Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 218


__ADS_3

"Dokter Aira, ini beneran anda?" Tanya Nyonya leora.


"Iya Nyoya" ucap Aira tersenyum manis.


"Ahhh... Akhirnya kita ketemu lagi, saya fikir anda belum menikah dok?" ucap Nona Leora.


"Saya sudah menikah Nyonya" ucap Aira.


"Sudah berapa usia kandungan anda dok? perasaan waktu itu anda belum hamil?" tanya Nyanya Leora sambil mengelus perut buncit Aira.


"Sudah tujuh bulan Nyonya, waktu itu mungkin masih sekitar satu dua minggu" jawab Aira.


"Ah... masa, tapi kok ini besar sekali, seperti sudah mau lahiran?" tanya Nyonya Leora.


"Kembar tiga nyonya" jawab Aira tersenyum dan mengelus perut buncitnya.


"Waahhhh... Benarkah" ucap Nyonya Leora dengan mata berbinar.


"Ah....sayang sekali anda sudah menikah dok, padahal waktu itu saya ingin menjodohkan Leonel dengan anda ternyata anda sudah menikah" oceh nyonya Leora.


Wajah Leonal lansung bersemu merah, mendengar ucapan sang Ibu, jangan lupa tatapan keluarga Brian melotot mendengar menantu kesayangan mereka incaran pebisnis handal jauh di atas mereka, ohh... tidak bisa.


"Deg....


Jantung Brian lansung tidak aman, ternyata istrinya banyak di sukai orang di luar sana, dan bukan para lelaki muda saja, namun para Ibu pun dengan suka rela menjodohkan anak mereka dengan Aira.


"Anda bisa saja Nyonya, saya sudah bersuami dan sebentar lagi juga mempunyai tiga bayi" ucap Aira tersenyum canggung.

__ADS_1


"Paman Bibi, kalian di sini! aku mencari kalian dari tadi, ternyata kalian di sini" ucap seseorang yang datang tiba tiba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Tom, kapan kau kembali, aku kira kau tidak jadi datang!" saut Leonel.


"Haii... sepupu ganteng ku, namun sayang lebih gantengan aku dari kamu" ucap Tommy terkekeh geli.


Ya orang yang datang adalah Tommy kakak angkat Aira.


"Bagai mana, kau sudah menemukan dokter cantik yang menjadi incaranmu?" tanya Tommy. Tampa memperhatikan orang orang yang ada di sekitar sana.


"Sudah, tapi sayang dia sudah bersuami, sekarang lagi hamil" ucap Leonel yang tidak sadar curhat di depan mereka.


"Haa... serius, kasihan sekali kau, tapi klau pernikahannya tidak baik baik saja, bisa kau tikung aja suaminya" oceh Tommy nyeleneh.


Deg..


Hati Brian semakin kembang kempit mendengar ucapan kakak angkat sang istri, apa lagi kakak angkatnya itu tau klau waktu itu Aira dan dia sedang ada masalah, dia yakin yang di sukai oleh Leonel adalah sang istri.


"Kak" tegur Aira yang dari tadi memperhatikan Tommy, dari tadi kakak angkatnya itu ada di sana dan tidak sama sekali melihat sekitarnya.


Tommy mengedarkan pandangannya ke arah suara yang memanggilnya. Tommy lansung terkejut.


"Adeknya kakak, kemana saja kau hmmm, pergi ngak bilang bilang, tidak bisa di lacak pula, kemana kau pergi selama ini hmmm..." celoteh Tommy menghampiri Aira dan memeluk sang adik dengan sayang, namun pelukan itu sedikit terganggu dengan perut buncit sang adik.


Tommy, beralih melihat perut buncit sang adik.


"Kenapa kau bisa seperti ikan kembung begini" celoteh Tommy.

__ADS_1


Aira dan Tommy memang sudah lama tidak bertemu, Tommy pulang ke negaranya. sebelum Aira menghilang dan saat kembali yang Tommy tau adiknya kabur dari rumah mertuanya.


Sempat Tommy meradang dan memukuli Brian sampai babak belur saat itu, mendengar sang adik tidak di temukan.


Ncek...


"Kakak ini, aku tuh bukan ikan kembung" rajuk Aira.


"Lalu apa?" tanya Tommy.


"Aku bawa drumband" celetuk Aira yang ikutan nyeleneh.


Hahaha... setelahnya mereka malah tertawa bersama, Aira dan Tommy melupakan orang orang di sekitarnya.


"Kemana kau pergi waktu kabur dari rumah suami mu itu sayang?" tanya Tommy menatap Aira.


"Aku ke Libanon" ucap Aira tanpa beban.


"Apa... ngapain ke Libanon? kamu mau ikut perang?" kaget Tommy, dan jangan lupa Tuan Robert , Nyonya Leora dan Leonel ikutan kaget mendengar Aira pergi ke Libanon.


"Cuma ingin menenangkan pikiran di sana, eh ternya tidak enak, setiap hari cuma yang aku dengar hanya alunan senjata dar dir dor, dan kobaran api, jadi aku pulang lagi" jawab Aira nyeleneh.


"Ncek kau ini, apa kau tau suami bodoh mu itu hampir gila mencarimu, dan satu lagi apa dia tidak mengadu kepadamu, kalau dia sempat Kakak hajar sampai babak belur, untung tidak mati, klau bukan di halangi oleh Ali" oceh Tommy.


"Jangan mati dong, nanti aku jadi janda muda" kekeh Aira. Brian melotot tidak suka mendengar ocehan istri dan kakak angkat sang istri.


"Sayang...."

__ADS_1


Bersambung....


Haii jangan lupa like komen dan Vote ya...


__ADS_2