahal biasanya Wiliam tak pernah mau bicara sama wanita mana pun kecuali keluarganya dan rekan kerja Wiliam sendiri, itu pun dengan tampang datarnya.
"Baiklah " ucap Nina pasrah, walau bagai mana pun, dia sudah di tolong oleh Wiliam, walau sebenarnya dia merasa enggan untuk pergi bersama Wiliam, karena baru kenal, walau Wiliam cowok ganteng dan terlihat tajir melintir namun Nina bukan lah cewek yang lansung klepek klepek dengan apa yang dia lihat.
Wiliam tersenyum senang, dia merasa Nina adalah cewek yang gampang tebar pesona, dan tidak memanfaatkan situasi seperti cewek cewek yang selama ini mendekatinya.
Nina tidak caper dia bertingkah apa adanya seperti Aira sang adik iparnya.
"Baik lah, ayok naik ke mobil?!" ucap Wiliam berjalan menunju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat kejadian tadi.
Nina menurut saja dengan perintah Wiliam.
"Apa aja kak yang penting kenyang?!" Jawab Nina.
"Baik lah..."
Wiliam memarkirkan mobilnya di sebuah restoran mewah di kalangan kota tersebut.
"Kak, ini ngak salah kita makan di sini?!" tanya Nina sedikit ragu, dia tau di sini itu restoran mahal, yang datang cuma orang orang berkantong tebal.
__ADS_1
"Iya... Memang kenapa?!" tanya Wiliam heran, bukan heran sih, dia tau Nina tidak nyaman dengan restoran tersebut.
"Ngak apa apa, cuma kan di sini makanannya mahal bangat pastinya, aku ngak punya uang buat bayarnya tau..!" gerutu Nina, masih di dengar oleh Wiliam.
Wiliam terkekeh dengan tingkah Nina tersebut, ya kali Wiliam ngajak Nina makan, tapi ngak bayarin di makan, hellooo.... mau di tarok dimana harga diri babang tamvan itu.
"Ya klau kamu ngak bisa bayar, nanti kamu ikut bantu bantu nyuci piring aja di dalam!" celetuk Wiliam mengerjai Nina.
"Ngak mau ah... kakak aja yang makan di sana, aku nunggu kakak di sini aja, dari pada di suruh cuci piring lagi di sana, mending aku nahan lapar deh, sudah capek pulang kuliah, lanjut kerja, masa sekarang di suruh nyuci piring lagi, emang aku robot, ngak punya rasa capek, ngak mau kakak aja sana!" usir Nina.
Wiliam di buat ngakak sejadi jadinya, oleh tingkah Nina tersebut, mana mungkin dia akan membiarkan Nina nyuci piring.
"Hahahha... ya udah, ya udah ayok turun, aku yang bayar bukan kamu?!" ucap Wiliam sambil keluar dari mobil, sambil menunggu Nina turun dari mobil tersebut, namun yang di tunggu malah anteng di dalam mobil.
"Ayok turun, kenapa masih diam di dalam?!" ucap Wiliam.
"kakak serius mau bayarin aku makan, kakak ngak akan ninggalin aku di dalam kan buat cuci piring, emang kakak masih punya uang, tadi kan uang kaka sudah buat bayar preman tadi?!" tanya Nina dengan polosnya.
"Ya ampun... ini cewek polos amat ya, jangan kan bayar makanannya buat beli restorannya aja gue sanggup kali?!" sombong Wiliam cuma mampu bicara di dalam hati.
"iya saya yang bayar, kamu tenang saja, saya ngak akan suruh kamu cuci piring?!" ucap Wiliam menarik tangan Nina agar turun dari mobil tersebut.
Bersambung....
__ADS_1
Haiii sahabat semua, terima kasih ya, sudah selalu mengikuti karya ku, jangan lupa like komen dan votenya ya.
Maaf ya sayang sayangnya aku, ngak sempat balas pesan kalian satu persatu, maklum lah ibu rumah tangga harus bisa bagi bagi waktu buat kerja.