Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 155


__ADS_3

Bu Ningsih sekarang sudah berada di ruang ICU.


"Kami pulang dulu, klau ada apa apa hubungi aja aku?!" ucap Bima dingin, dia benar benar sudah muak dengan kelakuan Ayu.


"Loh... kok gitu sih, abang sama Airakan juga anak Ibu, kenapa cuma aku yang nungguin Ibu, klau Brian mau nungguin Ibu sama aku sih ngak masalah, klau pulang aja?!" Ucap Ayu terang terangan, memang lah sudah wanita tak punya muka berhati batu, masih bisa untuk merayu adik iparnya.


Membuat Brian jijik melihat kelakuan Ayu Itu, dia ngak habis pikir, kok bisa gitu sang istri tinggal bersama orang gila kayak Ayu bertahun tahun.


"Gue acungin jempol buat istri cantik gue, bisa gitu istri gue ngadapin nih manusia setiap hari, klau gue mungkin sudah kabur duluan, ini baru satu, udah buat gue hampir gila?!" gerutu Brian dalam hati, dan menatap jijik Ayu.


" Itu tidak akan pernah terjadi, suami aku menunggui Orang yang tak pernah menganggap aku ada, terlebih bukan sama aku sebagai istri!!" ucap Aira tegas, sungguh Aira ingin mencekek Ayu saat ini, tapi orang kurang akal kayak Ayu susah di hadapin otaknya yang memang sudah koslet.


"Kamu jangan gitu dong Aira, gimana pun kan Ibu juga Ibu kamu!!" sungut Aira.

__ADS_1


"Emang pernah dia mengakui aku sebagai anak, dan kapan aku pernah di sayang sama dia!!" ucap Aira.


"Ya tetap aja kamu harus ganti rugi karena telah di lahirkan sama Ibu!!" ucap Ayu.


"Ooohhh... tenang saja, suami aku sudah ngasih uang ganti rugi kok, sama Ibumu, dan sekarang aku yang biayai pengaobatan dia sampai sembuh, itu sudah lebih dari cukup, bukannya kamu sudah puas buat foya foya menghabiskan uang ganti rugi itu?!" sarkas Aira.


"Dan klau boleh memilih, aku tak ingin di lahirkan dari rahim wanita seperti dia?!" kesal Aira dengan nafas naik turun, entah kenapa ucapan Ayu kali ini benar benar membuat emosi Aira naik sampai ke ubun ubun, biasanya dia akan diam dan tak perduli sama sekali.


"Saya tak sudi menunggui orang yang tak pernah menganggap istri saya ada, dan apa lagi saya harus berdua sama ondel ondel kaya kamu!!" sarkas Brian dengan wajah dinginnya dan mencium puncak kepala sang istri dengan mesra, berharap sang istri bisa meredakan emosinya.


"Jaga mulut kamu Ayu, kamu semakin di biarin semakin ngelunjak ya, awas sekali lagi kamu ganggu anakku, jangan harap kami mau membantu biaya rumah sakit ini, kamu urus sendiri Ibu mu itu?!" amuk Pak Alek.


"Loh... kok cuma pengobatan Ibu sih... trus makan aku dan kebutuhan aku sehari hari gimana?!" ucap Ayu tak terima.

__ADS_1


"Itu bukan urusan kami, kamu bisa cari kerja, bahkan Aira dari kecil bisa menghidupi dirinya masa kamu yang sudah tua kayak gini ngak bisa?!" ucap Bima sambil memeluk istri dan membelai kepala adik nya, yang sedang dalam pelukan Brian itu.


"Ya jangan samain aku dong sama Aira, aku ngak selevel sama dia?!" tunjuk Ayu kepada Aira tampak marah.


"memang aku dengan kamu tak selevel, kamu wanita rendahan dan aku wanita terhormat, aku lahir dari pasangan halal, sedang kan kamu lahir dari pasangan selingkuh, makanya otak kamu koslet?!" sarkas Aira dan membuat hati Ayu tertohok.


"Apa kau bangga dengan kehidupan mu... adakah kebahagian yang kau dapat setelah kau menganiaya aku selama ini?? lihat lah aku sekarang yang kau aniaya, punya suami kaya raya yang mencintai ku, punya abang yang menyayangiku dengan tulus, walau dulu aku tak pernah di sayang terang terangan olehnya, akan tetapi abang aku selalu datang kekamar aku diam diam dan memelukku penuh kasih, apa abang pernah memelukmu?? tidak kan..., walau dulu Ayah membenciku gara gara ulah kau dan Ibu, sekarang lihat lah dengan mata kepalamu. Ayah sangat menyayangiku, apa kau sudah dapat kasih sayang dari Ayah kandungmu itu dengan utuh?? tidak kan..., walau kau sudah berhasil menyakitiku. Bahkan Ayahmu tak mau menemui kalian, saat kalian dalam kesusahan, lihat aku... semua menyayangiku!!" sarkas Aira menumpahkan emosinya.


Bersambung...


Haiiii.... jangan lupa like komen dan vote ya.


"Terima kasih"

__ADS_1


__ADS_2