
"Ra, kami boleh ngak ikutan menjadi donatur di yayasan mu, kami mau ikut dalam ke giatan yang kamu lakukan Ra?!" ucap Nina dan di anggukin oleh yang lainnya.
"Benar nak, Kakek juga ingin ikut dalam kegiatan positif kamu, tidak pernah selama ini kami ke pikiran seperti mu nak?!" ucap Kakek surya.
"Boleh banget malah kek, ini ada sebuah panti asuhan yang sedang ada masalah atas kepemilikan tanah kek, klau kalian mau bantu silahkan?!" ucap Aira dengan senang hati.
"Benarkah, kami ikut!!" teriak Nina.
"Aisyah boleh ikut ngak kak?!" tanya Aisyah yang sebentar lagi akan melanjutkan kuliah nya.
"Haiii bocil dari kapan kamu ada di situ?" tanya abang iparnya.
"Dari tadi, semenjak kakak cerita sampai kerja jadi pembantu dan sampai selasai, apa ngak liat mata Ais sudah sipit kayak gini, kak Aira buat cerita pakai bawang merah, mata Ais jadi ngeluarin air" celoteh gadis itu.
"Kamu ini, ada ada saja, sini salim sama kakek, masih betah aja jadi penunggu tiang" canda sang kakek.
"Hehehe Iya kek, Assalamualaikum..." salam gadis cantik itu, sambil berjalan menuju semua orang di sana.
"Waalaikum salam... " serempak jawab semua orang.
Aisyah menyalami orang orang di dalam sana satu persatu, Aisyah memang sudah dekat dengan ke keluarga kakak iparnya itu, semua orang juga sayang sama Aisyah dan abangnya, Aisyah dan abangnya orang yang mandiri, pekerja keras, tidak suka menerima bantuan dengan cuma cuma, mereka juga anak anak yang sopan.
__ADS_1
Berkat bantuan dari keluarga Wiliam dan Aira, gadis cantik itu juga mendirikan sebuah toko pakaian wanita, dari yang pakaian gaji dan pakaian muslim Aisyah jual.
Tentu saja itu bukan bantuan secara cuma cuma, gadis itu membuat kesepakatan, akan membagi hasil ke untungan dengan mereka, klau tidak dia tidak mau menerima bantuan, dan di iyakan oleh semua orang.
"Sini sayang, gimana toko mu?" tanya Mommy Lita.
"Alhamdulillah... lancar mom,, pengunjungnya semakin hari semakin rame?!" ucap Aisyah sumringah.
"Abang ngak ikut dek?" tanya Nina.
"Ngak kak abang lagi ada tugas kampus, ibu ngak mau ikut, katanya mau nungguin, warung abang, soalnya banyak barang datang" jawab Aisyah.
"Dan di anggukin sama yang lain tanda mengerti.
"Hehehehe.... iya Ais lupa, ini Ais tadi beli mpek mpek yang suka kaka beli" ucap Aisyah menyodorkan kantong yang dia pegang.
"Waaahhh... makasih cantik, kamu tau aja kakak lapar" kekeh Aira.
Semua ikut terkekeh melihat tingkah bumil satu itu, padahal dari tadi mulutnya tidak berhenti mengunyah, tapi masih bilang lapar.
"Mau makan di sini apa di belakang?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Di sini aja deh, kakak males diri" cengir Aira.
"Ok, Ais ambil mangkok dulu" ucap gadis cantik itu berlalu ke belakang.
"Lanjut cerita soal panti asuhan tadi" ucap sang kakek.
"Jadi, panti itu dulu di hibahkan sama pemilik aslinya sama ibu panti, orangnya sudah meninggal lama, namun cucu dari yang menghibahkan panti tersebut meminta uang kepada pihak panti, sedangkan panti tersebut lagi kekurangan dana di tambah banyak bangunan sudah rusak" jawab Aira panjang kali lebar.
"Kok bisa minta uang, emang surat surat pantinya ngak ada sama pemilik yayasan?" tanya Wiliam.
"Ada kak, cuma entah mengapa surat kepemilikannya bisa ada di tangan cucu yang sudah meninggal" ucap Aira.
Yang lain mengangguk tanda mengerti.
"Ya sudah besok kita ke sana, melihat keadaan di sana" putus Papi Tama.
"Baiklah... yang lain menyetujui ucapan Papi Tama.
Bersambung.....
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
__ADS_1
"Terimakasih..."