
Saat Brian hanyut dalam buaian mimpi, jari jari tangan Aira mulai bergerak sedikit demi sedikit, matanya yang selama satu minggu itu tertutup rapat mulai bergerak gerak, lama ke lamaan mata itu terbuka secara perlahan.
Aira yang sadar dari koma itu, menoleh ke kanan dan ke kiri, namun tak ada orang satu pun,
"Dimana aku..." gumam Aira, yang merasa asing dengan tempat tersebut.
Saat Aira ingin menggerakan tangannya, tangan Aira tertahan oleh seseorang yang memegang tangan Aira tersebut.
Brian yang merasakan ada pergerakan dan mengusik tidurnya itu terbangun,
Dia melihat tangan Aira yang melepaskan tangannya dari genggaman tangannya kaget, dan melihat ke wajah Aira, dan melihat mata cantik itu sudah terbuka dengan sempurna.
"Sayang... kamu sudah sadar?!" tanya Brian gembira dan mendekap tubuh sang istri dan mencium seluruh wajah Aira,
"Abang senang sayang, abang sangat senang kamu sudah sadar!" ucap Brian sambil menangis.
"Tunggu sebentar ya... Abang panggil dokter dulu!" Brian memencet tombol nourse di atas bed Aira itu,
Tak lama datang lah dokter dan beberapa orang perawat yang mengikuti sang dokter dari belakang,
"Permisi tuan, ada apa memanggil!"
"Tolong periksa istri saya" perintah Brian.
Dokter dan perawat reflek menoleh ke arah Aira tidur, mereka kaget ternyata Aira sudah membuka matanya,
"Alhamdulillah.... Anda sudah sadar Nona!" ucap sang dokter tersenyum dan mendekat ke arah Aira.
__ADS_1
"Maaf saya periksa dulu ya!"
Dokter memeriksa bagian bagian vital Aira,
"Alhamdulillah semuanya sudah bagus, alat alat yang terpasang bisa di cabut, kecuali impusan!" tutur sang dokter!"
"Terima kasih dok...!" ucap Brian tulus,
"Anda butuh apa Nona..?!" sang dokter
"Minum..." saut Aira lirih.
Seorang perawat dengan cekatan memberi minum Aira menggunakan sedotan.
"Terima kasih" ucap Aira pelan, setelah berhenti minum.
Dan beberapa orang perawat sudah selesai membuka alat alat yang terpasang di tubuh Aira, mereka undur diri dari ruangan tersebut,
Di luar ruangan keluarga besar Brian dan Ayah beserta Bima abang Aira itu kaget melihat dokter dan perawat keluar dari ruangan Aira, membawa peralatan medis, mereka mereka cemas, ketakutan dengan ke adaan Aira,
Tanpa babibu mereka berlari ke ruangan Aira, dan dengan terburu buru mendobrak pintu ruangan itu dengan keras, membuat Aira dan Brian terlonjak kaget,
"Apa apaan sih... main dobrak dobrak aja, emang ngak bisa pelan pelan apa!" kesal Brian.
"Lihat nih... istri aku jadi kaget. Emang mau suruh Aira koma lagi!" sungut Brian.
Yang lain tak perduli dengan ocehan Brian, mereka malah fokus dengan Aira, yang sudah membuka mata tersebut,
__ADS_1
Bahkan sang Mami dengan tega menarik Brian dari dekat Aira itu, jatuh terjengkang karena sangat bahagia melihat menantu tercintanya itu sudah sadar.
"Kamu sudah sadar sayang...?!" ucap sang Mami bahagia.
Aira tersenyum dan menganggukan kepalanya,
Aira melihat semua orang di sana, dan Aira dapat melihat keberadaan sang Ayah dan abangnya ada di sana,
"Ayah..."
"Abang...!" memanggil orang-orang terkasihnya itu,
"Iya sayang ini Ayah... !" ucap Ayah Alek dengan suara yang tercekat di tenggorokannya itu,
"Kamu sudah bangun nak... kamu bikin Ayah khawatir, jangan begini lagi sayang, Ayah takut...!" Ayah Alek lirih.
Aira tersenyum, "maaf sudah bikin kalian khawatir!" ucap Aira merasa bersalah.
"Tidak apa apa sayang, yang penting kamu sudah kembali, jangan ulangi lagi ya?!" peringat Bima, sambil memeluk sang Adik,
Orang-orang di sana ikut terharu atas kembalinya Aira, dan perlakuan Ayah dan abang Aira itu kepada Aira, mereka tau selama ini Aira tak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarganya,
Namun dengan kejadian Aira koma tersebut membuat Aira mendapatkan apa yang selama ini di impikan oleh Aira, pelukan dan kasih sayang dari orang tua dan abangnya.
Bersambung.....
Terima kasih, selalu mengikuti ceritaku, semoga kalian selalu suka dengan tulisan ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1