Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 38


__ADS_3

Aira hari ini kebagian sift malam di cafe Pelangi, akan tetapi dia tidak menjadi waitres untuk beberapa hari ke depan, dia membantu Aldi mengerjakan laporan bulanan di cafe pelangi dan cabang cabang lainnya yang di luar daerah,


"Bang ini kayaknya ada yang bermain curang deh di beberapa cabang!" ucap Aira, Aira memanggil bosnya memang dengan sebutan bos, karena Aldi tak ingin Aira dan karyawan lainnya memanggil dia bos, cukup panggil abang, katanya biar ngak terlalu formal,


"Masa sih dek, kayaknya ngak deh, soalnya kemaren sudah abang periksa laporan yang kamu pegang itu, ucap Aldi sedikit tak percaya,


"Klau di lihat sekilas emang ngak kelihatan bang, tapi coba dengan teliti, memang sih tak besar, cuma lama ke lamaan bisa menggunung juga bang, bisa rugi abang?!" ucap Aldi,


Akhirnya Aldi memeriksa laporan itu dengan teliti, benar saja apa yang di bilang Aira,


"Kurang ajar, berani beraninya dia main main sama gue!" ucap Aldi emosi,


"Dek, mau ngak selesai laporan ini, kamu bantu abang buat meneliti laporan Cafe yang di cabang dari 2 tahun terakhir!" ucap Aldi penuh harap,


"Nanti abang kasih bonus lebih, deh?!" melas Aldi,


Aira tetkekeh melihat wajah Ali, barusan sangar banget, lah ngak ada dua menit sudah berubah kayak kucing minta di belai,


"Aira mah siap aja bang, yang penting ngak nganggu kuliah sama ngak ada yang iri nanti klau Aira sering ngak bisa melayani tamu?!" Aira ngak enak hati,

__ADS_1


"Soal kuliah, kamu kuliah aja dulu, sepulang kuliah baru bantu abang, masalah karyawan itu gambang urusan abang, lagian siapa yang akan marah, lah mereka tau kok kamu bantu abang ngerjain lapora, dulu abang pernah minta tolong ngak ada yang bisa, jadi kamu tenang aja!" ucap Aldi,


"Baiklah Aku mah nurut aja!" ucap Aira,


"Ya sudah sekarang pulang sudah malam, ngak baik anak perawan keliaran malam malam, nanti di kata kunti!" ucap Aldi sambil terkekeh,


Aira malah mendelik kesel yang buat dia pulang malam siapa coba, sekarang malah di usir, si katain kunti pula,


Aldi malah cengenngesan melihat wajah kesel Aira, dia mengangkat tangannya dan membuat jari berbentuk V, "maaf",


Aira berjalan ke arah parkiran hendak mengambil motornya, tapi saat akan ke parkiran, Aira melihat preman yang dulu pernah mau mencelakai Aleta, dia langsung menemui para preman tersebut,


"Ngapain loe bang kesini?! ucap Aira dingin, itu berhasil membuat para preman merinding. masih sangat jelas bagi mereka, wanita cantik jelmaan iblis tersebut memukul dan mematah kan bagian tubuh mereka,


"Buset deh Aira bikin gue pengen kencing berdiri!" ucap Doni,


"Ya ampun dek, lu makan es batu berapa kantong!" gerutunya,


Balik ke preman tadi, mereka rada ketakutan melihat Aira, Aira malah mengangkat alisnya sebelah,

__ADS_1


"Ngapai kalian kesini, jangan bilang klau mau bikin onar lagi?, apa kalian mau gue potong potong ucap Aira sadis,


"Astaga ini bocah mangkin serem aja, kenapa bisa ketemu dia lagi sih?!" kesal kepala preman,


"Ka-mi mau cari kerjaan Nona?! bukan ngapa ngapain,


Aira mengeriyit bingung, nyari kerjaan kok malam malam,


"Heh... Manusia aneh, mana ada cari kerjaan malam malam, apa kerja maling malakkin orang, sarkas Aira,


"Dih Nona ini curigaan mulu sama kita!" ucap yang satu lagi,


"Gini Nona kita sudah dari pagi keliling cari kerja, tapi belum dapat satu pun, katanya ngak ada lowongan!''


"Emang kalian cari kerja pake baju ini, tunjuk Aira,


Di anggukin sama para preman tersebut.


"Ncek, mana ada yang mau kasih kerjaan klau kalian pakai baju kayak gini, yang ada kalian di sangka mau ngerampok!" sungut Aira kesel

__ADS_1


"Baju kami adanya seperti ini Nona!" ucap preman tersebut,


Aira cuma geleng gelang kepala, " tunggu di sini saya ambil motor dulu!" ucap Aura berlalu pergi menuju parkiran,


__ADS_2