
Hari berganti hidup yang di jalani oleh Ayu dan Ibunya sangat lah indah karena segala kebutuhan di penuhi oleh Roy.
Hari ini Ayu dan Ibunya pergi shoping dan sekalian ke salon untuk mempercantik dirinya.
"Bu kita ke salon dulu yuk bu, biar kita makin glowing dan cantik!" ucap Ayu.
"Hayu lah kita ke salon ibu juga pengen terlihat cantik di depan ayahmu, agar ayahmu betah berlama lama dengan kita?!"
"Hmmm.... benar bu, ibu harus lebih cantik dari istri Ayah itu, aku ingin ibu jadi istri satu satunya buat ayah, aku ngak mau punya ibu tiri bu?!" rengek Ayu.
"Ibu juga ngak mau sebenarnya, namun gimana ya cara misahin mereka?"
"Kita cari kelemahannya bu, biar dia tersingkir dari ayah, dan kita bisa menguasai harta mereka dan kita bisa tinggal di rumah mewah mereka itu bu, enak saja mereka enek enakan tinggal di sana, sementara kita tinggal di kontrakan?!" sungut Ayu, yang tak pernah ada kata syukur dalam hidupnya itu.
"Iya, kita harus bisa mengendalikan ayahmu, biar kita bisa tinggal di rumah mewah itu, ibu sudah tak sabar untuk tinggal di sana?!"
"Oh iya bu, ngomong ngomong si anak sialan apa kabarnya ya, aku sudah tak sabar juga ingin menjadi istri Brian bu!"
"Ibu juga ngak tau, nanti kita cari tau, setelah kita bisa menghempaskan si Tiara dan anak anaknya dari rumah mewah dan berpisah dari ayahmu?!" ucap bu sri bersemangat.
__ADS_1
Di lain tempat...
Bagaimana apa yang kalian masih memantau rubah betina itu?" tanya Tiara kepada anak buahnya.
"Masih bu, sekarang mereka lagi ke mall xx bu, pergi shoping dan ke salon!" ucap anak buah Tiara.
"Dia juga punya rencana untuk menyingkirkan ibu dari rumah dan dari bapak bu, dan juga mereka ingin menghancurkan rumah tangga adik satu ibu dengan gadis itu bu?!"
"Haaa... serius dia mau merusak rumah tangga anaknya sendiri?!" tak percaya.
"Betul bu, kemaren Ayu di rawat, karena berusaha mencelakai Aira saat di pesta pernikahan kemaren bu?!"
Di lain tempat....
"Hallo... Yah, apa kabar?"
"Kabar baik sayang, apa lagi saat ini Ayah semakin sehat, karena anak gadis ayah lagi telpon ayah?!" ucap pak Alek semangat.
"Syukurlah klau Atau sehat!"
__ADS_1
"Kamu apa kabar nak, kamu baik baik saja bukan, apa mereka memperlakukan kamu dengan baik?!"
"Aira baik Yah, mertua Aira sangat baik sama Ai Yah, Ayah jangan khawatir?!" ucap Aira lembut, dia sangat senang mendapat perhatian dari Ayahnya, sudah sangat lama dia menginginkan perhatian dari orang tuanya itu, akhirnya penantian Aira di kabulkan oleh tuhan, walau menunggu waktu yang sangat panjang, dan banyak drama Aira bisa mendapatkan kasih sayang dari Ayah dan Abangnya itu.
"Giman Ayah sudah dapat rumah yang dekat dengan rumah abang?" tanya Aira.
"Sudah sayang, rencananya lusa Ayah mau melihatnya, sekarang Ayah mau pindah dulu, soalnya Ayah rumah kita sudah ada yang beli, jadi sementara waktu ayah tinggal di rumah Bima dan istrinya?!" saut sang Ayah dari seberang sana.
"Alhamdulillah klau gitu yah, rumah sudah terjual dan dapat rumah baru, dekat lagi dengan rumah abang, jadi aku di sini bisa tenang Yah?!" ucap Aira.
"Iya nanti klau ada waktu, kamu mampir ke rumah ya nak, Ayah kangen sama kamu dan menantu Ayah.
"Iya ayah, nanti Aira pulang, klau ada waktu senggang, sekarang Airan lagi banyak tugas, dan abang lagi sibuk sibuknya, ada proyek baru dan membuka cabang baru di kota xx Yah, doain semoga urusan kami lancar semua Yah?!"
"Aamiin... Pasti Ayah doain sayang, untuk anak anak Ayah, sudah dulu ya, ayah masih ada kerjaan nak?!"
"Baik yah, Assalamualaikum...."
Bersambung...
__ADS_1