Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 157


__ADS_3

Kini Aira sudah kembali ke kota J, karena masa liburnya sudah berakhir dan tugas Brian juga sudah selesai, sampai saat ini Aira pun belum mengetahui keadaan sang Ibu, karena semenjak malam Itu, keluarganya tidak mau membahas soal Bu Ningsih dan Ayu lagi.


Saat sampai di rumah besar sang suami dia melihat ada Nina dan beberapa orang yang tidak di kenali oleh Aira.


"Nin, kok tumben loe ada di sini, biasanya kan loe ngak pernah mau di ajak main, ada saja alasan loe buat nolak?!" seru Aira sambil mencari keberadaan Aleta yang tidak dia lihat batang hidungnya.


Aira dan Brian memang belum tahu klau Nina dan Wiliam sudah menikah, soalnya kelurga mereka merahasiakannya kepada sepasang suami istri itu, karena terlalu banyak masalah yang di hadapi sang menantu di kampung halamanya.


"Kamu nyari siapa sih?!" tanya Wiliam kepada Aira, yang celingak celingukan mencari seseorang.


"Aleta mana, kok ngak ada, kamu kesini sama Aletakan Nin?!" tanya Aira sambil melihat Nina.


Nina hanya menunduk, tak tau harus mau bilang apa, dia takut sang sahabat murka sama dia.


"Bukan sama Aleta, Nina datang, tapi sama abang?!" seru Wiliam.


Aira mengerutan keningnya tanda dia tak paham,


"Jadi gini abang ngak Nina kesini, untuk memperkenalkan sama kalian berdua, klau kami sudah menikah,tiga hari lalu, di kampung halaman Nina?!" ucap Wiliam panjang lebar.


"APA....!!" teriak Aira dan Brian bersamaan.


"Jangan biang abang nikah di tangkap Hansip?!" ucap Aira nyeleneh.


"Enak aja... mana ada begitu?!" kesal Wiliam tak terima dengan ucapan Aira.

__ADS_1


"Trus klau bukan di tangkap Hansip apa dong. secara abangkan ada di sini sedang kerja, trus kenapa bisa sampai berada di kampung halaman Nina, emang ada proyek apa disana?!" ucap Aira penasaran.


"Proyek mencari istr!" kesal Wilia.


Aira mencibikan bibirnya.


"Makannya dengerin dulu orang ngomong, dari tadi cuma nuduh nuduh orang ngak jelas aja?!" kesal Brian.


"Hehehe... iya lanjut kang, kasih informasi dengan cepat dan akurat?!" Ucap Aira cengengesan.


"Akurat di kata tespec ?!" kesal Wiliam.


"Jangan marah marah mulu napa bang, nanti cepat tua, kasihan kan Nina di katain Nikah sama aki aki?!" ledek Aira.


"Sudah cepatan kasih penjelasan, kenapa kamu bisa menikah sama Nina, setau aku kau tidak t dekat dengan gadis manapun selain keluarga kita, aku fikir kau belok?!" seru Brian dengan wajah santai nya.


"Astaga dua laki bini ini kenapa jadi begini sih, pulang pulang jadi eror gini?!" kesal Wiliam.


Keluarga mereka cuma bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan tiga orang itu.


"Anak Mami sudah sampai sayang, kenapa ngak nyari Mami?!" ucap sang Mami yang baru turun dari kamarnya.


"Hehehe... baru nyampe Mi, belum juga sempat nyampe ke dalam?!" seru Aira sambil memeluk sang mertua dengan sayang.


"Oh iya Mi, Mami hutang penjelasan sama Aira, itu kenapa Bang Will bisa nikah dadakan gitu, trus kami ngak di kasih tau lagi?!" rajuk Aira.

__ADS_1


"Maaf sayang pernikahan Wiliam di langsungkan secara dadakan sayang, Mami aja kaget, bahkan Mami ngak ikut ke acara nikahan Wiliam, Mami sama Papi juga lagi mengadakan pertemuan penting?!" ucap Mami mertuanya.


"Wah.... ternyata Bang Will... bukan orang penting ya Mi?!" ucap Aira polos.


"YAAA..." teriak Wiliam kesal melihat Aira.


Hahaha... pecah sudah tawa orang di sana melihat Wiliam di zolimi oleh Aira.


"Sudah sudah, sini Mami jelasin kenapa Wiliam bisa nikah dengan Nina, dan mengalir lah cerita Mami dari awal sampai akhir.


Akhirnya Aira dan Brian mengerti.


"Waahhhh... aku pikir cuma abang Bri aja yang Ceo ngak modal, ternyata Abang Will juga ngak modal ya, padahal kaya raya, perusahaan maju pesat, uang ngak ada serinya, tapi nikahnya cuma pake penghulu doang, ncek... ncek... ?!" ucap Aira geleng geleng kepala.


"ASTAGA AIRA AWASSS...KAU YA...!!"


kesal Wiliam mengejar Aira yang sudah kabur meninggalkan ruangan, melihat istrinya di kejar oleh Wiliam, Brian pun tak mau kalah ikut mengejar Wiliam, dan terjadi lah kejar kejaran di rumah itu.


Nina dan keluarganya hanya melongo melihat tingkah orang orang terpandang itu, ternyata seorang boss besar bisa juga berlaku seperti anak kecil..


Bersambung..


Haaiii... jangan lupa like komen vote dan jadi kan paforit ya...


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2