Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 108


__ADS_3

"Baik lah... Setelah acara Tuan, aku akan menyatakan cintaku sama Aleta, semoga dia tak menolakku!" ucap arya semangat.


"Selamat berjuang Bro... Semoga kau berhasil, dan biarkan jomblo abadi itu merana seorang diri!" ucap Brian santai, tanpa memperdulikan kepala Wilian sudah keluar tanduk.


"Dasar sepupu lucknat kau, mending dulu gue pepet terus Aira, tak akan gue kasih kesempatan kau mendekatinya!" kesal Wilian.


"Loe menyukai istri gue haahhh.... !" ucap Brian terlonjak kaget, mode cemburunya langsung aktif.


Wiliam hanya mengatakat bahunya acuh tak acuh, itu membuat Brian meradang, ingin melempar Wiliam menggunakan bantal sofa.


Namun sebelum itu terjadi, dari atas tangga, terdengar bunyi, heels yang beradu dengan ubin.


Tak....


Tak....


Tak....


Itu mengalihkan atensi mereka yang sedang berantam.


Aira turun dengan langkah anggunnya, wajah yang bersinar, memakai dress selutut, lengan sebahu. yang memperlihatkan bahu putih mulus Aira.


Glek.....


Sungguh Brian menelan salivanya susah payah, melihat penampilan sang istri yang sungguh menggoda di mata Brian.


"Wooo..... kau sungguh cantik sekali sayang, kenapa abang begitu bodoh, mau saja mengalah sama beruang kutub ini dulu!" ucap Wiliam, memancing emosi Brian.

__ADS_1


"Yaaa.... sialan!! kenapa kau menggoda istriku!" kesal Brian, langsung buru buru mendekat kepada sang pemilik jiwa, dan mengurung Aira dalam pelukannya.


Aira hanya bisa menghela nafas pasrah, klau sudah suaminya dalam mode cemburu, tak ada yang bisa melepaskan lilitan Brian di tubuh sang istri, kecuali nyonya ratu ikut turun tangan.


Arya hanya bisa gelang geleng kepala, melihat tingkah Brian tersebut, baru kali ini Brian yang sangat posesif sama perempuan, dan cemburu akut.


Awww....


Awww..


Awww...


"Sakit Mi...! kenapa di cubit sih?!" kesal Brian, meringis menahan cubitan sang Mami di pinggangnya.


"Ngapain kamu peluk peluk mantu Mami kayak gitu, merusak karya orang saja!" Mami melotot galak.


"Ncek... istri aku ini Mi?!"


"Mi... jangan suka mengadi ngadi deh Mi, Aira cuma milik aku, ngak ada ya buat yang lain!" kesal Brian tak terima dengan ucap sang Mami,


Mami hanya acuh, dan menarik tangan Aira dari rangkulan Brian, dan membawa Aira berjalan ke luar, menuju mobil, untuk berangkat ke hotel.


"Mi... kenapa istriku di bawa lagi sih!" kesal Brian mengejar sang Mami, untuk merebut istri cantiknya itu dari tangan sang Mami, dan membawa istrinya masuk ke dalam mobil dia sendiri. dia tak mau lagi di pisahakan dari sang istri, sudah cukup seharian dia di buat uring uringan oleh sang Mami.


"Ya... anak tengik kembaliin mantu Mami!"


"Tidak akan?!"

__ADS_1


"Awas kau buat mantu Mami kelelahan, Mami potong burung perkutut mu itu!" kesal sang Mami.


Brian reflek memegang si burung perkututnya.


"Dasar Mami paling tega sedunia, tanpa dia Mami ngak bisa punya cucu!" kesal Brian.


"Ah... iya ya, Mami lupa, klau gitu, kamu boleh tidur sama mantu Mami, tapi jangan bikin dia ke lelahan!" yang ketakutan tak mendapat cucu yang dia ingin kan.


"Ok Mam..." Brian langsung tersenyum menang, dan membawa sang istri ke hotel, tempat acara yang akan di laksanakan besok hari.


Di ikuti oleh iringan rombongan keluarga besar Brian dan Aleta dari belakang.


"Sayangg... kamu cantik sekali!" puji Brian kepada sang istri.


Membuat Aira tersenyum manis.


"Benarkah" tanya Aira, malu malu.


"Hmmm... apa lagi kita melakukan seronde di hotel, kamu pasti lebih cantik lagi, Brian mencari ke untungan buat dirinya.


Aira langsung memberengut kesal, pada sang suami mesumnya itu, tiada hati tanpa melakukan aktifitas itu, apa dia ngak tau, badan sang istri selalu di buat lelah oleh kemesumamnya itu.


"Jangan cemberut sayang?! nanti cantiknya ilang!" rayu Brian.


"Bodo..." kesel Aira, membuat Brian terkekeh geli, melihat wajah sang istri memberengut lucu, dan bibir pinknya itu, mengerucut minta di ci*ok.


"Bibir harap kondisikan sayang, apa mau abang makan di sini, abang mah mau mau aja!" goda Brian menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Mesum..." Brian kembali terkekeh, dan mengelus lembut rambut sang istri.


Bersambung....


__ADS_2