
"Aaaggggkkk... Dasar pegawai rendahan, tidak tau sopan santun, baju gue jadi basa"
Ueeekkk...
"Bau banget lagi ini, Air apaan lagi nih" kesal Angel di dalam mobilnya.
Ueekkk..
Uekkk..
Ahhh... Dasar menjijikan, bau banget lagi ini badan gue!" kesal Angel.
"Hufff... Awas aja tu, pegai rendahan, tunggu sebentar lagi, gue pecat loe..." marah Angel.
"Gue harus ke Apartemen dulu ganti baju" gerutu Angel.
Angel melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata rata, karena sudah tidak tahan dengan bau tubuhnya sendiri.
Sesampai di Apartemennya Angel lansung masuk ke dalam lift.
Semua orang yang berpapasan dengan Angel lansung menutup hidung dan mulut mereka.
"Waahhh... ini bule, habis kecebur got kali ya" oceh orang orang kepada Angel.
__ADS_1
Angel meresa risih di pandangin oleh orang orang dengan pandangan jijik.
"Dasar, gara gara pegawai rendahan itu, gue harus malu di perhatiin orang orang, mana mereka tutup hidung semua lagi, awas saja gue akan balas perbuatan mereka" kesal Angel dan keluar dari dalam lift.
Semua orang lansung menjauh dari Angel, mereka tidak mau bersenggolan dengan angel, takut akan ikutan bau.
"Huff... Sial..." oceh Angel dan masuk ke dalam Apartemennya.
"Sekarang gue harus apa coba, Deddy sudah tidak mau lagi menerima gue, dan Mommy sialan itu juga berselingkuh dengan kekasih gue"
"Pokoknya gue harus bisa menjadi istri kak Brian, semoga aja wanita ngak guna itu ngak pernah balik lagi" ocehnya tanpa henti.
"Gue harus jebak kak Bri, agar gue bisa tidur sama dia, dan gue akan merekam semua apa yang kak Bri lakuin ke gue, dan gue akan ancam kak Bri supaya dia mau menikah sama gue, klau dia ngak mau, gue sebarin vidio gue sama dia, hahahaha.... betapa pintar nya gue, otak gue memang cerdas, ngak di ragukan lagi, kak Bri sayang... sebentar lagi kau akan menjadi milikku, dan kita akan membesarkan anak ini bersama sama sayang...?!" Angel sedang merencanakan cara licik untuk Brian.
"Hah... sekarang gue istirahat dulu, agar besok tenaga gue kembali pulih" Angel masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur.
Namun belum sempat dia memejamkan matanya, dia melihat sosok bayangan di depan pintu kamar.
"Siapa itu..." teriak Angel.
Sosok itu lansung masuk ke dalam kamar Angel.
"Haiii.... sayang... Apa kabar?!" ucap lelaki tegap dengan badan penuh tato.
__ADS_1
"Kau... kenapa kau, berada di sini, siapa yang menyuruh kau masuk ke dalam Apartemen ku!!" marah Angel.
"Tenang sayang... jangan marah marah, kasihan anak kita di dalam kandunganmu. nanti dia bisa kaget" ucap lelaki tersebut dan dia melangkah menuju ke arah Angel.
"Berhenti kau... jangan mendekat" teriak Angel.
"Kenapa sayang... aku sangat merindukan kalian" ucap laki laki itu.
"Berhenti aku bilang, jangan mendekat, dia bukan anakmu, dia anak kak Bri!!" teriak Angel frustasi.
"Ho ho, kau pintar sekali berbohong sayang, apa kau lupa, aku sering menggauli kamu, dan sebelum kamu ke negara ini kita selalu berhubungan, dan apa kau bilang itu anak Brian, kau datang ke sini belum lama sayang, tapi kandungan mu sudah besar, hahaha..."
"Jangan pernah bodoh bodoh aku sayang, klau kau tidak mau mati di tangan ku, kau hanya ja**ng sayang, aku hanya ingin anak ini, dan setelah dia lahir silahkan kau pergi, aku ngak perduli, silahkan jual dirimu sesuka hati, kau obral di pinggir jalan juga silahkan, tapi tunggu anakku lahir dulu" ucap lelaki bertato itu sambil mencekek Angel.
Angel tidak bisa berbuat apa apa lagi, karena lehernya di cekek oleh tangan besar lelaki bertato tersebut, dan Angel hanya mampu meneteskan Air matanya.
"Sialan kenapa laki laki brengsek ini bisa ada di sini, bagai mana caranya gue bisa lolos dari bajingan ini, gue ngak mau anak gue di ambil sama dia" gumam Angel.
"Jangan pernah berusaha kabur dari aku sayang... kalau kau masih ingin kabur, kau akan tanggung akibatnya!" ancam pria bertato itu, dan melepaskan cekalan tangannya dari leher Angel.
Angel lansung mengambil nafas banyak banyak, sungguh Angel rasanya kehilangan banyak udara dalam paru parunya.
Bersambung...
__ADS_1