
Akhirnya acara wisuda tiga wanita cantik itu selesai juga.
Aira merupakan kelulusan terbaik dan mendapat nilai paling tinggi, dia juga banyak mendapatkan penghargaan, dia juga merupakan murid kesayangan di kampus itu.
Ayah, Abang, Suami dan juga keluarga besar suaminya begitu bangga kepada Aira.
Begitu besar penyesalan Pak Alek kepada anak gadisnya ini, karena dia terlalu bodoh bisa bisanya dia tertipu oleh siluman ular selama ini, dan berujung dia kehilangan banyak momen momen berharga dengan anak gadisnya itu.
"Maafin Ayah sayang, maaf atas kebodohan Ayah?!" ucap Pak Alek kepada Aira, memeluk anak gadisnya itu, tumpah sudah air matanya di bahu anak ke sayangannya itu.
Aira yang tau sang Ayah merasakan penyesalan, Aira memeluk sang Ayah dengan erat, dia juga merasakan sakit hati Ayahnya, bukan sepenuhnya Ayah yang bersalah, dia tau akan itu, mau marah sudah tak ada gunanya, semua sudah berlalu, yang terpenting sekarang ini, Ayah dan Abangnya sudah ada bersamanya, dia tak mau kehilangan momen ini, dia bersyukur Allah berbaik hati kepadanya, membukakan pintu hati sang Ayah.
"Selamat sayang, Abang bangga sama kamu, begitu berat kamu menjalani ke Hidupan ini dari dulu, berjuang seorang diri, tanpa nafkah dari kami, tapi adek abang ini bisa melangkah sampai sejauh ini tampa ada dukungan dari siapapun, abang bangga sama kamu dek, "maafkan, " abang." ucap Bima memeluk sang adik dengan berurai air mata.
"Selamat cucu kesayangan kakek, kamu memang luar biasa, kamu yang paling hebat" kakek surya begitu bangga mempunyai cucu mantu seperti Aira, bukan dia tak menyayangi cucu mantu yang lain, dia sangat menyayangi yang lain juga, namun dia sudah lebih dahulu jatuh cinta kepada Aira, semua cucu mantunya pejuang tangguh Nina dan Arya, punya banyak kisah pilu namu tak pernah salah jalan, dia begitu bangga kepada cucu mantunya itu.
"Kalian cucu cucu hebat kakek sini peluk kakek" ucap kakek surya merentangkan tangannya, agar ketiga bidadari cantik yang masih pakai toga itu masuk ke dalam pelukannya.
Ketiga bidadari cantik itu, lansung berhambur memeluk kakek surya.
Semua yang ada terharu melihat ke bersamaan mereka.
"Selamat sayang, ibu bangga sama kakak, sudah bisa berjuang sampai di sini, kaka berjuang sekolah sampai kuliah, dan berjuang memenuhi kebutuhan kaka, juga kaka berjuang untuk kebutuhan adik adik kaka."
"Sekarang kaka berhasil tamat kuliah, tanpa bantuan orang lain, kaka bisa berdiri di kaki kaka sendiri, tanpa mengeluh sama siapa pun, kaka kebanggan ibu" ucap sang Ibu memeluk Nina, Nina berderai air mata mendengar ucapan sang ibu.
Semua orang terharu melihat pemandangan itu, mereka sangat tau bagaimana perjuangan Nina dan Aleta. Apa lagi Aleta sangat bangga mempunyai sahabat sekaligus ipar ipar seperti Nina dan Aira.
__ADS_1
"Selamat kak, kaka adalah panutan kami, kaka adalah wanita terhebat kami setelah ibu" ucap Aris.
"Aahhh.... kaka, aku tak tau mau berkata kata lagi, kaka paling the best pokoknya, kaka segalanya buat Ais, cuma satu yang belum kaka kasih buat Ais.
"Apa itu..." ucap Nina.
"Ponakan, klau kaka sudah punya anak, pasti kaka tua itu tidak akan ganggu ganggu Ais lagi, dia sudah sibuk menjahili anaknya sendiri" polos Aisyah.
Puk...
Satu tabokan berhasil mendarat di bahu Aisyah.
Aduhhh...
"Kenapa pukul Ais, sih.." kesal Aisyah mengelus bahunya yang sakit kena tabok oleh sang kaka.
"Lah salahnya apa coba"
"Mi, Mami ngak pengen punya cucu gitu Mi?" tanya Aisyah kepada Mami Wiliam itu.
"Mau lah..., masa ngak mau, buat apa coba mereka menikah kalau ngak bisa menghasilkan bayi bayi lucu buat Mami uyel uyel" ucap sang Mami mengompori, walau sebenarnya dia sangat menginginkan cucu cucu menemani hari hari tuanya, namun kembali lagi kepada sang pencipta kalau belum di kasih masa mau maksa, dia dulu juga sampai tiga tahun baru punya anak, ya jadi dia santai aja.
"Tuh... dengar kak, mertua kaka aja pengen punya cucu, apa lagi aku pengen di panggil aunty sama anak kaka" seloroh Aisyah.
Muka Nina jangan di tanya lagi, sudah memerah bak kepiting rebus, ulah adek cerewetnya itu.
"Kamu ngak cocok di panggi aunty dek, cocoknya di panggil Bibi" seloroh Aris.
__ADS_1
Aisyah hanya mendengus kesal, mendengar ucapan abangnya itu.
Yang lain hanya terkekeh melihat kelakuan tiga beradik itu.
"Kamu tenang aja bocil, habis ini kamu akan kejar setoran, jadi kamu di larang menggangu kami nantinya" ucap Wiliam tanpa filter.
"Ausss.... "
"sakit sayang, kenapa cubit cubit sih... Sudah kayak kepiting aja tuh... jarinya" ucap Wiliam mengelus pinggangnya yang perih di cubit sang istri.
Nina hanya melirik sebal sama sang suami.
"Kak Leta. Kak Aira selamat ya... kalian yang terbaik, Aisyah bangga punya kaka seperti kalian, semoga nanti Ais juga bisa seperti kalian" ucap Aisyah memeluk Aleta dan Aira bersamaan.
"Aamiin..." ucap ke dua gadis cantik itu bersamaan.
"Semoga saja Aisyah juga mendapatkan suami tampan dan melebihi tajirnya dari suami kalian" ucap Aisyah santai
Gubrak...
Memang ya Aisyah itu selalu saja membuat orang gemes dengan tingkah absrudnya itu.
Bersambung...
Haiii.. jangan lupa like komen dan vote ya, karena itu membuat aku semakin semangat menghalu hehehe...
"Terimakasih"
__ADS_1