
Huffff..... Akhirnya aku kembali lagi ke kota ini, gumam Aira setelah dia keluar dari bandara dan menaiki taxi menuju hotel tempat dia menginap selama di kota Y,
Iya dia Aira Kamila, datang ke kota kelahirannya setelah di tlp, oleh Tommy untuk membantu perusahaan sang kekasih hati,
"Apa kabar kalian...? apakah kalian benar benar sudah melupakan aku?!" gumam Aira pilu,
Hati Aira begitu sakit mengingat kenangannya saat dia masih tinggal di kota ini. bersama orang tua abang dan kakanya, tak sekali pun orang tuanya memperhatikannya dan tak pernah bertanya bagaimana keadaannya dan bagai mana dia sekolah, bahkan keluarganya tidak tau klau dia anak yang berptestasi,
Yang orang tuanya tau, cuma Aira anak nakal, anak bandel, suka bikin masalah, padahal sekali pun Aira tak pernah melakukan kesalahan, justru dia selalu menorehkan prestasi,
yang dia ingat entah berapa kali Ayahnya memberikan dia uang jajan, itu pun kalau tidak kelihatan oleh Ayu sang kakak, klau ketahuan uang itu pasti sudah di rampas oleh Ayu,
Dan dia juga mengingat sang abang yang suka diam diam masuk kedalam kamarnya, mencium dan membelai kepalanya saat tidur Aira tau itu, dia sengaja berpura pura tidur, karena kalau tau sang abang dia bangun sikap abangnya akan berubah padanya, acuh dan tak akan perduli padangnya,
Dan tiap bulan, setiap abangnya gajian. abangnya akan menyelipkan beberapa lembar uang kertas merah di bawah bantal Aira, setelah dia membelai dan mencium sang adik.
Aira rindu itu, Aira ingin di perlakukan itu saat dia bangun saat bukan saat dia pura pura tidur, tapi itu tak mungkin dia dapatkan, hanya dengan berpura pura tidurlah dia tau sang abang sangat menyayanginya,
"Abang...! apa kah kau mencari ku saat tau aku tak ada lagi di rumah itu, atau kau sama seperti mereka, yang termakan fitnah kak Ayu?" ucap Aira sendu.
"Mbak... sudah sampai!" ucap sang sopir taxi, menyadarkan Aira dari lamunannya,
"Ahhh.... iya pak, "terima kasih", ucap Aira keluar dari taxi tersebut,
__ADS_1
Aira berjalan masuk ke dalam loby hotel tersebut, dan menanyakan kamarnya sama sang resepsoinis tersebut,
Aira di antar menuju kamarnya, sama petugas hotel, dan sesampai di kamar Aira langsung mengistirahatkan tubuhnya di kasur empuk tersebut, tampa membuka sepatu dan ganti baju.
Tubuhnya terlalu lelah sebelum berangkat ke kita ini Aira menyelesaikan tugas kuliahnya. tugas di cafe dan menemui orang yang akan menjual tanah kemaren itu,
Tidak lama menghepaskan tubuhnya ke atas kasur empuk tersebut Aira langsung masuk kedalam mimpi indahnya,
Di lain tempat, empat pria sedang merengut kesal dengan Aira, bagai mana tidak, mereka sudah bela belain menjemput ke bandara, orang yang di jemput sudah pulas di dalam kamar hotel,
"Ini anak benar benar ya... sudah bela belain jemput, dianya malah sudah pulas di hotel, kesal Tommy, untung sayang, klau ngak sudah gue geprek kayak ayam!" dengusnya.
"Karungin aja, lepasin ke kandang kimmi!", ucap Arya, kimmi adalah jaguar peliharaan Brian.
Ucapan tiga orang itu membuat Brian mendelik tak suka, ya kali pacarnya mau di geprek, di kasih ke Kimmi, trus apa katanya tadi mau di buang ke sungai Nil.
Brian aja mati matian untuk meluluhkan hati sang pacar, mereka seenaknya mau menyikirkan orang yang dia sayang,
Dug...
Dug...
Dug...
__ADS_1
Brian memberikan ke tiga orang itu hadiah
"Auissss......." ketiga pria tampan itu metingis. gara gara Brian menendang tulang kering mereka,
"Apa yang kau lakukan...brengsek!" dengus Wiliam,
"Sa-sakit bosa!" kelus Arya,
"Hais... kau ini! kenapa menendang kami?!" kesal Tommy,
"Kalian ngak sadar sudah mau melakukan apa sama pacar gue! coba saja kalian lakuin, hadapi gue dulu!" kesel Brian,
"Iya iya.... pacar, pacar... tercinta tapi nomor telpon dia saja ta tau!" kesal Tommy,
"BUAHAHAHAHA...
tanpa di komando meledak lah tawa dua pria tampan tersebut, mereka puas melihat wajah kesal Brian,
Brian yang kesal meninggalkan ketiga cowok nyebelin itu, dan melajukan mobilnya, tampa memperdulikan orang yang berlari dan mengejar mobil itu,
"Hais dasar ABG labil gitu aja ngambek!" dengus Tommy,
"Trus kita pulang naik apa nih!" ucap Wilian ngos ngosan,
__ADS_1
"Mau ngak mau naik taxi! ucap Arya, mengambil hpnya, dan mengutak ngatik hp tersebut untuk memesan taxi.