
Malam berlalu, kini Aira tengah sibuk di dapur untuk memasak sarapan untuk para penghuni rumah tersebut, semenjak Aira menjadi menantu mereka, dan suami Brian itu, sang suami tak mau untuk makan makanan lainnya, kecuali masakan sang istri.
Begitupun dengan kakek surya, yang lebih suka minum teh hijau bikinan daru cucu mantunya, dan Aira pun sangat tau dengan selera makanan masing masih keluarga barunya itu.
Aira malah senang klau keluarga barunya itu menyukai setiap masakan yang dia buat, apa lagi setiap yang Aira bikin tak pernah ada sisa.
Sedang asik berkutat di dapur Aira di kaget kan oleh suara sang kakek.
"Aira kok sendiri nak, Mami mu kamana?" tanya sang kakek, merasa aneh, biasanya Arum pagi pagi pasti sudah berada di dapur membantu sang cucu mantu.
"Ibu belum bangun kayaknya kek?!" ucap Aira lembut, sambil menatap wajah sang kakek.
Kakek surya mengangguk tanda mengerti.
"Kakek mau di bikinin teh?" tanya Aira menatap sang kakek.
"Boleh klau kamu ngak kerepotan?!" ucap sang kakek tersenyum penuh binar di matanya, memang dia ke dapur untuke cari teh buatan sang cucu mantu, yang biasanya sudah tersedia di meja teras, dan tumben haru ini belum ada, makanya dia menyusul ke dapur.
"Maaf ya kek, Aira telat bikin teh buat kakek?!dengan muka penuh sesal.
__ADS_1
"Tidak masalah sayang?!" ucap sang kakek membelai kepala Aira penuh kasih, karena semenjak ketemu Aira sang kakek memang sudah menyayangi Aira seperti cucu sendiri.
"Ya sudah kakek kedepan saja, nanti Aira antar kedepan?!" ucap Aira.
"Tidak usah sayang, biar kakek sendiri yang bawa ke depan?!" tolak Kakek, karena sang kakek tau, cucu mantunya sedang sibuk membuat sarapan untuk keluarganya, dan di tambah tidak ada bantuan dari sang Ibu mertua
Lama berkutat di dapur, hingga anggota keluarga baik hati itu datang satu persatu, yang di awali oleh sang Mami jalannya sedikit mengangkang ulah predator liar itu.
Tak lama di susul oleh Papi Tama dengan muka yang berseri seri, dan bersiul siul kecil, karena sebelum mandi tadi, sang Papi kembali menggempur sang Mami di dalam kamar mandi, oleh sebab itu sang Mami mertua tak sempat membatu menantu cantiknya membuat sarapan.
Tak lama datang juga suami tercinta Aira itu, dengan muka sedikit di tekuk, karena tak mendapatkan jatah sesuai ke inginannya, walau hasratnya tera
Di tambah lagi, saat bangun tidur tak ada Aira di sana, yang biasanya membantu dia berpakaian dan selalu memeluk dan sesekali pengecup mesra bibirnya itu, namun tadi pagi sang istri malah sibuk di dapur tanpa naik ke kamar barang sebentar, jadi lah dia memakai pakaian sambil menggerutu kesal, walau pun pakaian dan segala macam printilan sudah di siapkan sang istri, tetap aja kurang oleh bayi bagong itu.
"Widih... kenapa tuh muka pagi pagi sudah lecet, ngak dapat jatah ya?!" ucap sang Papi menaik turunkan alisnya.
"Giman mau dapat jatah preman, lagi tegang tegangnya eh... malah datang bulan!!" kesal Brian mengoceh tanpa filter, jadi lah Papi. Tama menyemburkan tawanya.
"Ncek... ngak usah ketawa deh Pi...!!" kesal Brian.
__ADS_1
"Hahaha.... kasian sekali kamu tong, main solo dong pake tante dov?" tanya Papi Tama dengan bibir lemesnya itu.
"Enak saja mana ada begitu, tetap dong istri aku kasih servis memuaskan, walau dengan cara ekstrim?!" ucap Brian sambil membayangkan wajah sang istri yang sedang memuaskannya tadi malam.
"Jangan di bayangkan, nanti pengen lagi, pabrik sedang tutup!!" kekeh Papi Tama melewati sang anak begitu saja.
Brian kesal setengah mati dengan ucapan sang Papi, dan mengganggu hayalannya.
Sedang kan Kakek surya, hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku, Ayah dan Anak itu.
"Sayang... kamu kok biasa saja sih... jalannya?" tanya Mami kepada Aira.
Muka Aira lansung merah merona mendapat pertanyaan dari sang Mami.
"Aku lagi datang bulan Mi?!" ucap Aira jujur.
"Waduh... kasian sekali anak itu, pasti kesal setengah mati dong, secara melihat sang istri sudah cetar membahana, malah ngak bisa di sentuh!!" ucap sang Mami sendu, dan tak lama malah menyemburkan tawanya tanpa bisa di tahan lagi, membayangkan wajah anak nya yang sedang menekuk muka.
Wajah Aira sudah memerah bak kepiting rebus di buat oleh sang Mami.
__ADS_1
Bersambung..