
Kaila sendiri sudah sampai di kampus hari ini dia berangkat lebih awal karna ingin menyelesaikan tugas kelompok nya.
"Makasih banyak ya Sindy atas bantuannya," ucap Kaila kini mereka ada di perpustakaan mencari materi untuk menyelesaikan tugas kelompok mereka yang harus di kumpulkan besok.
"Santai aja Kai kita sama-sama merantau di sini anggap aja kita saudara," ujar nya tersenyum.
Ya kemarin saat Kaila pergi dari rumah Mama Dini, dia tak sengaja bertemu dengan Sindy teman kampus nya lebih tepat nya teman satu kelas nya dia juga satu kelompok bersama Kaila.
Sindy adalah seorang anak yatim ayah nya sudah lama meninggal dunia sedangkan ibu nya sudah lama menjadi tkw di arab saudi.
~flasback~
Kaila berlari meninggalkan rumah sambil menangis memang suasana hati Kaila sedang tidak baik-baik saja saat itu.
Kaila menyetop taxi dan langsung meninggalkan perumahan itu, untung saja ada taxi yang baru mengantar penumpang jadi dia bisa lebih cepat pergi.
Dia kembali ke apartemant mengambil baju dan juga kebutuhan kuliah nya, dia berniat pergi ke rumah Naura siang itu namun saat berjalan keluar dari unit apartemant dia melihat Sindy yang baru saja mengantarkan laundry.
Kaila pun berteriak memanggil nya, Sindy pun berhenti dan menoleh ke arah Kaila sambil tersenyum.
"Eh elu Kai ngapain di sini?" tanya Sindy heran.
Sindy tidak tahu kalo Kaila tinggal di unit apartemant mewah itu karna penampilan nya yang sederhana.
"Ohh gue tadi habis ketemu Cerry," bohong nya dia sedikit gugup saat mengatakan hal itu.
Sindy pun mengangguk dan kembali ke tempat dimana dia memarkirkan motor nya.
"Loe sendiri habis ngapain?" tanya Kaila heran.
Sindy pun tersenyum."Gue habis nganterin laundry ke langganan gua," jawab nya.
Kini Kaila tahu kaloa Sindy membuka jasa laundry, di balik sikap nya yang pendiam ternyata Sindy pekerja keras.
__ADS_1
"Dimana rumah lu apa jauh dari sini?" tanya Kaila sedikit mempunyai ide.
"Deket dari sini belok kiri rumah gue di belakang gedung itu," ujar nya menunjuk sebuah kantor.
Kaila pun mengangguk paham."Apa gua boleh ikut sama lu," ujar nya dan Sindy pun tersenyum.
"Boleh ayo sekalian kita kerjain tugas di rumah gue," ujar nya naik ke atas motor dan Kaila pun duduk di jok belakang.
Mereka pun meninggalkan tempat itu hanya beberapa menit mereka pun tiba di sebuah perumahanyang lumayan padat.
Rumah dengan dua kamar itu terlihat asri dengan pagar yang menjulang tinggi, di depan rumah ada sebuah kolam ikan kecil dan sedikit taman bunga.
Kaila pun tersenyum melihat nya, mereka langsung masuk setelah Sindy membuka kunci gerbang.
"Ini rumah lo?" tanya Kaila dan Sindy pun mengangguk dia melerakan helm nya diatas motor.
"Ayo masuk harap maklum ya anggap aja rumah sendiri," ucap nya terkekeh.
Kaila pun mengikuti Sindy masuk kedalam rumah di sana terlihat sempit ada dua pintu kamar ruang tamu dan ruang tv menyatu ada juga ruang makan menyatu dengan dapur dan di belakang rumah lumayan sedikit luas ada beberapa mesin cuci dan tempat menjemur.
"Duduk lah gua ambil minum dulu," ujar nya namun Kaila menolak nya.
Dia tidak mau merepotkan Sindy."Gak usah repot-repot Sin gue gak haus kok," ujar duduk di kursi makan.
"Di rumah gue gak kaya di rumah lo yang banyak makanan di sini cuma ada air putih doang," ucap nya terkekeh.
"Sudah lah tak masalah," ucap Kaila, dia heran kenapa di sana tidak ada siapa-siapa kemana orang tua Sindy apa masih bekerja pikir nya.
Mereka pun kembali ke ruang tamu untuk mengerjakan tugas kelompok yang tertunda.
"Gua udah chat Malik sama Rudi mereka katanya udah di jalan," ujarnya dan Kaila pun mengangguk.
Tak lama kemudian Rudi dan Malik pun datang dengan motor masing-masing mereka pun langsung membahas tugas yang Pak Yusuf berikan.
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat Malik dan Rudi pun akhirnya pamit lebih dulu, walau pun tugas nya belum selesai semua.
Kaila sendiri bingung kenapa orang tua Sindy belum juga pulang sedangkan waktu sudah mulai gelap.
"Sin lo tinggal sama siapa di sini?" tanya Kaila penasaran.
Sindy pun tersenyum sambil membawa sebuah poto keluarga.
"Ini poto keluarga gua Kai, ini bokap gua udah lama meninggal dan ini abang gua nama nya Derry dia juga udah lama meninggal sedangkan ini nyokap gua sedang bekerja jadi tkw," jawab nya membuat Kaila merasa bersalah.
"Maafin gua Sin, gua gak tahu kalo lu tinggal sendiri di sini maaf ya gua gak maksud buat lo sedih," ujar nya mengusap pelan tangan Sindy.
Sedangkan Sindy hanya terbahak mendengar perkataan Kaila.
"Apaan sih Kai gua udah terbiasa hidup sendiri kok, dulu gua tinggal di Bandung sama nenek setelah Nenek meninggal gua ikut bokap sama kak Derry tinggal di sini, satu bulan gua tinggal di sini bokap meninggal karna kecelakaan kerja, sedangkan Kak Derry dia meninggal karna kecelakaan motor satu tahun setelah bokap meninggal," ujar nya mengingat masa-masa kelam nya waktu itu dia masih SMP.
Kaila pun bisa melihat kesedihan dari mata Sindy dia pasti hidup dengan berat tanpa ada orang tua dan siapa-siapa di sisi nya.
Kaila pun melirik sebuah poto dua orang siswa SMA yang satu pria dan satu wanita seperti nya mereka pasangan kekasih.
"Itu poto abang lo sama siapa?" tanya Kaila penasaran seperti nya dia pernah melihat wanita itu tapi dimana dia pun lupa.
"Itu kak Derry sama pacar nya kak Bianka, mereka sama-sama meninggal saat kecelakaan itu," ujar nya mengingat 5 tahun silam.
Sindy juga tidak tahu apa yang terjadi yang jelas dia di beri tahu oleh Pa Rt kalo kakak nya kecelakaan dan meninggal di tempat bersama kekasih nya.
Kaila pun ingat wanita itu adalah gadis yang ada di poto album Revan, iya benar dan nama nya pun sama Bianka itu yang dia dengar saat Dito berbicara waktu itu.
"Lo nginep aja di sini Kai ini udah malam," ucap Sindy dan Kaila pun mengangguk.
Mereka bercerita satu sama lain bahkan Sindy juga pernah satu SMP dengan kaila namun cuma satu tahun karna dia langsung pindah ke Jakarta saat nenek nya meninggal.
Kaila pun penasaran dengan cerita Rifky tentang kakak nya Sindy yaitu Derry dia akan bertanya kepada Mico nanti apa yang sebenenarnya terjadi.
__ADS_1
Flasbac of