Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Cerry sahabat terbaik


__ADS_3

Cerry menyusul Kaila ke rumasakit saat mendengar kabar kalo sepupu Kaila di rawat di sana.


Tak lupa dia membawakan makanan untuk sahabat nya itu, juga membawa satu keranjang buah.


"Apa yang terjadi?" tanya Cerry heran melihat Naura yang baru saja tertidur.


"Cerita nya panjang," jawab Kaila.


Kaila langsung menceritakan semua nya termasuk tentang Remon.


"Jadi Kak Remon adik ipar nya Kak Naura?" ujar nya dan Kaila pun mengangguk.


"Pantas saja dia kemarin lansung menarik mu ternyata ini alasan nya,"


"Iya emang loe pikir apa Kak Remon narik gue kata gitu," selidik nya.


"Ya siapa tahu loe ada main sama dia," ujar nya menaik turun kan alis nya.


"Ah sial*n loe dasar teman laknut, apa loe cemburu liat gue sama Kak Remon?" ujar nya terkekeh.


Cerry pun memalingkan wajah nya sedikit malu, namun dia tak berani jujur kalo dia menyukai senior nya itu.


"Sudah lah lupakan, gue minta tolong dong sama loe Cerr,"


Cerry pun mengangkat sebelah alis nya."Apaan?" ujar nya.


"Boleh gak sementara gue ajak Kak Naura ke Apartemant loe," ujar nya sedikit merasa bersalah karna lagi-lagi ingin merepot kan sahabat nya itu.


Bukannya Kaila gak mau membawa Naura ke Bandung namun Naura melarang nya, Naura tak ingin semua orang khawatir padanya.


Cerry nampak diam membuat Kaila menghela nafas."Gak boleh ya Cerr?"


"Tentu saja boleh kan gue udah bilang sampai kapan pun loe boleh tinggal di sana dan Kak Naura juga boleh tinggal di sana," jawab nya.


Kaila pun tersenyum dan langsung memeluk erat sahabat nya itu."Makasih Cerry loe sahabat terbaik," ujar nya.


Cerry pun nampak menepuk-nepuk punggung Kaila agar melepaskan nya, sungguh dada nya sesak karna Kaila terlalu erat memeluk nya.

__ADS_1


Kaila pun segera melepas pelukan nya."Sorry gue terlalu senang," jawab nya nyengir sedangkan Cerry nampak tersenyum.


"Loe gak laper bebz? gue sengaja loh beli nasi buat loe," ujar nya memberikan satu kotak nasi dengan ayam bakar.


"Gue udah makan tadi di beliin kak Remon," jawab nya.


"Itu kan tadi, sekarang loe makan lagi udah mau malam juga makan biar loe ada tenaga buat nyelesain masalah," ucap Cerry membuat Kaila tersenyum.


Dia sangat bahagia mempunyai sahabat baik seperti Cerry, selalu ada di saat dia dalam masalah.


"Kenapa loe liatin gue kaya gitu, makan Kai bukan melamun," ucap Cerry menyuapkan makanan nya ke dalam mulut nya.


"Makasih untuk semua nya," ujar Kaila tulus.


Sedangkan Cerry nampak terbahak melihat Kaila yang berkaca-kaca, dia tidak mau melihat sahabat nya itu menangis jadi dia berusaha menghibur nya.


Kaila akhirnya menginap di rumasakit, sedangkan Cerry terpaksa pulang ingin rasanya dia ikut menginap namun Kaila nampak melarang nya.


Kaila pun keluar dari ruang rawat nya untuk mencari sesuatu, rasanya dia tidak bisa tidur jadi dia memilih mencari cemilan dan kopi.


"Kai kamu di sini?" tanya Sean yang juga sedang membeli kopi cup.


"Aku sedang menunggu Ibu ku yang sedang di rawat di sini," jawab nya dan Kaila pun mengangguk.


"Semoga cepat sembuh ya Bang, aku permisi dulu," ujar nya ingin cepat kabur dari sana, takut nya Revan tahu dimana dia berada.


Namun Sean malah menarik tangan Kaila agar duduk di sana."Duduk lah Kai jangan takut aku gak akan beritahu Revan kamu di sini, tenang lah," ucap nya.


Kaila pun mengerutkan kening nya sedikit tak percaya."Jujur kamu sedang apa di sini, siapa yang sakit?" tanya Sean.


Kaila pun menghela nafas, dia belum mengenal Sean namun dia yakin Sean bisa di percaya dan mungkin nanti dia bisa membantu nya.


"Tapi Bang Sean janji jangan kasih tahu Kak Revan kalo ketemu sama aku di sini," ujar nya sendu.


"Baik lah aku janji," ucap nya mengangkat jari kelingking nya agar Kaila percaya.


Dia ingin membuat Kaila senyaman mungkin dan mencari tahu apa yang Kaila inginkan mengenai masalah nya dengan Revan.

__ADS_1


Kaila pun menautkan tangan nya, dia yakin Sean orang nya tepat janji tidak seperti Revan yang manis di mulut namun hati nya busuk.


"Aku sedang menungu sepupu ku dia mengalami KDRT oleh suami nya," ujar nya sendu, dia sangat sedih melihat Naura terbaring lemah.


"Kasihan sekali, lalu apa rencana mu?" tanya Sean entah mengapa dia merasakan sakit di hati nya.


"Iya, aku akan melaporkan suami nya ke polisi luka fisik nya lumayan parah belum termasuk luka batin nya, kalo aku jadi dia aku pasti gak bakalan sanggup," ucap Kaila menahan emosi nya agar tak menangis.


"Oke kalo butuh bantuan kamu tinggal hubungi aku yah, aku akan bantu kamu," ucap nya tulus dan Kaila pun mengangguk.


Setelah berbincang mereka pun berpisah masuk ke ruang rawat masing-masing, Sean hanya melihat dari luar kamar yang Kaila masuki.


.


Keesokan harinya Kaila izin pulang dulu karna harus ke kampus dan Naura di jaga oleh suter saja.


Sebelum itu Kaila melunasi dulu administrasi Naura yang lumayan besar sekitar 20 juta, untung saja dia masih menyimpan Atm yang di berikan Revan.


"Untung saja ini aku bawa, bisa berguna juga akhirnya walau pun aku masih punya tabungan namun ini seperti nya lebih baik aku pake dulu," guman nya.


Dia pun naik taxi ke Apartemant Cerry untuk mandi dan ganti baju, hanya sepuluh menit dia sampai di sana.


Dia segera menaiki lift dan berhenti di lantai 7, dan segera masuk ke dalam unit.


Kemarin Cerry sudah membelikan pakaian untuk nya, untung saja cukup di badan nya.


Setelah siap dia pun segera berangkat kuliah, dia menunggu taxi di depan Apartemant itu.


Revan yang juga baru kelur dari Unit nya tak sengaja melihat istri nya di sekitar Apartemant nya.


"Apa Kaila juga tinggal di salah satu unit di sini yah?" guman nya.


Revan pun berlari ingin menghampiri Kaila namun Kaila sudah masuk ke dalam taxi dan meninggalkan tempat itu.


"Ahh sial telat," ujar nya, segera masuk ke dalam mobil nya ingin mengejar Kaila.


Namun dia ingat perkataan Sean kalo dia harus ke kantor hari ini.

__ADS_1


"Baik lah gue tenang liat loe baik-baik saja, gue bakalan terus cari loe Kai, sekarang gue harus ke kantor dulu," ujar nya menancap gas meninggalkan Apartemant menuju Kantor orang tua nya.


__ADS_2