
"Abang..." panggil Aira manja dengan wajah imutnya.
"Apa sayang..." ucap Brian melihat ke sang istri, walau pun dia tau apa yang di inginkan sang istri.
"Lapar..." ucap Aira manja.
"Haaa.... makanan sebanyak tadi sudah dia habiskan, sekarang masih teriak lapar?" oceh Tommy dan Leonel.
Brian hanya terkekeh dengan permintaan sang istri, sudah biasa baginya klau sang istri minta makan setelah makanannya habis.
"Mau makan apa hmmm..." tanya brian lembut.
"Makan sate padang, martabak mesir, sama soto padang boleh" tanya Aira dengan wajah imutnya.
"Boleh sayang, nanti kita beli ya" jawab Brian.
"Anak Ayah mau makanan padang ya nak?" tanya Brian dengan mengelus perut buncit itu.
"Iya ayah, kami ingin makan makanan padang" jawab Aira dengan suara di buat seperti suara bayi.
semua yang di sana hanya terkekeh melihat tingkah Aira itu.
"Ya ampun dek, baru juga habis makanan yang satu tas itu, kamu masih lapar, lalu yang kamu makan barusan kamu kemanain, belum juga lima belas menit, sudah minta makan lagi?" kaget Tommy.
__ADS_1
"Iya, aku kan makannya empat orang, kenapa emang? kakak ngak suka! tenang aja aku ngak minta sama kakak, aku minta sama suami aku yang kaya raya itu, suami aku ngak akan nolak dan ngak akan jatuh miskin gara gara aku minta makan sama dia, emang kakak pelit, pantas aja ngak punya istri, jodohnya jauh, mau ngasih makan aja perhitungan, mana mau cewek sama Kakak" dengus Aira.
Brian lansung tersenyum bangga, karena istri cantiknya itu memuji dia di depan semua orang.
Jleb...
Ucapan Aira itu menusuk jantung Tommy, memang lah bumil satu itu klau ngomong ngak di filter, mana ada cewek yang nolak dia, Tommy aja yang pilih pilih, karena belum ada yang srek.
Kalau cewek mah, jangan kan di ajak nikah, minta naik keranjangnya aja tampa di halalin banyak yang antri, apa lagi yang ingin jadi istrinya tinggal tunjuk beres, namun Tommy lah yang belum mau.
"Ya Tuhan, kamu ini hamil suka makan pisau sama cabe kali ya, kalau ngomong pedes sama menusuk sampai Kakak luka tapi tak berdarah" oceh Tommy kesal melihat adeknya itu.
"Mana ada Kakak ngak laku kakak aja yang belum mau nikah, kau ini uugggkkk.... pengen aku bejek rasanya!" kesal Tommy.
"Berani kau... bejek istri aku, kau hadapi dulu aku" marah Brian yang tidak mau sang istri di sakiti Kakak angkatnya itu.
"Sudah sudah, mari kita cari restoran padang, kasian ibu hamil itu sudah kelaparan" lerai Tuan Robert.
"Iya Tuan lebih baik kita cari makan buat istri saya, dari pada mendengarkan perjaka tua itu!" ucap Brian sinis.
"Ya... kau, jangankan satu istri, sepuluh istri bisa aku dapatkan hari ini juga!" kesal Tommy.
"Klau gitu buktikan..." tantang Brian.
__ADS_1
"Saya yang tidak mau...!" kesal Brian.
"Yah... lemah, uang banyak tapi istri ngak punya, umur sudah tua, jangan jangan kau terong makan terong" ledek Brian.
"Astaga, laki bini kenapa mulutnya lemes banget ya" kesal Brian.
"KAMI SEHATI..." sahut sepasang suami istri bermulut pedas itu.
Yang lain hanya terkekeh melihat perdebatan yang tidak berkesudahan itu.
"Lama lama aku berada dekat mereka bisa keluar tanduk ini kepala" gerutu Tommy.
"Emang kakak sudah berubah jadi kerbau" jawab polos Aira tanpa dosa.
"Aagggkkk... terserah kalian lah" kesal Tommy dan berjalan duluan meninggalkan rombongan itu dengan terburu buru.
Sungguh kesabaran Tommy di uji oleh sepasang suami istri itu, untung Tommy sayang sama adik angkatnya itu, klau tidak bisa saja sudah Tommy karungin dan di lempar ke dalam laut merah jadi santapan ikan hiu.
Yang lain terkekeh melihat kepergian Tommy itu.
Leonel berpikir supaya tidak menyinggung perasaan ibu hamil itu, jangan sampai dia ikutan jadi bulan bulanan Aira dan Brian, yang sangat kompak membuly orang.
Bersambung....
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya.
"Terimakasih..."