Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 107


__ADS_3

Di rumah besar Brian, Aira saat ini sedang melakukan perawatan wajah dan tubuhnya, agar semangkin terlihat glowing, sang mertua sengaja mendatangkan petugas salon untuk melakukan ritual perawatan buat Aira.


Aleta dan jasmin juga tak mau ke tinggalkan, mereka ikut melakukan perawatan bersama Aira.


"Haiii... Nyonya, enak ya di elus elus, sampe meram melek gitu!" goda Aleta, Aira cuma mendengus sebel sama sahabatnya itu.


Gimana badan Aira ngak enak di pijat dan di lulur sama karyawan salon itu, tiap malam di gempur habis habisan sama Brian, yang tak mengenal kata lelah itu, klau tak di larang untuk memberi tanda di tubuh Aira, sudah di pastikan semua orang akan menertawakan dia saat ini,


"Oh ya dek, tadi kaka dengar keluarga kamu sudah sampai di hotel?" ucap Jasmin.


"Benaran kak?!" tanya Aira penuh semangat.


"Hmmm" jawab Jasmin sambil mengangguk.


"Habis ini kan kita mau langsung ke hotel, jadi kamu bisa ketemu sama orang orang yang kamu sayangi!" ucap Jasmin, bagai mana pun mandirinya Aira, pasti di saat acara seperti ini dia ingin di temani oleh keluarganya.


Sedangkan di luar sana Brian sudah uring uringan, karena dari sehabis sarapan sang istri sudah di monopoli oleh sang Mami, sampai mau sore dia tak melihat batang hidung sang istri.


"Mi, ihhh.... mana istriku, dari tadi di culik, ngak di pulang pulangin!" kesal Brian mengikuti sang Mami sudah seperti anak kucing yang minta makan.

__ADS_1


"Sabar kenapa sih... ini juga demi kamu kok, nanti klau kamu liat istrimu pasti makin nempel!" ucap sang Mami.


"Udah ngak usah di apa apain Mi, tanpa di apa apain aja aku sudah nempel terus kok, sekarang balikin istri aku!" rengek Brian.


"Ngak akan Mami pulangin, sampai apa yang Mami mau belom selesai!" ucap sang Mami dengan teganya sama sang anak, dan berlalu pergi dari sana.


"hiisss... punya Mami kok gini amat sih?!" kesal Brian mengacak ngacak rambutnya.


Sedangkan orang yang melihat Brian, hanya bisa geleng geleng kepala.


"Duduk napa Bri... nanti juga ketemu sama istri loe, bucin banget sih loo...?!" ledek Wiliam.


"Bodo, jomblo mana tau... makanya cari bini, nanti baru tau rasa klau jauhan!" kesel Brian, sambil menghempaskan pantatnya ke sofa empuk nan mahal itu.


"Oh iya, gue udah lama ngak liat Tommy, kemana tuh anak, semenjak Aira sadar baru sekali gue liat dia datang?!" tanya Brian yang baru sadar orang yang sudah dia di anggap dekat sama mereka.


"Klau ngak salah, dia lagi keluar negeri perusahaannya lagi ada masalah di sana, dan ngak mau ngasih tau Aira!" ucap Arya menimpali omongan duo Ceo dingin tersebut.


"Haaahhh.... serius, kok dia ngak minta bantuan kita!" kesal Bria.

__ADS_1


"Dia ngak mau menambah masalah, soalnya waktu itu kita semua masih fokus dalam kondisi Aira, dia sendiri juga berat ninggalin Aira, tapi bagai mana lagi, dia harus keluar negeri!" tutur Arya.


"Eh... ganti topik sekarang!" ucap Wiliam.


"Topik apa?! Brian.


"Loe, gimana sama adek gue, loe suka sama adek gue!" ucap Wiliam tegas sama Arya.


Arya terjengkit kaget dengan ucapan Wiliam, dia tak menyangka Wiliam mengetahui dia menyukai Aleta.


"Udah ngaku aja, ngak usah sungkan!" ucap Wiliam sambil menepuk bahu Arya.


"Iya gue suka sama Aleta!" ucap Arya gerogi.


"Lalu apa lagi yang kau tunggu, kenapa taj kau ucapin, apa menunggu ada yang menikung!" sela Brian.


"Enak aja, bukan gitu, gue merasa tak pantas bersanding dengan Aleta, dia siapa gue siapa!?" ucap Arya lirih.


"Heh... kamvret, dari kapan keluarga kami memandang status!" kesal Brian sambi melempar bantal sofa ke arah Arya, dan langsung di tangkap oleh Arya.

__ADS_1


"Jadi gue boleh nih, deketin Aleta, gue di terima kan jadi ipar kalian!" tanya Arya penuh semangat dan menaik turunkan Alisnya.


Bersambung....


__ADS_2