Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 170


__ADS_3

Tap....


Tap...


Tap...


Bunyi langkah kaki yang bertabrakan dengan lantai rumah sakit tersebut dengan tegas.


"KALIAN BISA TENANG...!!" ucap suara Aira dingin dan tegas dengan padangan menusuk, membuat siapa pun yang melihat lansung merinding takut.


Seketika ruangan yang tadinya ricuh, oleh orang orang berbadan tegap dan berseragam safari itu lansung sunyi bagai di kuburan angker.


Para dokter perawat dan petugas lainnya, melihat Aura dingin Aira lansung ikutan merinding takut.


"Klau kalian membuat keributan, apakah orang yang sedang kalian harapkan pertolongan akan cepat mendapatkan pertolongan, yang ada dia akan cepat bertemu malaikat!!" ucap Aira marah.


"Kalian menakuti tenaga medis, fokus mereka terpecah karena ulah kalian, dan mereka tidak akan konsentrasi menangani pasien, apa kalian mau pasien cepat MATI...!!" tanya Aira lantang.


"Tidak" ucap mereka lemah.


"Makanya diam, jangan bikin keributan, biar kami bisa menanganinya dengan baik, klau kalian tidak bisa tenang silahkan bawa pasien ke rumah sakit lain!!" marah Aira.


"Kami akan tenang, tolong selamatkan Tuan kami dokter, kami mohon?!" ucap salah satu bodyguard yang ada di sana.


"Baiklah, kami akan menanganinya, jangan sampai kalian ribut lagi!!" ancam Aira menatap mata merek satu persatu, dan melangkah masuk ke tempat pasien gawat darurat tersebut, yang sedang di kerumuni oleh beberapa dokter dan perawat.

__ADS_1


Di luar sana ternyata ada yang menatap Aira penuh ke kaguman, adik angkat yang dia sayangi diam diam juga seorang dokter.


"Kau memang penuh kejutan dek, Abang yakin suamimu dan keluarga mu tak mengetahui kau seorang dokter, dan abang juga yakin kau butuh waktu lama untuk menangani orang tersebut!!" celoteh Tommy di luar sana, dia lebih memilih menunggu Aira di luar sana, berjaga jaga klau Aira akan memerlukan bantuannya. Memang abang yang baik emang.


Balik ke topik.


"Bagaimana keadaan pasien dok?" tanya Aira dengan tegas.


Dokter melihat Aira dengan muka panik dan keringat yang mengalir di jidat mereka.


"Harus segera di operasi dok, peluru hampir saja mengenai jantung dan ulu hatinya, pelurunya bukan hanya satu tapi ada tiga" ucap rekan sesama dokter.


"Dan si tambah dia kehilangan banyak darah" lanjut sang dokter.


Mereka lansung membentuk taem untuk melakukan operasi, dengan dokter dokter yang sudah ahli di bidang masin masing, dan termasuk Aira salah satunya.


Aira bingung cara minta izin sama sang suami, karena waktu operasi bisa menggunakan waktu dua belas jam.


Dalam ke bingungannya, dia keluar dari IGD menuju kamar operasi.


Dug...


Karena terburu buru Aira tak sengaja menabrak seseorang.


"Ah... "Maaf" saya tidak sengaaa" ucapan Aira mengantung begitu saja, saat melihat orang yang ia tabrak.

__ADS_1


"Hai.... Dok, kayaknya terburu buru, apa perlu bantuan?" ucap Tommy santay.


"Kakak..." ucap Aira kaget.


"Kakak butuh penjelasan, tapi tidak sekarang, kaka tau kamu lagi sibuk, apakah kamu butuh bantuan?" tanya Tommy, yang tak mau mengganggu Aira saat ini.


"Ahh... Bisa kaka tolong izinkan aku sama suamiku?" tanya Aira ragu.


"Kamu tenang saja, kaka akan meminta izin sama dia, untuk dua hari, agar kamu fokus bekerja.


"Pergilah... Pasienmu membutuhkan mu" ucap Tommy tersenyum bangga kepada sang adik angkat.


Aira lansung menghambur kedalam pelukan Tommy dan setelahnya lansung berlari menuju kamar operasi.


"Terimakasih" abang...!!" teriak Aira di lorong rumah sakit itu.


Tommy tersenyum penuh haru melihat sang adik angkat, yang berlari menuju ruang operasi.


.


Bersambung..


Haiii... semoga kalian selalu suka dengan alur ceritanya ya, jangan lupa like, komen, vote dan hadiah....


"Terimakasih"

__ADS_1


__ADS_2