Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 104


__ADS_3

Malam semangkin larut, mereka masuk ke kamar masing masing, Aira pun sama masuk kamarnya, dan langsung ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya dan menyikat gigi, bergantian dengan Brian,


"Sayanggg... ucap Brian lembut di telinga sang istri, yang mana membuat bulu kuduk Aira langsung berdiri,


"Hmm...." jawab Aira dengan menahan sensasi aneh di tubuhnya, Brian menyurukkan kepalanya curuk leher sang istrinya itu, dan tangan sudah berkelana kemana mana, Aira tak bisa menolak sang suami, sejujurnya dia juga menginginkannya.


Akhirnya terjadi lah apa yang harus terjadi bagi pasangan suami istri itu, Brian sungguh puas karena apa yang dia mau selama ini sudah dia dapatkan,


Brian tersenyum lembut melihat sang istri yang sudah terkapar tidak bertenaga, karena berkali kali Brian menggahinya, sang istri sudah menutup mata, mengarungi dunia mimpi,


"Terima kasih" sayang, abang bersyukur abang orang pertama mendapatkan segalanya darimu, I LOVE YOU MY WIFE.


Brian ikut tertidur sambil memeluk sang istri.


Pagi menjelang Aira bangun dari tidurnya, dia merasakan seluruh tubuhnya sakit sakit semua, gara gara perbuatan sang suami, namun Aira merasa bersyukur bisa memberikan mahkotanya sama orang yang sudah halal menjadi suaminya itu.


Aira bangkit dari tempat tidur dan berjalan pelan ke kamar mandi dengan sedikit tertatih, karena merasakan perih di bagian intinya,


Untuk menghilangkan rasa pegal pegal pada tubuhnya Aira sengaja berendam agak lama di kamar mandi, setelah di rasa rasa pegal di badannya berkurang Aira menyudahi acara mandinya.


Aira pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi, untuk seluruh penghuni rumah itu,


"Pagi Bi...." Aira menyapa sang bibi, yang mulai berkutat di dapur.

__ADS_1


"Ehhh...


Pagi juga Nyonya Aira... ada yang bisa saya bantu?!" tanya sang Bibi.


Jangan panggil Nyonya bi, ngak enak gitu dengernya, panggil Aira saja!" ucap Aira sopan,


"Baiklah bibi panggi Non aja ya...?!" ucap si Bibi.


"Oh iya, tadi Non mau di bantu apa?!" tanya sang bibi lagi.


"Oh, iya jadi lupa kekeh Aira, biasanya di rumah ini, orang orang suka sarapan apa Bi...?!" tanya Aira sopan.


"semuanya suka apa aja non, tidak memilih milih makanan, minumnya Tuan besar sama Nyonya sukanya teh hijau, klau Tuan muda sukanya kopi Non?!" ucap sang bibi hormat.


"Tapi Non... biar bibi aja, takut nanti di marahin sama Tuan muda Non, bibi ngak mau...!" kekeh sang bibi.


"Ngak pa apa, ngak akan ada yang marah kok, klau bibi ngak mau bantuin aku aja, ok!"


Akhirnya si bibi jadi membantu Aira membuat sarapan, hingga satu jam berkutat, Aira suda selesai membuat sarapan, nasi goreng putih, sambel, telor mata sapi, kerupuk udang, goreng bala bala, maklum indonesia ngak ketinggalan sama bala bala,


Bibi menata sarapan di atas meja makan, Aira membuat teh hijau untuk sang mertua, kopi untuk suami tercintanya, dan dia sendiri membuat jus wortel tambah madu.


Aira juga membagi sarapan untuk para pekerja di rumah tersebut, tak ketinggalan untuk security yang sedang berjaga,

__ADS_1


Merek sangat senang atas perlakuan Aira, walau Aira baru menjadi nyonya mudanya, Aira bukan lah orang yang sombong,


"Nyonya Aira baik banget ya!" ucap Si A.


"Iya... mudah mudahan, Nyonya muda akan selalu baik ya!"


"Coba deh cicipin masakan Nyonya muda!" ucap yang lain,


mereka mencicipinya, sarapan sederhana itu, namun rasanya luar biasa, masakan nyanyi muda mereka memang enak di lidah, kalau tidak tau malu sudah mereka habisin semua.


Aira kembali ke kamarnya, dan membangun kan sang suami tercinta itu.


"Abang bangun sayang...?!" sambil membelai kepala Brian.


Uuuggghhhh.... lenguh suara iqbal sambil membuka matanya, dia tersenyum manis, melihat ada wanita tercintanya, saat dia membuka mata,


"Pagi MY WIFE..." ucap Brian dengan suara serak nya.


"Pagi abang sayang...?! mandi yuk... Nanti takut kesiangan ke kantor!"


Brian bangkit dari kasur dan berjalan masuk ke kamar mandi, sebelumnya dia sudah mendaratkan ciuman selamat pagi sama sang istri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2