Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 120


__ADS_3

Brakkkk.....


Bunyi suara pintu di buka dengan kasar di ruangan Bu Tiara.


Bu Tiara yang tau itu di buka oleh siapa, cuma cuek aja.


"apa maksud kamu mah, mencabut posisi aku, dan kenapa semua fasilitas aku kamu bekuin?!" bentak Pak roy.


"Kenapa, kamu nanya, kamu bertanya tanya kenapa posisi kamu di cabut trus fasilitas kamu juga di bekuin hmmm....!" ucap Bu Tiara santai kek di pantai.


"Iya, jawab cepetan ngak usah pakai lebay gitu!" kesal Pak Roy yang taj sabar.


"kenapa posisi kamu di cabut, karena kinerja kamu kurang bagus, sudah hampir tiga bulan performa kamu turun, kamu sering ngak masuk, kamu kemana, padahal ngak ada janji temu sama klein di luar, dan ke dua kenapa pengeluaran kamu banyak banget, melebihi batas limit, sekarang masih nanya hmmm..


Deg...


Jantung Pak Roy berpacu dengan cepat, akhir nya sang istri mengetahui semua kecurangannya.

__ADS_1


"Yah, kemaren aku ada sedikit masalah, jadi aku jarang masuk, bukan ngak masuk cuma pulang sedikit agar siang aja!" gagap pak Roy.


"Trus pengeluaran kamu yang berada di angka tak wajar itu bagaimana?!"


"Itu a-aku butuh dana, untuk buat buka usaha lain?!"


"masalah apa? anak kandung kamu sama selingkuhan mu di rumah sakit iya... trus butuh dana buat membiayai kebutuhan anakmu dan selingkuhan kamu begitu...!!" teriak Bu Tiara.


Deg.....


Jantung Pak Roy benar benar tak aman, karena rahasianya di ketahui oleh sang istri.


"Kamu mata matain aku Mah...!" bentak Pak Roy, bukanya merasa bersalah malah ikutan marah karena ketahuan selingkuh sampai punya anak


"Lalu aku harus diam aja gitu, melihat perubahan sikap kamu, laku aku harus diam aja gitu, klau uang perusahaan sering kamu curi haa...?!!"


"Apa salahnya aku mengambil sedikit uang dari perusahaan ini, aku juga ikut andil dalam melajukan perusahaan ini mah!" kesal Pak Roy.

__ADS_1


"Hallo... tuan Roy yang terhormat, anda di sini juga di gaji ok, sebagai karyawan sudah sepatutnya anda memajukan perusahan tempat anda mencari nafkah, anda pikir perusahaan ini punya nenek moyang anda, ingat anda cuma bekerja ok!" ucap Bu Tiara sarkas.


"Kamu jangan keterlaluan Ma... kembaliin posisi aku dan kembaliin juga fasilitas aku yang kamu blokir!"


"Kenapa kamu takut klau anak dan jalan*g mu ngak bisa makan haa..., ngak bisa foya foya gitu?!"


"Kamu jangan keterlaluan Tiara, dia bukan seperti yang kamu bilang ya, dan jangan pernah rendahin ningsih, dia itu kekasih aku!" bentak Pak Roy tak terima.


"Haiii... Mas... harusnya kamu sadar, kalau dia bukan jala*g trus apa namanya, sudah jadi istri orang dan sudah punya anak, tapi masih berhubungan dengan pria lain, sampai punya anak pula, itu apa namanya klau bukan jala*g!!" teriak Bu Tiara.


"Kami melakukan karena suka sama suka, karena kami saling mencintai kau tau itu, kita menikah karena perjodohan, hati aku hanya milik Ningsih asal kau tau!" teriak Pak Roy tanpa tending aling aling, dia tak sadar di luar sana ada yang sedang menguping. hatinya sakit dengan ucapan sang ayah.


"Awas kau jala*g sialan, akan ku hancurkan kalian, sudah membuat ibuku terluka, tunggu pembalasan dariku. Rio langsung pergi dari sana dan menelpon seseorang, entah apa yang dia lalukan hanya dia yang tau.


"Keluar kau mas, aku ngak sudi melihat wajah mu lagi!" teriak Bu Tiara menahan sesak di dadanya, sakit sungguh sakit hatinya, bukan hanya Roy yang tersiksa sama perjodohan sialan itu, dia juga sakit hati, namun dia berusaha dengan ikhlas menerima ini, mungkin sudah takdir hidupnya, namun tidak dengan sang suami, ternyata masih mencari sang mantan, dan ternyata hubungannya sudah sangat jauh, sampai mempunyai anak yang hampir seumuran dengan anak mereka.


Pak Roy keluar dari ruangan tersebut dengan keadaan kesal, kembali membanting pintu.

__ADS_1


Jangan di tanya, hati Bu Tiara saat ini sudah hancur berkeping keping, dia luruh di lantai ruang kerjanya, dan terisak pilu.


Bersambung


__ADS_2