
"Aku pulang ya bang...?!" seru Aira.
"Ngak boleh.. kamu pulang sama abang sayang...?!" seru Brian menatap Aira.
"aku ingin istirahat abannnnggg...?" rengek Aira.
Brian berjalan ke tempat Aira duduk, lalu menggendong koala Aira dan membawa gadis cantik itu ke dalam kamar pribadi miliknya,
"Kok di bawa ke sini sih, bang...?" sungut Aira kesal, yang minta pulang, malah di bawa ke dalam kamar pribadi Brian itu.
"Katanya mau istirahat, sekarang istirahat di sini, ok...!" tegas Brian
"Ngak mau ah... mau pulang aja!"
"Istirahat di sini yang tenang atau mau abang makan sekarang juga, hmm... !" ancam Brian
Aira menjatuhkan badannya di kasur dan langsung membelakangi Brian,
"Sudah... sana kerja, ngapain di sini!" kesal Aira
Brian terkekeh dengan tingkah sang pacar.
"Ya sudah... abang tinggal!" ucap Brian sambil memberikan kecupan manis di pipi caby Aira, lalu bangkit meninggalkan kamar tersebut.
"Dasar nyebelin, pengen pulang ngak di izinin!" gerutu Aira, sambil mengintip sang kekasih yang sudah keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
Aira lelah dengan ocehannya sendiri, akhirnya gadis cantik yang tak polos lagi itu sudah tertidur pulas, dengan dengkuran halus yang keluar dari mulut Aira.
Brian yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, tiba tiba terkaget dengan ke datangan Bella ke dalam ruangannya.
"Hay.... Bri apa kabar!" dengan senyum menggodanya.
Brian hanya mendengus kesel dengan ke datangan Bella tersebut.
"Ada perlu apa kamu ke sini!" kesal Brian
"Bri... ayolah, jangan marah terus, maafin orang tua aku ya...?!" bujuk Bella
"Sudah lah... Bell, aku sedang sibuk jangan ganggu aku, silahkan keluar dari ruanganku!" usir Brian.
"Aku mohon kita lanjutin perjodohan kita ya...?! ucap Bella memelas.
"Maaf Bell... yang minta perjodohan itu orang tua mu, bukan aku, aku tak pernah mau dengan perjodohan itu!" tegas Brian.
"Kamu kok gitu sih, Bri... aku sangat mencintai kamu..?!" ucap Bella
"Dan Aku tidak pernah mencintaimu, dan satu hal lagi yang harus kau tau, aku sudah mempunyai kekasih, dan sebentar lagi kami akan menikah...!" ucap Brian tampa tending aling aling, dia tak suka berbasa basi dengan perempuan seperti Bella.
"Aku ngak terima dengan ini semua, Bri... kamu hanya milik akuuu...!!" teriak Bella tak terima, karena dia mencintai Brian dan tentu juga cinta ke harta Brian lebih besarnya.
Teriakan Bella tersebut membuat tidur seorang gadis cantik di dalam sana jadi terganggu,
__ADS_1
"Siapa sih teriak teriak!" kesalnya dan bangkit berjalan ke arah pintu.
" kamu jangan gila... ya Bel, aku ngak pernah mencintai kamu!" kesal Brian
"Aku ngak perduli, yang aku tau... kau hanya milik aku!!" bentak Bella tak tau diri.
"Dasar perempuan gila!" gumam Aira.
Ceklek...
Pintu kamar pribadi Brian terbuka, dan itu mengalihkan fokus dua orang yang sedang bersitenggang itu, ke arah pintu.
Bella melotot tak suka melihat Aira keluar dari sana.
"Sayanggggg......" panggil Aira manja ke Brian, dan dia berjalan ke arah Brian dan langsung memeluk Brian manja, tentu saja kelakuan Aira tersebut di sambut senang oleh Brian
"Kenapa... hmmm... tidurnya terganggu ya?!" ucap Brian lembut, dan membelai kepala Aira dengan sayang,
"Mmmmm.... kalian ribut sekali, mengganggu istirahat aku...?!" keluh Aira manja dan menyurukan kepalanya di dada bidang Brian
Brian terkekeh geli dengan tingkah Aira.
Namun tidak dengan Bella dia sangat marah, dan terlihat dari wajahnya yang sudah memerah, dan kepalan tangannya yang mengepal kuat, menjadi buku buku tangan memutih seperti kehilangan darah.
Bahkan nafas Bella naik turun menahan emosi, melihat perlakuan Brian kepada perempuan yang ada di dalam pelukannya itu.
__ADS_1