Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 204


__ADS_3

"Sayang...?!" panggil Brian yang berdiri tidak jauh dari Aira dan sang Kakek yang sedang berpelukan untuk melepas rindu itu.


Aira mengalihkan pandangannya ke arah suara yang memanggil itu.


Aira melihat sang suami sudah terlihat tampan lagi, namun jidatnya benjol sebesar bola pingpong akibat ke bentur tadi.


"Itu jidat abang kenapa ada telornya" ucap Aira polos, padahal dia tau sebabnya, dia hanya ingin menggoda sang suami yang berwajah suram itu.


"Kamu ini, pulang pulang bukan memeluk abang, tapi malah meledek?!" dengan bibir sudah panjang kayak soang.


Yang lain tidak tahan klau tidak tertawa lepas, mengingat kejadian Brian jatuh tadi, dan sekarang meninggalkan bekas sebuah benjolan di jidatnya Brian.


Buahahahaha.... Bunyi tawa di ruangan itu menggema sampai keluar rumah.


"Sepertinya mereka sangat senang dengan ke datangan nona muda?!" ucap salah seorang penjaga di sana.


Mereka tidak tau saja, klau tuan muda mereka sedang mengalami kesialan, klau mereka tau, mungkin mereka bisa terpingkal pingkal, bahkan bisa kencing di dalam celana.


"Sepertinya begitu" jawab penjaga yang lain"


"Syukurlah klau begitu, jadi rumah ini akan kembali ceria lagi, tidak seperti sebelum nona muda Aira menghilang?!" ucap mereka di sana.


Di dalam sana, Brian memberengut kesal karena para saudara bahkan orang tuanya menertawakan dirinya, yang terkena apes itu.


"Sudah sudah, sekarang kita mau tanya sama Aira, selama ini ngumpet di mana?" tanya sang Deddy yang sudah kepo maksimal.

__ADS_1


Brian lansung membawa istri cantik yang dia rindukan itu duduk di sofa, dan Brian tidak melepas rangkulannya di pinggang sang istri.


"Kemana sayang, selama ini?" ucap sang Mommy, penasaran karena pertanyaan sang Deddy belum di jawab oleh Aira.


"Aira pergi menenang kan diri Mom?!" jawab Aira.


"Iya, menenang kan diri di mana sarmila?" kesal Nina.


Yang membuat Aira terkekeh, melihat kekesalan Nina itu.


"Yakin mau tau...?" ucap Aira dan di anggukin sama yang lainnya.


"Yakin ngak akan syok?" ucap Aira lagi dan di jawab gelengan patuh oleh semua orang di sana.


"Aira menenangkan diri di Lebanon?!" ucap Aira santai, sambil meminum air yang tersedia di meja tersebut, karena dia merasakan haus dari tadi.


Byuuurrrr...


Air minum yang di minum Aira lansung menyebur ke muka Brian, karena mendengar teriakan Brian di sampingnya, yang membuat Aira kaget.


"Hiiisss kenapa kalian berteriak, kan aku jadi kaget, air minumnya bukan masuk mulut, malah kena muka abang?!" oceh Aira sambil me lap muka sang suami, apes sungguh apes Brian saat ke datangan sang istri, mungkin itu hukuman buat Brian kali ya.


Yang lain ingin tertawa, tapi juga masih penasaran, jadi mereka mengabaikan Brian yang ternistakan itu.


"Ngapain kamu sampai ke Lebanon sana sayang, pake apa kamu ke sana, bukankah di sana sedang perang?!" tanya sang Papi yang tidak tahan dengan kelakuan menantu cantiknya itu.

__ADS_1


"Aku rencananya, mau pergi ke pantai apa ke gunung gitu, waktu keluar dari rumah, eh tau nya ada yang telpon ngajak ikut jadi relawan ke Lebanon, ya sudah aku ikut, sesekali mau lihat negara orang, dan seperti apa rasanya melamun di bawah hujanan peluru, ternyata tidak enak, karena berisik, dan takut peluru bersarang di tubuh juga, ya udah aku pulang lagi ke negara ini, aku ikut pake pesawat angkatan?!" terang Air.


"Ya ampun, ini anak benar benar ajaib, apa katanya mau melamun di bawah hujanan peluru?!" gumam Wiliam.


"Besok besok Brian bikin salah lagi, mungkin bininya, mau menyendiri di hutan Amazon kali ya" gumam Arya.


"Kenapa ngak sekalian ke planet aja sayang?!" kesal Brian melihat sang istri, ingin sekali Brian mengurung sang istri di dalam kamar saat ini juga, namun apalah daya, dia masih takut sang istri kabur lagi.


"Sepertinya bisa di pertimbangkan?!" oceh Aira mengangguk anggukkan kepalanya.


"Yaaaa.." teriak Brian. Yang membuat sang istri terlojak kaget.


"Kenapa sih, teriak teriak?!" kesal Aira.


"Cukup ya, cukup sayang, ngak ada kabur kaburan lagi, bisa bisa abang mati muda gara gara kamu?!" oceh Brian menatap gemes kepada sang istri.


"Jadi janda dong, yess... ganti suami!!" teriak Aira tanpa dosa.


Benar benar Brian di buat gemes oleh sang istri, yang lain hanya bisa geleng geleng kepala.


Mereka bersyukur wanita cantik kesayangan mereka itu, sudah kembali dengan segala tingkah konyolnya.


Bersambung...


Hai... jangan lupa like komen dan vote ya.

__ADS_1


Outhor itu ingin sekali up banyak setiap hari, kadang otak outhor juga suka bingung mau tulis apa, makanya kasih suport outhor ya sama komen like dan vote kalian, supaya otak outhor kembali cling.... saat baca komen kalian, hehehe....


"Terimakasih..."


__ADS_2