Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 179


__ADS_3

Siang itu terlihat, tiga mobil mewah memenuhi halaman rumah Papi Tama.


Seperti biasa klau bukan Keluarga Papi Tama yang datang ke rumah Deddy Alif, atau ke keluarga Deddy Alif yang datang kerumah Papi Tama, seperti saat ini.


"Haii... sayang kalian sudah datang" ucap Mami Arum melihat keluarganya datang.


"Belum Mi... Masih di jalan" ucap Aleta melantur.


"Hahaha... kau ini!" ucap Mami, memeluk Aleta, dan bergantian dengan yang lainnya.


"Haii... Semua.." sapa Angel sok akrab menyapa keluarga yang sedang bercengkrama di ruang tamu tersebut.


"Haii... Ucap mereka tanpa minat"


"Cih... sialan " ucap gerutu Angel di kacangin oleh keluarga itu.

__ADS_1


"Sini sayang, duduk sini dekat Mami" ucap Mami Arum, tentu saja membuat Mommy cantik di sampingnya tak suka, saat Angel mau duduk di samping Mommy, lansung saja sang Mommy berdiri berpindah di tengah tengah anak dan mantunya.


Itu semua tak luput dari pandangan mata orang orang di sana, bagai mana tak sukanya Mommy kepada rubah betina itu.


"Aira kemana ya Mi, kok ngak keliatan" tanya Aleta, mencari keberadaan sahabat sekaligus iparnya itu.


"Tadi naik ke atas, katanya ada sedikit kerjaan, tau tuh anak itu sudah tiga hari ini sibuk terus. jarang berkumpul pergi sebelum sarapan pulang kadang hari mulai larut" keluh sang Mami, dia melihat perubahan dari sikap Aira beberapa hari ini, yang tidak ada lagi kecerian di wajah menantunya itu, wajah yang dulu dingin itu kembali lagi, dia akan bersuara saat di tegur saja.


Di dalam kamar sana Brian berusaha untuk membujuk sang istri yang hanya diam dan tak banyak bicara itu, dia hanya melakukan tugas dan kewajiban sebagai istri saja, selebihnya tidak ada lagi, bicara seperlunya, tidak ada kemanjaan lagi dari sang istri, sifat dingin istrinya kembali kumat.


"Hmm..." begitu lah jawaban Aira, seperti pertama kali mereka bertemu dulu, hati Brian berdenyut nyeri mendengar jawaban sang istri.


"Kamu marah sama abang sayang?!" tanya Brian mengendusi curul leher sang istri.


"Menurut abang" tanya balik Aira.

__ADS_1


"Aku sudah bilang dari awal, tidak ada seorang adik yang berlaku terlalu manja kepada kakanya saat tau kakanya sudah menikah, tapi apa yang di lakukan Angel sudah melebihi batas bang, aku selalu bilang sama abang, abang selalu bilang dia cuma abang anggap seperti adik sendiri, namun tidak dengan Angel bang, aku perempuan bang, aku seorang istri, aku tau mana perempuan yang hanya menganggap abang sebagai kaka dan mana perempuan menggapai abang lebih dari kaka, hati istri tidak bisa di bohongi bang!" marah Aira , mengeluarkan semua rasa yang bersarang dalam hatinya.


"Sekarang terserah pada abang, mau terus membiarkan Angel berlaku manja sama abang atau abang akan ambil jarak, itu terserah abang aku sudah tak perduli!!" teriak Aira dan melepaskan pelukan Brian dari tubuh sintal itu.


Hati Brian berdenyut nyeri melihat kemarahan sang istri, baru kali ini Aira marah besar kepadanya, dan sampai mengabaikan dirinya.


Dan apa katanya tadi, dia sudah tidak perduli, istri cantiknya sudah tak perduli dengan dirinya, dan artinya istrinya itu akan menyerah dan akan pergi meninggalkannya, tidak tidak akan dia biarkan wanita cantik itu pergi dari hidupnya, biarlah dia kehilangan adik angkat dari pada kehilangan istrinya ini.


"Kamu ngak boleh ngak perduli sama abang, kamu harus perduli sama abang dek, abang suami kamu sayang, jangan begini" ucap Brian memeluk Aira lagi.


"Terserah abang" ucap Aira dia keluar dari kamar, menemui keluarga besarnya di ruang tamu sana.


Jangan tanya Brian mencak mencak frustasi, melihat istri cantiknya yang berubah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2