
Tok...
Tok...
Bunyi pintu mobil di ketuk dari luar, ulah siapa lagi kalau bukan Wiliam, karena mereka sudah datang beberapa menit yang lalu, tapi dua manusia yang di dalam mobil itu, tidak ada tanda tanda akan turun,
Karena penasaran, akhirnya Wiliam memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di sana, padahal sudah di larang sama keluarganya, biar Brian bisa mengungkapkan perasaannya kepada Aira, dasar Wiliam yang kepo bin usil itu tetap dengan pendiriannya, melihat apa yang terjadi di sana, namun hasilnya nihil, dia lupa kalau kaca mobil Brian tak tembus pandang dari luar,
"Ncek... Sudah jalan capek capek kesini, ngak ada hasil, kan... gue juga kepo! kesel Wiliam,
"Ahaaa....! gue ketuk aja pintunya, biar di buka!" gumam wiliam.
Tok...
Tok...
Ketukan pintu tersebut membuat Brian yang sedang memeluk dan mencuri c*uman lagi dan lagi dari Aira itu, menjadi kesal sendiri,
"Ncek.... kurang kerjaan aja nih, anak!" kesal Brian sambil melepaskan pelukannya dari Aira, sebelumnya masih sempat mencuri c*iman lagi dari Aira, baru lah dia melepaskan Aira dengan sedikit tak rela,
Muka Aira jangan di tanya, sudah merah bak kepiting rebus, karena ulah Brian di tambah takut ketahuan oleh orang yang ada di luar sana,
Sebelum membuka pintu, Brian sedikit merapikan rambut Aira yang berantakan gara gara ulahnya, dan membetulkan jasnya sendiri, tak lupa mewanti wanti Aira, agar tidak tebar pesona di dalam sana,
"Nanti, di dalam jangan tebar pesona sama kadal buntung, buaya darat di sana ya! awas... klau tebar pesona, abang hukum kamu...!" ucap Brian lembut dan penuh nekanan,
"Ncek... Siapa juga yang suka tebar pesona! kesal Aira,
__ADS_1
"Udah, hayukk... ih! itu sudah di tungguin, ngak enak tau!. kesal Aira
"Iya...iya tapi jangan jauh jauh dari abang, ok...!
"Iya, bawel amat sih!. Sungut Aira kesal,
Brian terkekeh melihat, wajah sang pujaan hati yang baru jadi pacarnya 10 menit yang lalu itu,
Brian membuka pintu, kembali dengan raut wajah sedingin salju tersebut, dan melihat gahar sama saudara sepupunya yang rese minta ampun itu,
"Ada apa! tanya Brian dingin,
"Ya ampun.... biasa aja kali! ngak usah sensi jadi orang!" ucap Wiliam tanpa dosa,
"Mana, adek gue! biar dia jalan sama gue aja, takut di dalam nyasar atau di godain buaya buntung!" ucap Wiliam menggoda Brian, dia yakin Brian sudah menyatakan isi hatinya sama Aira, karena walau bagai mana pun Brian bersikap dingin, sorot mata bahagianya tetap terpancar jelas,
Sedangkan orang yang sedang mereka perebutkan tampak salah tingkah, dan berlalu menemui Aleta,
Sampai di dekat Aleta, Aira bukannya tenang malah semangkin di usili oleh Aleta dan Jasmin,
"Gimana, gimana udah jadian?, langsung nikah apa pacaran dulu?" ucap Aleta menaik turunkan alisnya.
Itu semangkin membuat Aira salah tingkah, pipinya semangkin merah, di usili sama Aleta,
"Cie.... jadian nih, jangan lupa PJnya ya...! ucap Jasmin,
"PJ apaan kak!" ucap Aira polos,
__ADS_1
"Pajak jadian, ucap Jasmin, Aleta dan Momy berbarengan,
Itu sontak membuat muka Aira tambah merah, "mereka bener bener usil banget deh!" dengus Aira,
Kakek surya sama Dedy Alfa hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah ke tiga orang kesayangannya itu,
Brian melihat pujaan hatinya di bully sama keluarganya, langsung mendekat,
"Kalian apain Aira!" dengus Brian kesal,
"Ciee..... yang udah punya pawang! aku jadi ta-kuuuuttt....!" ucap Aleta memeluk Jasmin, sontak membuat mereka tertawa,
"Sudah, sudah... Ayo kita masuk, acaranya sudah mau di mulai!" lerai sang kakek,
Di ballroom hotel, Bella sudah mondar mandir gelisah menunggu kedatangan Brian,
"Kok Brian belom datang juga sih tante?" rengek Bella kepada Mami Arum,
"Sabar ya... mungkin sebentar lagi!" ucap Mami Arum menenangkan Bella,
Papi Tama, sedikit jengah dengan kelakuan Bella, yang tadinya dia mulai simpati, dan mau mendekatkan Brian pada Bella, sesuai janjinya kemaren sama Orang tua Bella, malah jadi ilfeel sendiri, di tambah pakaian yang di pakai Bella terlalu **** memperlihatkan lekuk tubuhnya, dia bergidik ngeri melihatnya apa lagi Brian,
Tak...
Tak...
Bunyi langkah kaki orang dari luar ballroom hotel tersebut, itu membuat seluruh mata langsung tertuju ke arah bunyi langkah kaki tersebut.
__ADS_1
Eng ienggg.... siapa kah mereka???