
Akhirnya yang di nanti pun tiba, walau pun tak di hadiri kedua orang tuanya Mega berusaha untuk ikhlas.
"Ga usah sedih kan ada Bunda yang gantiin Mama kamu di sini, anggap aja Bunda Mama kamu sayang, " Ujar Ibunya Iqbal, keluarga Iqbal datang dari Jogya tadi subuh,termasuk Nadia juga Febri dan Bude Yati.
Mega pun sudah cantik di rias oleh mua,Icha pun ikut di rias meski hanya natural saja,semua pakaian pengantin yang di pakai nya disiapkan oleh Butiknya Fatma Mamanya Mita.
"Makasih Bunda, Saya benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi, " Ucap Mega menunduk,Dia merasa malu karna memnawa Iqbal dalam masalahnya.
"Udah jangan jadi pikiran, semua yang terjadi adalah takdir dari yang kuasa, sekarang kamu senyum jangan nangis lagi ya,Bunda yakin semua akan ada hikamahnya. "
"Iya kaya aku yang selalu tersenyum, " Ujar Icha yang baru saja masuk ke ruang rias Mega,bersama Ibu nya sedangkan Ifa bersama Mita menjaga meja tamu.
"Iss apaan nih langsung nimrung aja, " Ujar febri dan Nadia pun hanya tersenyum,mereka juga ada di sana sejak tadi.
"Mas Febri,kangen ihh ko gak ngasih kabar kalo udah nyampe? " ujar Icha memeluk Mas nya itu dengan sedikit cemberut.
"He he he maaf ya kita kecapean jadi lupa ngasih kabar," Jawabnya seraya melepas pelukan Icha, dan Icha pun beralih memeluk Nadia dan juga Bunda nya Iqbal.
"Gimana kabarnya Bun? udah lama ya gak ketemu, " Ujarnya, dan Bu Yani pun ikut menyalami mereka.
"Alhamdulilah baik, kamu sih sombong jarang main ke rumah, apalagi sekarang jauh, "
"Hehe Bunda mah bisa aja, nanti deh kapan-kapan Icha mampir kalo kesana, "Jawabnya dan Bunda pun mengangguk.
"Mana Bude ko ga keliatan kemana? "
"Di kamar sebelah ,katanya mau mandi dan ganti baju, " Jawab Nadia,mereka menyewa gedung untuk akad dan sekalian resepsi juga beberapa kamar hotel yang dekat untuk menginap.
" Makin cantik aja nih Bibi. " Ujar Febri menggoda Bu Yani, dan Bu Yani pun mencubit pipi Febri ,karna dari dulu Dia selalu seperti itu kalo ketemu.
"Alhamdulilah baik, ayo nginap di rumah Bibi ,gimana udah isi belum? "
"Iya nanti kita mampir,masih belum Bi do'ain aja ya semoga cepat jadi, " Jawabnya mengelus perut Nadia yang masih rata, sedangkan Nadia hanya geleng-geleng kepala.
Mereka pun masuk ke ruangan dimana ijab kabul di mulai di sana Mega hanya tertunduk, sedangkan Iqbal mengucapkan nya dengan lantang.
Ijab kabul pun terdengar, kini mereka sudah sah, Mega pun tak kuasa menahan haru, sungguh dia tidak memyangka, namun apa boleh buat semua adalah takdir.
Mega pun menyalami kedua orang tua Iqbal dan orang tua wanita di gantikan oleh orang tua nya Mita, suasana pun terasa haru.
"Udah jangan sedih, Mas yakin Mama juga akan senang liat kamu bahagia, jangan banyak pikiran pokus sama rumah tangga kamu, nurut sama suami jadi istri yang baik Mas yakin Iqbal sangat mencintai mu, semoga kalian bahagia dan selalu dalam lindunganNya, " Ucap Syam panjang lebar,seraya memeluk adiknya yang sedang menangis menahan haru.
Kini mereka tengah duduk di pelaminan, setelah akad nikah berlangsung,hanya ada kerabat dekat dan keluarga yang datang juga sebagian teman-teman dekat Iqbal yang hadir.
"Makasih Mas, maafin aku selama ini selalu bikin masalah terus hingga Mas yang jadi sasaran Ayah, " Ujar Mega,melepaskan pelukannya sedangkan Iqbal hanya bisa mengusap punggung istrinya itu.
"Udah gak usah nangis nanti cantiknya hilang dek, ayo senyum Mas gak papa ko semua sudah terjadi dan Mas berharap semoga kalian selalu bahagia, "
Mega pun tersenyum kaku seraya mengusap air mata nya dengan tisu,untung saja make up nya tidak luntur,Syam pun turun dan bergantian dengan yang lain.
Kini Icha yang naik ke pelaminan bersama Abang, untuk mengucapkan selamat.
__ADS_1
"Akhirnya kalian sah juga, selamat ya semoga samawa, " Ucap Icha ingin memeluk Iqbal, namun di halangi oleh Abang.
"Abang ih apaan sih cuma peluk doang, dari dulu juga kan udah biasa, "Ujar Icha kesal, sedangkan Mega hanya tersenyum melihat mereka.
"Pokonya jangan peluk-peluk, biar aku wakilin oke, "Ujarnya seraya memeluk Iqbal.
"Alah alesan aja lo, bilang aja lo cemburu sama gue, lagian dari dulu juga Cha kalo liat lo di peluk gue ujung-ujung nya tu bibir Dia manyun, " Ujar Iqbal tergelak seraya melepaskan pelukan sahabat nya itu.
"Ga asik lo bongkar kartu gue, tapi gak papa gue maafin karna sekarang lo udah punya istri jadi gak mungkin godain Icha lagi, " Jawabnya membuat Icha melotot tak percaya sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala.
"Mega sayang, sahabat aku yang paling baik aku do'akan kamu agar selalu bahagia dan sakinah mawadah warohmah, " Ujar nya memeluk sebentar lalu melepasnya.
"Aamiin Cha makasih banyak ya,semoga kalian cepat nyusul, " Jawab Mega terharu karna Icha selalu ada di saat dirinya susah.
"Aamiin " Jawab mereka barengan.
Abang pun menyalami Mega dan segera turun dari pelaminan.
Icha pun menikmati beberapa makanan yang di sediakan,sedangkan Ifa dan Mita sedang asyik berpoto di kursi tamu.
"Cha, maafin aku ya selalu bikin kamu marah, " Ucap Abang yang baru saja duduk di samping nya seraya memegang tangan kiri Icha.
Icha pun menghentikan makan nya dan melirik Abang, Icha pun mengangguk kepalanya karna masih mengunyah makanan, setelah minum Icha mulai bicara.
"Aku juga minta maaf ya, dengan sikap ku yang kekanak-kanakan ini, aku akan berusaha jadi lebih baik lagi," Jawabnya, setelah merenung Icha merasa sangat bersalah karna sudah marah kepada Abang, bukan salah Abang kalo Nur mengejar dan menggoda nya, dan Icha harus tunjukan pada Nur kalo Dia pantas untuk Abang.
"Makasih sayang, aku makin cinta sama kamu. "Ucap Abang menciumi tangan Icha gemas,dan Icha pun tersenyum.
Icha pun bergegas mengambilkan nasi di beserta lauk yang di sediakan di sana.
"Nah ayo makan, " Ucap Icha meletakan piring di meja, dan Dia pun duduk kembali.
"Kamu gak makan yang? " Ucap Abang heran.
"Aku masih kenyang udah makan salad, " Jawabnya menunjuk piring yang sudah kosong.
"Ga usah dietlah kamu kan dah kecil, ayo makan nasi biar cepet besar, "
"Ih siapa juga yang diet, emang udah kenyang aja, nanti deh kalo lapar lagi kita makan, " dan Abang pun mengenggukan kepalanya.
Saat mereka sedang asyik tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan kedua sahabatnya yaitu Dini dan Adam juga Rivak anak mereka.
"Hay sob apa kabar? " Ujar Adam memeluk Abang yang berdiri menyambut mereka,Dini pun memeluk Icha antisias sungguh Dia sangat rindu dengan sahabatnya itu.
"Baik kalian kapan datang? " Ujar Icha melepaskan pelukannya.
"Ayo duduk dulu, kasian anak lo, " Ujar Abang mempersilah mereka duduk.
"Semalem kita datang, dasar si kutu kupret ngasih tau hari sabtu pagi, Dia telpon gue bilang gini Dam besok gue nikah lo hadir ya katanya gitu, gue mana percaya untung Dini tanya sama Icha, kita langsung berkemas lah dan sorenya kita gas kesini, " Ujar Adam.
Mereka pun terlekeh melihat Adam yang ngomel-ngomel.
__ADS_1
"Sini sayang sama ateu, " Ujar Icha memeluk Rival dan mendudukannya di pangkuannya, Rival anak yang baik dan pendiam, Dia hanya diam saja saat di peluk Icha.
"Yang kamu kok udah kenal aja sama ni bocah, sama aku aja gak mau kalo di pamgku padahal udah lama kenal ," Ujar Abang heran.
"Kita udah pernah ketemu, dan itu pun gak sengaja, " Jawabnya.
Dini pun masih ngomel-ngomel "Harusnya kalo nikah tuh ngasih tau nya jauh-jauh hari gitu biar kita ada persiapan ini kado aja kita gak bawa, " Ujar Dini sebal.
"Ha ha bukanya kalian juga dulu gitu, gak usah pake kado mentah nya aja yang banyak, " Ujar Abang terbahak.
"Iss loe itu ya dasar sahabat laknut, kita itu dulu beda lah ceritanya, lain sama Iqbal serang, " Ujar Dini, karna Icha sudah menceritakan semua kemarin saat Dini bertanya kepadanya.
"Udah makan dulu sana, pengantinya juga lagi istrahat tuh kasian dari tadi berdiri terus, " Ucap Icha.
Mereka pun makan dulu sebelum menyalami pengantin baru itu.
Setelah selesai makan Adam dan Dini pun melangkah ke pelaminan menyalami mereka.
"Dam akhrinya loe datang juga, kirain gak bakal hadir, saat gue denger loe ngomel -ngomel kemarin di telpon, "Ujarnya memeluk sahabatnya itu.
"Temen macam apa loe ngasih tau nikah kaya pesen nasi aja, eh cantik juga bini loe kaya nya keturunan bule ya, " bisik Adam .
"Gue bilang Dini nih loe muji bini gue biar kena batunya, " Ujar Iqbal menyeringkai licik,sedangkan Dini sedang asyik berbincang dengan Mega.
"Ah sial dasar rubah loe dari dulu gak pernah berubah, "Ujar Adam menginjak kaki kiri Iqbal.
"Aww.. " Iqbal pun mengaduh kesakitan, namun Adam hanya tersenyum.
"Kenapa? " Ujar Mega Khawatir melihat suaminya memegang kaki nya.
"Ah itu maaf gue gak sengaja injak kaki nya, habis gue kangen banget sama Dia jadi gak keliatan, " Jawab Adam tersenyum, dan Dini pun tertawa karna tau siapa suaminya itu.
"Selamat ya semoga samawa ya, kapan-kapan kita kumpul bareng silaturahmi, " Ujar Dini memeluk Mega.
"Makasih ya kalian sudah datang, " Ujar Mega, sedangkan Iqbal masih menahan kesal Adam sendiri pura-pura tidak melihatnya.
Mereka pun turun setelah mengucapkan selamat, Dini pun hanya geleng-geleng kepala melihat suaminya itu, sedangkan Rival sedang makan di suapi oleh Icha.
"Hebat loe Cha bisa nyuapin tu bocah, kalo sama emak nya harus teriak-teriak dulu baru mau makan, " Ujar Adam bergabung lago bersama mereka.
"Ah kamu bisa aja, Rival anak yang nurut dari tadi diem aja lucu banget boleh di bawa pulang gak?" Icha pun gemas mencubit pipinya yang gemoy itu, Rival yang sudah berumur 5 taun itu sudah sekolah.
"Enak aja bikin, gue aja susah bikin nya iya gak yang, "Ucap Adam dan Dini pun mengangguk.
"Gue penasaran deh dimana sih loe bikin ni bocah? " Ucap Abang penasaran.
"Ya di rumah lah masa di sekolah, lagian itu kecelakaan yang membawa berkah buat kita, " Ucap Adam keceplosan.
"Sayang, " Ujar Dini kesal.
"Maaf bunda, Ayah keceplosan salahin Dia tuh yang mulai, " Ujarnya menunjuk Abang yang sedang terbahak.
__ADS_1
Setelah lama berbincang mereka pun pamit pulang.