
"Mau kemana emang kita?" Aira yang sudah cantik dengan dress selututnya.
"Pertama kita mau nyalon dulu, abis itu kira shoping deh..?!" ucap Aleta dengan imutnya.
Nina hanya terkekeh melihat dua wajah yang berbeda ekspresi itu, Aira dengan muka malasnya dan Aleta dengan muka bersemangatnya.
"Mi... Mami ikut yuk...?!" rayu Aira kepada mertua tercintanya.
"Emang kalian mau kemana?" tanya Mami Arum.
"Mau ke salon Mi, sekalian shoping, ikut yuk... Mi, ngapain di rumah sendiri?!" rayu Aira lagi.
Ya udah deh, Mami ikut!!" seru sang Mami, membuat Aleta keki.
"Yes..." ucap Aleta.
Dan Nina kembali terbahak, gara gara dua orang tersebut, Aira sengaja membawa Mami, karena di jamin Mami akan banyak protes dengan pakaian yang di beli Aleta.
"Sementara itu Aleta melirik Aira kesal, karena Aira membawa Mami, dapat di pastikan dia ngak bisa membeli barang barang yang dia inginkan dengan bebas.
"Aleta kenapa?" tanya Mami, sehabis mengambil tasnya di kamar.
"Ahh... ngak apa apa kok Mi, nunggu Mami agak lama, soalnya aku sudah pengen cepat cepat sampai di salon!?" kilah Aleta.
"Oh... gitu ayo kita berangkat!!" ucap sang Mami mendahului tiga wanita cantik itu.
Aira melipat bibirnya ke dalam, agar tak menyemburkan tawanya, melihat Aleta yang salah tingkah.
Sesampai di salon langganan mereka, langsung saja mengambil paket perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan tak ketinggalan **** * juga dapat perawatan, ya pasti untuk menyenangkan para suami mereka.
__ADS_1
Ke empat wanita cantik itu, sedang asik asiknya melakukan perawatan, tak mengingat singa jantan mereka yang uring uringan karena telpon mereka tak di angkat satu pun oleh ke empat wanita beda generasi itu.
"Kamana sih, mereka ini, satu pun ngak ada yang angkat telpon!!" kesal Brian.
"Bini gue juga ngak bisa di hubungi!" kesal Wiliam.
"Aleta juga ngak bisa ini!!" sungut Arya.
"Mami kalian juga ngak bisa di hubungi!" kesal sang Papi.
Emang mereka kemana, kalian sudah telpon Mommy belom Wil, tanya ke Mommy!!" suruh Deddy Alif.
"Kenapa bukan Deddy yang telpon Mommy?" Wiliam.
"Oh Iya lupa!!" jawab sang Deddy terkekeh dengan ulah nya.
"Hallo Mom, Nina sama Aleta kemana Mom?" tanya sang Deddy.
.....
"Oh gitu, ya sudah klau gitu?!" bye Mom love you.
......
"Ngak ada, ini laki meraka, pada uring uringan, bininya ngak bisa di hubungi?!" ucap Deddy Alif.
....
"Iya, termasuk kaka iparmu juga ngak bisa di hubungi?!" lanjut Deddy alif.
__ADS_1
.....
"Ya sudah, di lanjut saja kerjaan Mommy, tapi jangan lupa nanti sabut Deddy pakai kain saringan santan warna merah maron ya Mom?!" manja Deddy Alif.
Membuat empat laki laki beda usia di sana memutar mata malas.
"kenapa muka kalian kayak gitu??" tanya Deddy Alif dengan polosnya.
"Ngak kenapa napa, gimana tau mereka ada di mana??" sela Papi Alif kesal.
"Ncek santai bang, nanti keriput abang tambah banyak loh, nanti mbak Arum bisa di sambar mantan, saya dengan mantannya sudah pulang dari Amerika, dan dengar dengar duda sekang?!" polos Deddy Alif.
"Adek sialan loe.... ngak ada yang bisa ngebut istri gue!!" kesal Papi tama.
Hahaha... pecah sudah tawa Deddy Alif yang sedang kesal itu semakin kesal oleh ucapannya.
Tiga pria tampan yang ada di sana hanya bisa geleng geleng kepala melihatnya.
"Buru ah... apa kata bini loe?" kesal Alif.
"Tadi Nina sama Aleta izin mau ke salon sama shoping, sebelum itu mau jemput Aira dulu ke rumah abang?!" puas.
Ke empat pria beda usia itu hanya bisa mendengus kesal, mendengar penjelasan Deddy Alif.
"Awas kamu sayang, habis kamu aku hukum, berani beraninya tidak menjawab telpon ku!!" kesal Brian.
Wiliam dan Arya sedang senyum senyum sendiri mengingat hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang istri tercintanya.
Papi Tama melihat kedua laki laki itu, lansung kesal, dan melempar mereka pakai bantal sofa, "menghayal aja terus!!" kesalnya dan pergi dari ruangan Brian.
__ADS_1