
Kini di sini lah mereka berada di rumah sakit tempat Bu Ningsih yang sedang melakukan operasi.
"Kenapa Ibu bisa kecelakaan?!" tanya Bima ngos ngosan, walau bagaimana marah dan bencinya, wanita yang sedang terkapar di meja operasi tersebut tetap lah, ibu yang telah melahirkan nya.
"Iya tadi Ibu tertabrak mobil di jalan depan mall xx, karena kami menunggu taxi, mau pulang dari mall, aku di ganggu sama preman, Ibu menolong aku dari preman tersebut, eh... malah Ibu yang tertabrak mobil?!" jelas Ayu, masih sesegukan menunggu sang Ibu, namun mata gatalnya selalu curi curi pandang sama Brian, membuat Brian risih melihatnya.
"Kaka duduk di sini aja, kasian kaka kecapean?!" ucap Aira penuh perhatian kepada sang kaka ipar yang membawa perut besar itu.
Melihat Aira yang perhatian sama Dewi, membuah Ayu jengah dan memutar matanya males.
"Ncek, sok perhatian benget sih, yang satu lebay lagi, sudah tau bunting pakai ikut lagi, dasar gatal, ngak bisa diam di rumah aja sih?!" umpat Ayu mengedumel dalam hati.
"Lagian kamu memakai pakaian kurang sopan kayak gini, mengundang laki laki mengganggu kamu?!" ucap Bima yang memperhatikan pakaian Ayu yang kurang bahan itu.
"Ncek... Abang ngak tau fhasion sih, jadi ngak ngerti?!" dumel Ayu ngak terima Bima mecela pakaiannya.
__ADS_1
"Iya gara gara fashion ini, Ibu jadi celaka kan?!" kesal Bima.
Ayu mah melengos memalingkan muka, karena rasa kesal, sang abang mengomentari pakaiannya.
Yang lain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ayu itu.
Pak Alek hanya duduk diam di samping menantu dan anaknya, males meladeni Ayu yang notabane bukan anak kandungnya.
"Ayah kenapa diam aja, apa Ayah ngak khawatir sama Ibu, Ibu itu istri Ayah loh... yang sudah ngasih keturunan buat ayah?!" ucap Ayu yang ngak ada sopan sopannyan itu.
"Dia bukan istri saya lagi, ingat itu, dia hanya MANTAN istri?!" ucap Pak Alek menegaskan kata kata mantan.
"Maaf ya Nona rumah itu tidak ada sangkut paut sama Ningsih, karena rumah yang saya jual itu adalah rumah peninggalan orang tua saya, dan rumah itu di wariskan atas nama Bima, mengerti?!" ucap Pak Bayu, mulai kesal sama Anak ngak jelas itu.
"Dan Ingat satu lagi, selama saya menikah dengan Ibu kamu, saya tidak bisa membeli apa apa karena uang gaji saya selalu kalian habiskan untuk berfoya foya?!" ucap Pak Alek kesal.
__ADS_1
"Ncek... Ayah kok gitu banget sih, padahal dulu Ayah sayang banget sama aku, dan manjain aku banget, sekarang Ayah kok rasanya benci banget sama aku?!" seolah olah tak terjadi apa apa.
"Dulu saya memang menyayangi mu, sebelum tau kalau kau bukan anak kandung ku, dan bodohnya aku selalu percaya dengan ucapanmu, yang selalu memfitnah anak kandungku?!" geram Pak Alek.
"Itu sih... salah Ayah sendiri kenapa mau aku bodoh bodohin, ngak mencari kebenaran nya, dan itu setimpal kok sama yang aku rasakan. karena dia kan, aku ngak bisa bersama Ayah kandungku, jadi biarkan saja di tak di sayangi sama Ayah?!" acuh Ayu.
"Iya, karena kebodohanku, mempercayai kalian manusia ular, dan untungnya kebohongan kalian terbongkar sebelum ajal menjemput ku, jadi aku masih bisa minta maaf sama anak kandungku, dan memberikan kasih sayang sama dia, dan kamu apa, setelah bertemu Ayah kandungmu, apa kamu bahagia, apa kamu mendapat perhatian, apakah kamu di sayangi olehnya, apakah dia ada di saat kalian seperti ini?!" sarkas Pak Alek,
Dan lansung membuat Ayu tertohok dan diam seribu bahasa, memikirkan sang Ayah yang tak pernah lagi menemui dia dan Ibunya.
Dan jangan lupa pandangan kesal semua orang yang ada di sana.
Bersambung....
Gimana kesal ngak, kesal ngak hehehe....
__ADS_1
"Terima kasih" ya sudah mengikuti cerita aku dan jangan lupa like komen vote dan hadiah ya
Kadang membuat alur yang menarik itu membuat otak ngebul, butuh merenung sementara hehehe...