
"Ayookkk kita kerumah mu, aku ingin melihat rumah mu!" ucap Aira kepada perempuan cantik, berambut panjang yang di gerai itu, Aira begitu semangat ingin melihat rumah wanita tersebut, karena dia melihat jalan setapak di sana sungguh indah, apakah rumah wanita itu juga lebih indah dari yang dia bayangkan, karena Aira melihat kilauan cahaya dari arah jalan setapak tersebut.
"jangan" kata perempuan cantik itu.
"Kenapa?" tanya Aira bingung, apakah wanita cantik ini tak mengizinkan dia melihat rumahnya, pikir Aira.
"Belum saatnya kamu, ikut ke rumahku, ada masanya kamu ikut aku!" ucap wanita tersebut sambil tersenyum mempesona.
"Kenapa belum saatnya?" tanya Aira lagi.
"Sekarang kamu pulang ya?!" bujuk sang wanita tersebut.
"Tidak mau, aku mau di sini, di sini itu indah, aku ngak mau pulang!" kekeh Aira,
"Kasihan orang tuamu, saudaramu, kekasihku, klau kamu ikut aku sekarang, dia pasti bersedih, pulang lah...!" ucap sang wanita itu.
"Tidak mungkin mereka akan sedih", ucap Aira "aku hanya mau di sini!" lanjutnya lagi,
"Kamu tidak percaya, klau mereka sedih?" ucap sang gadis tersebut.
"Iya!" anggun Aira yakin
"kamu lihat ke belakang, mereka menunggu mu!" ucap sang gadis.
Aira menoleh kebelakang dengan spontan, Dia melihat orang orang yang menyanginya melambaikan tangannya kepada Aira, meminta Aira mendekat kepada mereka,
Aira kembali melihat sang gadis cantik di depannya, yang tidak tau siapa namanya itu,
"Pulang lah... mereka menjemputmu!" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Tapi aku ingin melihat rumahmu!" ucap Aira sendu,
"Suatu saat nanti pasti kamu bisa ketemu kerumahku, aku pastikan itu!" ucap sang wanita dengan yakin,
Aira mau tak mau menuruti ucapan sang wanita, berbalik dan melangkah dengan berat hati, mendekati Brian dan Ayahnya.
Brian dan Ayahnya memegang tangan Aira dengan sangat kuat, dia menarik Aira dari tempat tersebut.
Di dunia nyata, Brian dan sang Ayah memegang tangan Aira dengan eret, sambil sesegukan, menahan tangis pilu tiada tara.
Tangan Brian merasakan balasan pegangan dari Aira, Brian kaget dan melihat tangan Aira yang memegang tangannya itu.
"D-dia masih hi-hidup... sayang kamu bangun?!" ucap Brian kencang, membuat orang orang di dalam sana jadi kaget dan memengerubungi bed Aira.
"Haaa... gadis ini, bangun lagi" gumam dokter jason, dengan bergerak cepat memeriksa denyut nadi Aira,
Tit....
Tit....
Tut...
"Pi... Aira bangun pi...!" ucap sang Mami
"Akhirnya kamu kembali sayang... abang yakin kamu ngak mau ninggalin abang, abang sayang kamu sayang...!" Brian meluapkan ke gembiraanya tampa malu langsung menciumi wajah Aira bertubi tubi, membuat sang Mami langsung menjewer kuping Brian.
"Aduh... sakit Mi, kenapa di cubit sih, kesal Brian.
"Kamu ya... benar benar tak tau malu!" kesal sang Mami,
__ADS_1
"Kenapa harus malu sih... !" kesal Brian belum menyadari banyak mata yang melotot melihat tingkah Brian tersebut.
"Kamu ngak lihat apa hah... banyak orang ngelihat kamu, dasar anak sontoloyo, main sosor aja kayak soang!" kesal sang mami.
Baru lah Brian melihat ke sekelilingnya, banyak orang yang memperhatikan dia dari tadi, termasuk calon Ayah mertua dan calon kaka iparnya ada di situ, Brian hanya cecengesan menahan malu.
"Maaf Ayah mertua, maaf abang ipar, aku sangat senang istriku kembali, jadi ngak menyadari banyak orang!" kekeh Brian.
Dug...
Kepala Brian langsung mendapat pukulan daru sang mami,
"istri istri kapan kamu nikahin mantu mami haa...!" kesal sang mami, tanpa sadar juga salah omong
"Lah itu mami juga ngakuin Aira Istri aku!" ucap Brian ngak mau kalah.
orang orang yang ada di sana cuma geleng geleng kepala melihat kelakuan ibu dan anak itu,
"Maaf Ibu Bapak, mohon untuk keluar dulu ya, kami akan memeriksa nona Aira dulu?" ucap dokter jason dengan sopan,
"Ah iya silahkan dok...!" ucap mereka serempak dan meninggalkan Aira di ruang itu bersama team medis,
"Abang keluar dulu ya sayang?!" Brian kembali mendaratkan ciuman di pipi sang pacar, dan sedikit lagi bibirnya mau bertemu dengan bibir sang kekasih, malah ada tangan menarik kuping Brian sebelum bibir mereka bertemu,
" Dasar ngak bisa di bilangin, mau sosor terus , nikahin dulu mantu mami!" kesal sang mami menarik kuping Brian sampai keluar ruangan Aira itu,
"Aduh... aduh... sakit Mi.... ih, zolim amat sama anak!" kesal Brian.
Bersambung..
__ADS_1