Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 130


__ADS_3

"Bu, gimana ini, anak sialan itu juga ngak tau rimbanya, gimana sama hidup kita ini bu, satupun ngak ada kabar?!" keluh Ayu Yang sudah seharian mencari keberadaan Aira.


"Ibu juga bingung! Ayah mu juga ngak ada kabar, sementara uang kita sudah menipis banget, besok tau bisa makan atau tidak!" keluh Bu Ningsih, sambil menselonjorkan kakinya di karpet.


"Gimana klau kita pulang ke kota Y, kita temui laki laki tua bangka itu Bu, kita mohon mohon sama dia, trus kita tinggal lagi di rumah sana, bisa makan enak, ngak kesusahan kayak sekarang?!" ucap Ayu memberi saran.


"Hah... kamu benar, kita pulang ke kota Y, Ibu yakin tua bangka itu akan menerima Ibu, secara dia kan cinta mati sama Ibu?!" ucap Bu Ningsih dengan pedenya.


"Yok... kita pulang, eh... tapi tunggu dulu, kita kan ngak punya ongkos, kita mau pulang pake apa?!" tanya Ayu bingung.


"Ngak ada cara lain, mau ngak mau kita jual aja perhiasan kita, nanti kita bisa beli lagi pake duit si tua bangka itu, lagian sekarang ngak ada yang merong rong kita lagi, tua bangka itu sekarang tinggal sendiri dan Bima sudah sama istrinya, kita bisa dengan leluasa menguasai uangnya?!" ucap Bu Ningsih tertawa jahat.


"Ah... Ibu memang pintar, aku saja ngak kepikiran untuk itu?"


"Iya dong, kamu harus belajar sama Ibu?!" ucap Bu Ningsih dengan pongahnya.


Di tempat lain...


Nina sedang bekerja di sebuah restoran sebagai waitres.

__ADS_1


Dan tak sengaja Wiliam juga sedang ada meeting di restoran tersebut.


Wiliam dari tadi fokus melihat Nina yang sedang bekerja dengan penuh semangat, dia tau saat ini Nina pasti juga sedang libur kuliah sebab sang adik dan adik iparnya juga sedang libur.


"Cewek langka, temannya sibuk liburan dia malah sibuk bekerja?!" gumam Wiliam.


Tak sengaja Nina di tabrak oleh seseorang dari belakang, karena orang tersebut sibuk memandangi hpnya dari tadi, dan tidak melihat jalan sama sekali, namun dia malah menyalahkan Nina yang sedang membawa pesanan ditangannya.


Brak...


"Ya ampun...." ucap Nina kaget karena tabrakan keras dari belakang dia sampai terhuyung kedepan.


"Ya.... kismin, rakyat jelata, ngapain kamu menghalangi jalan saya haaa....!" teriak perempuan arogan tersebut.


"Mbak mbak kepalamu peyang, emang kamu pikir saya mbak mu hah.... panggilan kampungan macam apa itu, dan lagian kamu yang salah, kenapa harus berjalan di depan saya!!" teriak wanita sombong itu.


Kehebohan tersebut berhasil mengalihkan , perhatian orang yang sedang makan, ke arah dua orang yang sedang adu mulut itu.


"Haii... Nona memang kamu yang salah, sudah menabrak saya dari belakang, dan sekarang tolong ganti rugi Nona, anda sudah membuat makanan itu tumpah.

__ADS_1


"Enak saja kamu, saya ngak mau ganti rugi, itu salah kamu sendiri yang berjalan di depan saya!" sanggah wanita tersebut.


"Baiklah klau Nona tidak mau bayar, saya akan mengambil rekaman Nona yang telah menambrak saya, dan akan saya adukan ke polisi, dan akan saya siarkan di media, klau Nona bersalah namun tak mau ganti rugi, klau sampai itu terjadi, apa Nona tidak malu, secara Nona yang katanya artis terkenal dan orang baik sejagat raya itu hanya bohongan belaka, hanya kamuflase ucap Nina dengan tegas!"


"Aarrrgggg.... sial wanita miskin, rendahan sampah masyarakat, kurang ajar kau...!!" kesal si wanita.


"Emang saya orang miskin, makanya kerja biar ngak jadi sampah masyarakat, dari pada saya jual diri mengangkang di bawah laki laki hidung belang, mending saya kerja kayak gini dapat uang halal!" semprot Nina tak mau kalah.


"Hehh.... apa maksud mu nuduh saya tidur sama laki laki hidung belang hah....!" kesal artis abal abal itu.


"Dih... siapa yang nuduh sih, saya cuma bilang pendapat saya, kenapa Nona yang tersinggung, jangan jangan emang itu kerjaan Nona!" balas Nina dengan sengit, dia tak akan mau di rendahkan orang, sampai kapanpun akan dia balas perbuatan orang itu, dia bukan lah gadis lemah seperti di novel novel yang hanya mampu minta maaf dan menangis di saat dia dituduh dengan perbuatan yang tidak dia lakukan.


"Hah...saya mau pergi, minggir kamu, malas saya melihat tampang kampungan kamu itu!!" bentak artis abal abal lagi.


"Eits... siapa bilang anda bisa keluar dari sini, bayar dulu kerugian yang anda perbuat, baru anda bisa pergi!" tegas Aira.


"Dasar gadis sialan, miskin, ngak guna!!" maki artis tersebut.


"Bodo" acuh Nina, sambil merapikan barang barang yang sudah berantakan tadi, di bantu oleh sesama teman waitresnya, menager Nina hanya geleng geleng melihat tingkah Nina, karena dia tak perlu turun tangan, Nina pasti bisa menanganinya, memang Nina sudah beberapa kali terlibat cekcok dengan orang orang sombong, dan Nina tak pernah kalah dari mereka.

__ADS_1


Wiliam hanya terkekeh melihat Nina yang tiada takut itu.


Bersambung....


__ADS_2