
"Apa ada yang ketinggalan nak?!" ucap Bu Ningsih kepada Ayu.
"Tidak ada Bu, yuk... kita pergi, takut ketinggalan bus?!" - ayu
"Ayuk lah, Ibu sudah tak sabar tidur di kasur empuk, pegel pegel badan Ibu?!"
"Iya Bu, Ayu juga udah kangen sama kamar Ayu?!"
Ya hari ini duo setan ingin pulang ke kampung halamannya, karena tak mendapatkan apa yang dia mau, kekasihnya menghilang tanpa jejak, dan anak yang tak pernah dia anggap itu pun tak tau rimbanya, bukannya dapat kebahagian sudah mengakui kebenaran malah semakin menderita.
"Bu gimana klau laki laki bodoh itu beneran ngak mau menerima kita?!" ucap Ayu yang sedikit takut.
"Tenang saja, laki laki bodoh itu cinta mati sama Ibu, tidak mungkin dia akan menolak keberadaan kita?!" ucap Bu Ningsih percaya diri.
__ADS_1
"Mudah mudahan saja ya bu?!" ucap Ayu yang agak sangsi.
"Kamu jangan takut, klau pun dia tak menerima kita, Ibu akan minta uang ganti rugi, karena bagai manapun harta yang dia punya kan juga milik Ibu?!" sejujurnya Bu Ningsih pun sama, ada kecemasan di hatinya, tak di terima di rumah itu oleh mantan suaminya.
Ayu hanya mengaguk anggukan kepala, dan sedikit kesal dengan hidupnya sendiri, selama ini hidup dengan Ayah tiri semua yang dia mau bisa dia dapat dengan mudah, tapi ke inginannya untuk hidup dengan Ayah kandung yang selama ini menemuinya diam diam adalah salah, setelah tau dia bukan anak kandung dari lelaki itu, dia dan ibunya di campakan, dan kini Ayah kandung yang dia inginkan pun tak tau rimbanya.
Apa lagi melihat sang adik yang sangat dia benci, hidupnya kini begitu bahagia, suami tampan harta melimpah, dan keluarga dari sang suami sangat menyayangi Aira,semakin membuat Ayu iri hati.
"Nasib gue apes banget sih, kenapa bukan gue aja di posisi Aira sialan itu, dan lagi Brian bodoh itu, apa sih yang di lihat dari Aira, ini lagi Ayah ngak bertanggung jawab itu, kemana lagi dia, bikin gue doang bisanya, sudah ada di sia siakan?!" gumam Ayu memikirkan nasibnya yang sangat sial itu.
"Yu, Ayu..." ucap Bu Ningsih yang memanggil manggil Ayu, karena dari tadi Ayu hanya asik melamun entah apa yang dia lamunin pikir Bu Ningsih.
"Eh... iya Bu kenapa?!" ucap Ayu kaget, yang kembali sadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai dari terminal, kamu malah masih asik melamun, mikirin apa sih?!" ucap Bu Ningsih kepo.
"Ah... sudah sampai ya Bu, kok cepat amat sih, aku aja ngak berasa duduk di mobil?!" sahut Ayu.
"Lagian kamu dari tadi sibuk melamun, jadi ngak berasa klau sudah sampai?!" gerutu Bu Ningsih.
Bu Ningsih dan Ayu turun dari taxi yang mengatar mereka ke terminal, dan langsung mencari bus yang akan membawa mereka kembali ke kota Y.
Di sisi lain, ada seseorang yang mengikuti Ayu dan Bu Ningsih dari jauh, dia tersenyum penuh arti.
Bagus kalian pulang ke habitat kalian, dan jangan pernah balik lagi ke kota ini, sempat kalian balik lagi, habis kalian?!" gumam seseorang itu.
Ya seseorang itu, adalah anak Roy yang artinya saudara tiri Ayu, dia sengaja mengikuti Ayu dan bu Ningsih dia memastikan keduanya pulang ke kita kelahiran mereka dengan benar, karena dia tak mau klau Ayu dan ibu nya mengganggu ke orang tuanya lagi.
__ADS_1
Kepulangan mereka itu, juga andil dari sang kaka tiri, dia mempermudah Ayu dan bu ningsih untuk pulang ke kota asal mereka, dia sengaja bekerja sama dengan toko emas dan sama masyarakat untuk membeli perhiasan dan barang barang yang Ayu jual, agar dua manusia itu cepat angkat kaki dari kota ini,
Betsambung....