
Hari minggu pagi Icha mengajak suaminya jalan-jalan ke taman kota, mereka berjalan kaki.
"Apa kamu gak cape?" tanya Abang, Icha malah tersenyum Dia sangat antusias bisa jalan kaki bersama suaminya.
"Udah lama aku gak lari pagi, ya walaupun cuma jalan kaki tapi aku seneng banget," ujarnya.
Usia kehamilanya sudah 4 bulan tapi masih belum terlihat, badannya yang kecil membuatnya seperti Abg saja.
Mereka pun sampai di taman kota, sudah banyak pedagang yang jualan di sana.
"Minum dulu biar seger," ucap nya memberikan satu botol AQua pada Icha.
Mereka duduk di bangku taman, sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.
"Sayang, nanti ada teman Aa yang mau ketemu ga papa kan?" tanya Abang.
"Gak papa sok aja," jawabnya.
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka, wanita itu seperti nya model dari penampilannya terbilang glamor dan juga ****, Icha berfikir mungkin ini teman yang Abang maksud.
"Hay Zaenal apa kabar?" ucap wanita itu langsung memeluk suaminya membuat Icha kaget dan langsung berdiri.
"Apa-apaan sih ini," ucap Abang melepas wanita itu dalam pelukannya, sedangkan Icha hanya menyimak.
"Loh kamu kok marah sih, aku kan kangen sama kamu kita udah lama loh gak ketemu semanjak kita lulus kuliah," ucap Wanita itu masih bergelanjut manja di tangan Abang, Abang berusaha melapaskannya namun tidak bisa.
"Meli dengarin, aku tidak pernah ada hubungan apa-apa sama kamu, dan jangan pernah ganggu aku," ucap Abang tegas,Dia pun melirik ke arah Icha yang menatap nya tanpa exspresi.
"Haha... kamu kenapa sih, bukannya kita dulu biasa kaya gini kalo ketemu, kenapa kamu berubah, ini pasti tante kamu yang suka sama kamu ya, gimana kabar mu tante," ucap nya mengulurkan tangan namun Icha hanya diam saja tidak menjawab.
"Aduh pantas saja ya Zaenal gak suka sama kamu ternyata kamu sombong," ucap Meli menarik lagi tangannya sambil tersenyum sinis.
"Maaf aku permisi ketoilet dulu," ujar Icha menaruh botol minum nya di kursi .
__ADS_1
"Sayang kamu jangan salah faham aku sama wanita ini gak ada hubungan apa-apa," jelasnya, namun Icha sudah pergi tak mendengarkan.
Wanita itu bergelanyut manja kepada Abang membuat Icha mual dan berlari ke kamar mandi.
"Lepasin, loe itu gila atau apa sih, dengar selama ini kita hanya berteman dan ingat gue udah nikah," ucap Abang melepas kasar tangan wanita itu dan menunjukan cincin di jari tangannya.
"Aku tidak percaya dan aku akan merebutmu dari siapa pun karna kau adalah milik ku," ucap wanita itu.
"Dasar gila," ucap Abang, Dia langsung belari mencari Icha ke kamar mandi.
Icha sendiri baru saja keluar dari kamar mandi sambil menggerutu, Dia sangat kesal dengan wanita tadi sampai-sampai Dia tak sengaja menabrak seseorang.
"Ya Tuhan bisa lihat tidak," ucap Icha yang sedang kesal, untung saja Dia tidak terjatuh.
"Ternyata jodoh tidak kemana ya, dimana-mana selalu ada kamu," ucap Alex~ laki-laki yang bertabrakan dengan Icha, Icha hanya melihat sebentar dan langsung menunduk malas sekali menatapnya.
"apalagi ini, aku masih kesal dengan wanita tadi di tambah lagi dengan ini kepalaku sepertinya mau pecah harus meladeni nya," batin Icha.
"Cha tunggu, kamu kenapa sih mana janji kamu katanya mau nemenin aku makan," rengek nya sambil menahan pergelangan tangan Icha.
"Oke tapi lepas dulu tangan kamu," ucap Icha,Dia tidak punya pilihan lain.
"Oke nanti malam aku tunggu di Restoran Ac, jam 8 jangan sampai telat," ucap Alex dan Icha mengangguk, Dia akan menemui Alex bersama suaminya agar tidak ada salah paham itu pikir Icha.
"Sayang kamu di sini?" ucap Abang, membuat Icha kaget.
"Hay loe di sini juga bro," tanya Alex menyapa.
"Alex gue nungguin loe dari tadi kemana aja loe?" ucap Abang memeluk sahabatnya itu, membuat Icha bingung.
"Cha kenalin ini Alex sahabat aku dan Alex ini Icha istri gue," ucap nya membuat Alex geleng-geleng kepala.
"Loe jangan bercanda Bro mana mungkin Dia bini loe, wanita cantik kaya Icha loe tinggal saat liburan kurang ajar amat," candanya.
__ADS_1
"Gue serius, lagian loe kenal dimana istri gue?" tanya Abang heran.
"Waktu di Bali lah, gue gak nyangka Icha benar-benar udah nikah sama cowok brengsek kaya loe," canda nya sambil terkekeh.
"Enak aja gue cowok baik-baik ya dan jangan pernah bermimpi ngerebut Dia dari gue," ucap Abang terkekeh.
Sedangkan Icha kesal dengan candaan mereka, Dia pun pergi tanpa permisi.
"Ngopi yuk, loe sibuk gak?" tanya Alex, mereka tak menyadari kalo Icha sudah tidak ada.
"Nanti sore gimana kalo kita ngumpul ajak yang lain," ucap Abang, biasanya mereka akan nongkrong dan ngopi di salah satu Cafe faporit mereka.
"Oke, gue tadi ketemu Meli, apa loe udah ketemu Dia baru balik dari luar negri gaya nya makin kacau Dia," ujar Alex.
"Pantas saja, tadi Dia langsung meluk gue mungkin di luar negri udah biasa kaya gitu, tapi kalo di sini anehlah apalagi ada bini gie di sana,"
"Eh mana Icha, ko gak ada?" tanya Alex melirik kiri kanan.
"Ya Tuhan karna ke asyikan ngobrol kan gak tau Dia kemana, ya udah nanti Wa aja gue nyusulin Icha dulu," ucap Abang meninggalkan Alex di sana.
"loe beruntung dapet wanita yang luar biasa kaya Icha, kalo bukan sahabat loe gue pasti udah rebut Dia dari loe, semoga saja Loe sama Icha bahagia selalu," batinnya.
Di sisi lain Icha sedang di marahi oleh Meli yang tiba-tiba ada di sana.
"Hey dengar ya, gue tau loe ngejar-ngejar Abang dari dulu kan, ngaca dong loe bukan tife nya Dia, liat nih wanita yang Abang suka tuh kaya gue cantik **** dan juga bisa merawat diri gak kaya loe kampungan dan asal loe tau gue yang nemenin Dia selama kita kuliah, apa yang loe liat tadi gak seberapa kita sering liburan bersama dan loe pikir sendiri lah gimana kalo orang dewasa jalan bersama," ujarnya tersenyum sinis.
"Terserah anda mau bilang apa, itu tidak penting bagi saya, seburuk apapun suami saya di masalalu saya tetap mencintainya," ujar Icha meninggalkan wanita itu.
"Sialan dasar wanita murahan, kampungan cantikan gue kemana-mana lah," teriak Meli, namun Icha tidak mendengarkan Dia masuk ke dalam taxi dan pergi dari sana.
Abang mencari Icha kemana-mana namun tidak ketemu, Dia pun menelpon namun tidak diangkat.
"Kemana sih, harusnya aku yang marah kenapa kamu bisa berduaan sama Alex, bukan malah kamu yang ngambek dan pergi gak tau kemana," gumannya.
__ADS_1