Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Haikal bikin kesel


__ADS_3

"Maksud nya apa?" tanya Kaila bingung.


"Mereka cuma mau silaturahmi sebelum Revan kembali ke Paris untuk melanjutkan studi nya."


Calon suami Kaila sedang menuntut ilmu di sana, umur mereka berbeda cukup jauh yakni 5 tahun.


Dia sudah kuliah Di sana selama 2 tahun dan akan lulus 2 tahun lagi.


"Terserah Bunda saja, aku kan gak bisa nolak," ujar nya.


"Ya Tuhan sayang kenapa jadi melou gini sih kamu tenang saja mereka gak akan melamar kamu sebelum lulus sekolah, jadi jangan jadikan ini beban santai okey,"


"Iya bun,"


Kaila pun bergabung dengan Ayah dan jyga saudara-saudara nya yang sedang bermain catur.


"Kenapa muka kamu kok di tekuk gitu?" tanya Ayahnya.


"Gak papa ko," jawabnya tersenyum.


Dia barsandar di bahu Ayah nya sambil terus melihat Al dam Haikal yang sedang bermain catur.


"Manja amat loe," ucap Haikal menggelitik kaki Kaila yang berselonjor dekat tangannya.


"Ahh kakak ihh geli tahu," ujsr nya sambil terus terbahak.


Haikla selalu saja bisa membuat nya kesal namun Dia juga bisa membuat mood Kaila kembali baik.


"Udah jangan bertengkar, nih bunda bawa puding kesukaan kalian," ucap Icha menyimpan nampan di atas meja dekat tv.


Mereka pun makan dengan lahap, sambil terus bercanda.


***


Keesokan harinya Kaila bangun lebih awal, tak tahu kenapa Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Sayang tumben kamu udah siap?" tanya Icha melihat anak nya sudah duduk di kursi makan menyeruput susu hangat nya.


"Bun aku bawa motor sediri yah, gak enak rasa nya harus bareng terus kak Haikal," ujar nya.


"Ya sudah kalo mau nya gitu tapi hati-hati jangan ngebut,"


"Iya bun," jawab nya. Kaila pun bersorak dalam hati nya karna Dia sangat malas bareng dengan kakak sepupu nya itu yang selalu membuat nya kesal.


"Ayah mana bun?"


"Masih di kamar mungkin sedang bersiap,nah ini bekal kamu dan ini buat Haikal," ujar Icha memberikan 2 kotak bekal.


"Buat Al mana kok gak di siapin?" tanya Kaila heran.

__ADS_1


"Ini Dia gak mau nasi katanya Dia mau bekal roti saja," ujar nya.Kaila pun menganggukan kepala nya sambil terus mengunyah sarapan nya.


"Tumben anak Ayah sudah siap,kesambet apa nih?" goda Ayahnya.


"Ihhh Ayah apaan sih, harus nya seneng kalo aku bisa bangun lebih pagi,"


"Iya lumayan sedikit perubahan semoga makin rajin ya anak ayah,"


Setelah sarapan mereka pun pamit kepada orang tua Kaila.


"Kai loe gak ikut bareng gue?" tanya Haikal.


"Gak ahh gue males bareng loe, mending gue bawa motor sendiri lebih enak," ujar nya menaiki motor nya meninggalkan Haikal.


Kaila pun memarkir kan motor nya di tempat parkir siswa.


Namun saat Dia sedang berjalan tak sengaja menabrak siswa lain.


"Ehh maaf," ucap nya menunduk.


"Loe...,"


"Maaf gue buru-buru, sekali lagi gue minta maaf Kak," ujar nya berlari meninggalkan siswa tersebut yang nampak tersenyum-senyum sendiri.


"Ngapain loe kesambet, senyam-senyum gak jelas," ujar Haikal yang baru saja datang dan memarkirkan motor nya yang tak jauh dari sana.


Dia adalah Surya teman sekelas Haikal, mereka anggota osis, kemarin Dia tidak masuk karna sakit.


"Kenapa sih loe sebenarnya?" ujar Haikal merangkul sahabat nya itu.


"Gue barusan liat bidadari lewat, gila cekap banget," ujar nya.


"Masa sih, ada bidadari sekolah di sini?"


"Ya bisa lah, nanti gue tunjukin ke elo kalo ketemu lagi, kayanya Dia kelas 10 deh," ujar nya.


"Oke, ayo kita keliling siapa tahu ada yang telat," ucap Haikal mencari murid yang terlambat masuk.


Sedangkan Kaila sudah ada di dalam kelas dan belajar seperti biasa.


Bel istirahat pun berbunyi para siswa lain berhamburan keluar kelas sedangkan Kail masih membereskan buku nya.


"Kai kita ke kantin yuk," ajak Desi dan Satria.


"Kalian aja gue bawa bekal ko, gue juga harus nunggu kak Haikal katanya mau ngambil bekal nya kesini,"


"Ya sudah kita duluan ya, aya Sat." ajak Desi menarik tangan sahabatnya itu.


Kaila pun menyiap kan kotak bekal yang akam di serahkan nya kepada Haikal.

__ADS_1


Saat sedang asyik bermain ponsel tiba-tiba Haikal menyuruh nya ke rooftop sekolah.


"Ahh nyusahin aja emang kenapa gak ambil aja ke sini sih?" Kaila pun membawa bekal nya sekalian agar bisa cepat menghabiskan bekal nya sebelum istirahat selesai.


Dia pun berlari keluar kelas menuju tempat yang Haikal maksud.


"Kakak..," teriak nya saat sampai di rooftop.


Haikal pun berjalan mendekati nya,sambil memasukan tangan nya kedalam saku celana, ternyata Haikal tidak sendiri Dia sedang bersama temannya di sana.


"Cie perhatian banget pacar loe Kal," ujar Dion.


Haikal pun hanya mendehem Dia langsung duduk di kursi, Dia segera membuka kotak bekal nya.


"Ayo duduk jangan malah bengong aja,"


"Iya ini juga mau duduk," Kaila pun duduk di sebelah Haikal. sedangkan Daniel dan Dion sedang merokok bersandar di pagar tak jauh dari sana.


"Kenapa loe liatin gue kaya gitu?" tanya Haikal heran.


"Kakak ikutan ngerokok juga?" tanya Kania memencingkan matanya.


"Loe anak kecil tahu apa sih?" ujar Haikal sambil menyentil dahi Kaila.


"Aduh sakit tahu," ujar nya sambil mengerucutkan bibir nya.


Bagi Daniel dan Dion mereka nampak romantis terlihat dari jauh apalagi Haikal. sangat perhatian kepada kaila, namun kenyataan nya berbeda.


"So sweet juga si Haikal gue kira Dia gak suka sama cewek," bisik Daniel.


"Iya gue juga berpikir begitu," jawabnya sambil terus memperhatikan mereka.


Sedangkan Kaila nampak kesal dengan Kakak nya itu.


"Gue aduin tante Irma loh loe ngerokok di sekolah," ujar Kaila melipat tangan nya di dada.


"Jangan fitnah loe gue gak ngerokok ya, lagian kenapa sih loe itu kepo banget sama hidup gue," ucap nya heran.


"Udah ahh gue pergi aja, gak nyaman debat terus sama kak Haikal, untung bekal gue udah habis kalo belum pasti gue hilang nafsu makan," ujar nya berdiri.


"Aneh banget loe yang mulai loe yang sewot dah sana pergi nih sekalian bawa bekas gue," ujar nya memberikan kotak bekal kepada Kaila dan merebut botol minum bekas nya yang tinggal setengah.


Dia langsung meminum nya sampai habis dan melemparkan bekas nya ke tempat sampah.


"Loe bener-bener ya itu kan bekas gue jorok amat loe,"


"Habis nya loe bawain gue bekal tapi gak sama minum nya, jadi ya terpaksa gue minum punya loe," ujar nya tersenyum manis.


"Tau ah sebel gue sama loe," Kaila pun segera pergi dari sana meninggalkan Haikal.

__ADS_1


__ADS_2