Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 203


__ADS_3

Tak...


Tak...


Tak...


Bunyi sepatu menyentuh ubin lantai di ruangan itu, membuat pandangan siapa pun yang berada di dalam ruangan itu, mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.


Karena merasa tidak ada orang yang akan bertamu ke rumah mereka, apa lagi saat ada kumpul keluarga seperti ini, mereka tidak akan menerima tamu siapa pun itu.


Semakin lama langkah itu semakin dekat kearah mereka, dengan suara langkah yang semakin nyaring.


"Apa kita ada yang menerima tamu?" ucap sang Mommy.


"Tidak ada.." ucap Aleta dan berbarengan gelengan dengan kepala yang lain.


"Trus siapa yang bertamu?" lanjut sang Mommy.


"Entah lah... kita tunggu saja?!" ucap sang Deddy.


"Assalamualaikum...." ucap Aira memberi salam, kepada penghuni rumah, yang sedang berkumpul itu.


"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak, sambil menatap Aira.


"Aira...." Teriak sang kakek, Mommy, Deddy, semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


"Sayang...." Teriak Brian tidak kalah kaget melihat sang istri, yang berdiri tegak di depan mereka.


Brian lansung berlari, mendekati Aira, namun naasnya.


Brukk...


"Auiiiissss..." Brian mengaduh kesakitan, dia tidak melihat jalan, dan menabrak meja besar di depannya, dan Brian lansung jatoh tersungkur tanpa ampun di ubin tersebut.


Semua orang yang melihat Aira, lansung mengalihkan pandangannya, melihat ke arah Brian yang tersungkur tidak estetik itu, dan jangan lupa air minum yang ada di atas meja tersebut ikut mengguyur tubuh Brian.


Brian lansung berdiri dengan merasakan sakit di lutut dan jidatnya, dia berusaha menahan sakit, malu, kesal, dan kaget melihat sang istri.


Semua yang ada di sana, kaget melihat Brian yang terjatuh, dan lansung melipat bibir dalam dalam takut menyemburkan tawa. karena melihat tampang Brian yang sudah seperti kucing kecebur cat, karena tumpahan Air minum berwana di atas meja itu.


Aira yang melihat sang suami kaget, dan lansung buru buru membantunya.


"Kenapa abang ceroboh sekali, apa abang melihat hantu sampai menabrak meja?!" oceh Aira.


"Ini gara gara kamu sayang, kemana saja kamu? abang sudah cari kamu kemana mana, tapi kamu ngak ketemu ketemu, kamu ngumpet di mana, sampai abang susah menemukan kamu?!" cerocos Brian tanpa henti.


Brian lansung ingin memeluk sang istri, namun itu sia sia, karena Aira dengan gesit mengelak dari tangkapan Brian itu.


"Stop..... Jangan peluk peluk!" tegas Aira.


"Kenapa...? abang rindu sama kamu, kenapa abang ngak boleh peluk kamu, apakah kamu masih marah sama abang, apa kamu ngak mau maafin abang, abang ngaku salah sayang, abang mohon maafkan abang, jangan pergi lagi, tolong maafkan abang sayang?!" Brian dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"Ncek... Bukan itu, ganti baju dulu, ngapain aku meluk abang yang kayak kucing kecebur itu!" sungut Aira.


"Hah..." ucap Brian melihat tubuhnya itu, baru lah Brian sadar dan Brian berlari ke dalam kamarnya, yang memang ada di rumah itu.


Aira terkekeh geli melihat tingkah sang suami, setelah Brian menghilang di balik pintu itu, baru lah Aira melihat ke arah keluarga sang suami yang masih bengong melihat ke arah Aira itu.


"Kakek, Mom, Ded, Mami, Papi". Aira memanggil nama nama orang di sana satu persatu.


"Sayang... Kamu sudah pulang nak?!" tanya sang kakek, membentangkan tangannya, agar sang cucu mantu, masuk ke dalam pelukannya.


Aira lansung masuk ke dalam pelukan sang kakek.


"Kek, maafin Aira ya, sudah pergi dari rumah?!" ucap Aira penuh rasa bersalah.


"Tidak apa nak, itu bukan salah kamu sepenuhnya kok, itu salah mereka yang bodoh saja, yang mementingkan perasaan orang lain, dia lupa dengan perasaan orang dia sayang tersakiti?!" oceh sang Kakek membelai kepala Aira.


"Aira rindu kakek" ucap Aira memeluk sang kakek dengan erat.


"Kakek apa lagi, sangat merindukan kamu sayang?!" ucap sang kakek sambil tersenyum dengan mata yang berkaca kaca, bukan tangis kesedihan, namun adalah tangis bahagia, karena sang cucu mantu kesayangannya sudah kembali.


Semua orang yang ada di sana, ikut terharu karena orang terkasih mereka sudah kembali, termasuk sang Mami mertua begitu senang saat melihat menantunya sudah kembali, tak terasa air matanya sudah mengalir deras di pipinya.


Bersambung..


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2