Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 213


__ADS_3

Aaaggkkk... Kenapa gadis kampung itu bisa balik lagi sih, kenapa semua rencana gue berantakan, sial.. sial....!! gimana ini, mana bajingan itu ngak bisa di tipu lagi, gue gugurin aja kali anak ini, biar bisa bebas dari brengsek itu!" kesal Angel.


"Berani kamu menggugurkan anakku, habis kamu!!" bentak seseorang yang membuat Angel terlonjak kaget sekaligus pucat pasi, mendengar suara garang di belakangnya.


"Dari mana kamu!!" ucap lelaki bertato itu menatap Angel dengan tajam.


"N ngak dari mana mana?!" ucap Angel gugup.


"Ngak usah bohong!! kamu dari mana!! jawab dengan jujur...!!" bentak lelaki bertato itu.


"Aaku dari mall Ben..?!" ucap Angel gagap.


"Kamu tidak bohongkan....!!" tatap lelaki bertato yang bernama ben itu dengan penuh selidik, tentu saja membuat Angel risih dan takut.


"Ngak, aku ngak bohong kok, benaran aku dari mall?!" ucap Angel yang tidak mau di salahkan.


"Ngapain kamu ke mall!" tanya Ben.


"Aku mau beli baju, bajuku sudah pada sempit ?!" ucap Angel.


"Oohh... ya sudah, awas kamu berencana melarikan diri, saat itu juga kamu akan menanggung akibatnya!" ancam Ben dengan mata penuh kilatan.


"Iya..." ucap Angel patuh, namun di hatinya penuh kebencian dan dendam.


"Sialan lelaki ini benar benar membuat gue tidak berkutik, nyesel gue pernah suka sama bajingan ini, tukang selingkuh, mana suka sama nenek nenek peot lagi" gerutu Angel dalam hati.


"Tidak usah memaki aku dalam hati!" bentak Ben, yang melihat wajah marah Angel.


"Siapa yang memaki" elak Angel.

__ADS_1


"Sial dia paranormal kali ya, tau taunya lagi gue maki maki" gedumel Angel.


Sementara itu Aira dan Mami sudah sampai di rumah dia lansung membersihkan diri dan akan membuat kejutan buat suami tercintanya yang pasti sedang kesal itu.


Brian pulang dengan langkah yang terburu buru, masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh Papi Tama di belakangnya, dengan melihat tingkah aneh anak semata wayangnya itu.


"Kamu sudah pulang Bri" ucap sang Mami yang duduk di sofa tamu itu.


"Sudah Mi. Aira mana Mi?" tanya Brian.


"Ada di kamar" jawab sang Mami.


"Ya sudah, aku naik dulu ya Mi?!" ucap Brian terburu buru kabur dari sana.


Mami Arum cuma terkekeh melihat tingkah anaknya itu, dia sudah tau apa yang terjadi kepada anaknya itu.


"Mi..." ucap sang Papi mengagetkan Mami Arum, yang masih asik memandangi ke pergian Brian yang terburu buru itu.


"Lagian Mami, ngapain mandangin anaknya sambil senyum senyum aneh kayak gitu? kesambet ya?!" oceh Papi Tama.


Puk...


Satu pukulan melayang ke bahu Papi Tama.


Aduhhh....


Papi Tama mengaduh, karena kesakitan di pukul oleh sang Mami.


"Syukurin..." oceh sang Mami tanpa perasaan.

__ADS_1


"Sakit tau Mi?!" keluh Papi Tama.


"Lagian ngapain ngatain Mami kesambet?!' kesal Mami Arum.


"Lah... salah Mami senyum senyum sendiri" ucap Papi Tama tak mau kalah.


"Mami itu lagi ngetawain anak kita itu Pi!" adu sang Mami.


"Emang ngapain ngatawain Brian?" heran Papi Tama.


"Mau maunya aja di bohongin sama istrinya" ucap Mami Arum terkekeh geli.


"Emang si bohongin apa?" ucap Papi Tama ikut kepo.


"Dia minta jatah, Aira bilang lagi datang bulan, lah... mana ada orang hamil datang bulan?!" kekeh Mami Arum.


"Hahahaha... Rupanya mantu aku masih dendam sama suaminya, sampai sampai ngerjain suami oon nya itu?!" kekeh Papi Tama, ikut tertawa.


Pantes wajah Brian dari tadi tidak bersahabat saat rapat, rupanya ulah sang istri.


"Papi kok seneng sih, anaknya di kerjain?" oceh sang istri.


"Lagian jadi orang terlalu lugu, ngadapin perusahaan aja jago, giliran masalah kesejahteraan hidup oon" kekeh sang Papi.


Mami ikutan terkekeh mendengar ucapan sang suami.


"Mantu cantik Papi itu semenjak hamil, tingkat ke usilannya bertambah" lanjut sang Papi dan di anggukin oleh sang Mami.


"Ya udah dari pada ngetawain Brian, mendingan kita buat adik Brian" ajak sang Papi menarik tangan sang Mami ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2