
"Jadi ibu berselingkuh di belakang Ayah!" ucap Pak Alek bergetar.
"Menurut mu!"
"Aku ngak nyangka kamu kayak gini bu!?" pak Alek menahan emosinya.
"Heeh.... itu salahmu, dari awal menikah aku ngak pernah menyukaimu aku cuma terpaksa, ingat cuma terpaksa..!!" bentak Bu Ningsih.
"Jadi gara gara itu Ibu ngak pernah menyayangi aku dan Ayu!" ucap Bima menahan marah, sedih, kesal, benci kepada sang ibu.
"Haii... jangan salahkan saya, salahkan saja Ayahmu yang bodoh itu, kenapa mau menikah dengan saya, jelas jelas saya tidak mau dengannya, dan gara gara anak sialan itu saya dan anak saya harus berpisah dengan Ayahnya, sudah pantas adikmu menerima itu semuanya, sama sama tidak mendapatkan kasih sayang Ayahnya!" ucap Bu Ningsih tanpa bersalah.
"Ibu keterlaluan!" ucap Bima prustasi, pantas selama ini hanya Ayu yang di anggap anak dan selalu di sayang oleh sang ibu, kasihan sekali adiknya Aira yang menjadi korban karena keegoisan sang Ibu.
Dewi mengelus punggung sang suami, dia tau suaminya sangat rapuh saat ini.
"Aku ngak menyangka sifat mu seperti ini Ningsih, selama ini aku menuruti apa kemauanmu, sampai sampai aku tak pernah memperhatikan anak anak, supaya bisa memenuhi keinginanmu!" ucap Pak Alek kecewa, menyesal, sedih. Orang yang di pertahankannya itu tidak memandangnya sama sekali.
__ADS_1
Aira berdiri kaku di depan pintu ruang IGD, mendengar ucapan sang Ibu, air matanya jatuh berderai membasahi pipinya.
Brian sungguh menclos melihat sang istri yang sangat rapuh, dia memeluk sang istri agar tak jatuh.
"Baiklah karena sekarang kau sudah ketemu dengan kekasihmu, hari ini aku Alek dengan sesadar sadarnya tanpa paksaan dari siapa pun menalak tiga engkau Ningsih saraswati dan mulai saat ini engkau haram untukku!" ucap Pak Alek.
"Ayah, maaf gara gara aku, ayah berpisah dengan ibu?!" ucap Aira dengan sendu.
"Tidak nak, ini sudah takdirnya kita, maaf selama ini ayah mengabaikanmu!" ucap pak Alek penuh sesal.
"Tidak apa Ayah, yang penting sekarang ayah sudah sayang sama Aira?!" ucap Aira sesegukan memeluk sang Ayah, Bima ikut memeluk sang Ayah dan adiknya, "maafin abang juga sayang!"
"Ayokkk... kita pulang!" ajak Brian.
Mereka berlalu pergi dari sana tanpa memperdulikan Bu Ningsih dan Ayu.
"Maaf Pak, Bu, sudah mengacaukan pesta kalian!" ucap Pak Alek tak enak hati, saat mereka sedang berkumpul di rumah Brian.
__ADS_1
Kakek sengaja membawa keluarga Aira nginap di rumahnya, agar tidak bertemu lagi dengan Bu Ningsih.
"Sudah jangan di fikirkan, semuanya bukan kemauan kita!" ucap sang kakek menenangkan hati Pak Alek.
"Jadi apa yang ayah lakukan sekarang?!" tanya Aira pada sang Ayah.
"Ayah akan menjual rumah itu, yang akan membuat Ayah mengenang masa lalu yang suram di sana, apa lagi sekarang ayah sendiri, ayah akan membeli rumah minimalis aja nanti!"
"Ayah tinggal sama kami aja ya? klau sendiri ngak akan enak yah, sepi... sebentar lagi cucu ayah akan lahir jadi ayah ada teman!" ujar Dewi sang anak mantu.
"Ayah ngak ingin merepotkan kalian!"
Ayah ngak ngerepotin kami, Ayah adalah ayah aku juga yah, tinggal sama kami ya, yah..!?" bujuk Dewi.
"Klau ngak gini aja deh bang, cari aja rumah atau tanah yang di jual dekat rumah abang, jadi klau ayah ingin main sama cucunya kan dekat!" saran Aira, karena dia melihat sang Ayah enggan untuk tinggal bersama Abangnya itu.
"Itu juga lebih baik, jadi abang bisa melihat Ayah setiap hari!" ucap Bima penuh semangat, dia juga melihat rasa keberatan dari sang Ayah.
__ADS_1
Bersambung...
Haaaiii jangan lupa like dan komen ya... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗😍😍😍