
Dini dan keluarga nya sudah sampai di rumah kakak ipar nya mereka menginap di sana dan besok siang mereka akan kembali. ke jakarta.
Rumah Mas Arif atau kakak nya Adam sama di daerah Bandung namun lumyan jauh dari rumah Icha,butuh setengah jam jika ke sana.
Setelah di sambut oleh keluarga itu, Revan dan kedua orang tuannya bisa istirahat di sana.
"Kami senang kalian sampai dengan selamat, Mas Arif baru aja berangkat ke mesjid bersama Andra." ucap Rindi menyambut hangat mereka.
Karna waktu sampai ke sana adzan magrib berkumandang otomatis Arif sudah berangkat ke mesjid.
Arif juga memiliki satu orang putra dan satu orang putri.Adam tidak bilang kalo mereka mampir ke rumah Icha terlebih dulu.
"Iya Teh Alhamdulilah," jawab Adam bersalaman dengan Kakak ipar nya itu.
Di susul Dini memeluk Rindi sebentar setelah itu Revan ikut bersalaman.
"Ayo duduk, aku ambilkan minum dulu ya kalian pasti haus," ujar nya.
Rindi pun ke dapur menghampiri Art nya menyiapkan minuman untuk mereka.
"Ayo di minum dulu ya tapi maaf aku tinggal sholat bentar ya, ini kamar mu Dam dan sebelah nya kamar Revan," ujar Rindi menunjukan tempat istirahat untuk mereka.
Adam pun masuk ke dalam kamar di susul Dini di belakang nya, Revan pun masuk kamar yang di siapkan tante nya.
Dia segera mandi dan segara sholat, setelah itu Dia duduk di kasur mengotak-atik ponsel nya melihat-lihat status orang di WhasApp nya.
"Sejak kapan ada no ni bocal di ponsel gue?" gumannya bingung.
Dia pun mengingat Mama nya tadi meminjam ponsel nya ternyata ingin memasukan no ponsel Kaila.
"Ahh terlalu keren nama nya buat bocil kaya Dia," ujar nya berniat mengganti nama itu dari ponsel nya.
Namun tak tahu kenapa Dia juga menyukai nama tersebut.Dia pun lantas tak jadi mengganti nya dan malah melihat-lihat status Kaila yang nampak berfoto mesra dengan Satria.
"Sial kenapa gue kesal liat kemesraan mereka, harus nya gue gak peduli," gumannya.
Pintu kamar pun di ketuk dari luar, Revan pun segara membuka nya ternyata Art yang memanggil nya.
"Maaf Mas di panggil sama Ibu, suruh langsung ke ruang makan," ujar nya.
"Iya Bi makasih," jawab nya tersenyum ramah.
__ADS_1
Revan pun segera menyusul orang tuanya yang sudah duluan ke ruang makan.
Di sana nampak rame dengan kehadiran Om nya yang sudah pulang dari mesjid.
"Nah tuh Revan Kak," jawabnya.
"Wahh keponakan om udah dewasa sekarang makin ganteng aja kamu," ucap Arif langsung memeluk Revan sebentar dan melapasnya.
"Apa kabar om?" tanya Revan sambil mencium tangan nya.
"Baik, kamu kapan balik dari sana?"
"Kemarin Om," jawab nya.
Setelah itu Revan pun memeluk Andra sepupu nya yang berbeda 4 tahun di bawah nya. Selain Andra da juga Arin adik nya yang baru saja kelas 1 SMP.
"Gimana kabar loe Dra?" tanya Revan.
"Baik, loe sendiri makin maco nih badan gak sekurus dulu,"ucap Andra sambil tertawa.
"Ahh bisa aja loe," jawab nya terbahak.
"Hey udah ayo kita makan malam dulu nanti lanjut lagi ngobrol nya," ucap Rindi sudah menata banyak makanan di atas meja.
Terhitung hanya satu kali semenjak orang tua Adam tiada, Adam sudah jarang berkunjung ke rumah kakak satu-satu nya itu.
Setelah selesai makan mereka berbincang hangat di ruang keluarga, nampak Adam mencaritakan soal bisnis nya begitu pula Arif yang suksek mengembangkan toko bangunan peninggalan orang tua mereka.
Sedangkan Dini dan Rindi juga sibuk mengobrol, Arin sudah pamit ke kamar duluan.
Revan pun berbincang di dekat kolam bersama Andra sambil melihat bintang yang nampak bersinar terang malam ini.
"Gimana kuliah loe?" tanya Andra sambil meletakan 2 buah minuman kaleng di meja.
"Ya begitulah, sebenarnya gue gak betah cuma demi ortu gue berusaha sabar tinggal 2 tahun lagi gue lulus," ujar nya.
"Syukurlah kalo gitu, gimana sama perjodohan konyol loe?" Andra sudah tahu dari dulu kalo sepupu nya itu di jodoh kan dari kecil.
"Ya begitu lah, gue gak tahu kaya nya gue yakin deh harus nolak,"
"Kalo loe gak mau biar gue yang gantiian," canda Andra terkekeh.
__ADS_1
Revan pun menoleh tak tahu kenapa di hati nya merasa tak rela melepaskan bocah kecil yang baru beberapa jam yang lalu di yang lalu.
"Aduh biasa aja dong liat nya bikin merinding," ucap nya semakin terbahak.
"Ah sialan loe, gimana sama gadis yang loe suka udah jadian?"
Dulu saat Revan ke sana sekitar 3 tahun yang lalu Andra sempat cerita kalo Dia menyukai adik kelas nya.
"Gak Dia kaya nya gak suka deh sama gue, selama kami satu sekolah Dia selalu di jagain sama sepupu-sepupu nya biar gak deket sama cowok mana pun," ucap nya sendu.
"Loe tinggal cari cewek lain lagi banyak kan yang cantik di sekolah loe, lagian nama nya juga cinta monyet," ujar Revan.
Namun sampai saat ini Andra masih mencintai adik kelas nya itu walau pun sering berbuat keributan di sekolah namun Dia sangat semangat ingin menjadi pacarnya.
"Iya tapi kalo gue di kasih kesempatan ketemu lagi gue gak bakalan sia-sia in kesempatan itu," jawab nya.
Lama berbincang akhirnya Andra mulai mengantuk namun Revan masih setia duduk di sana.
"Ayo istirahat gue dah mulai ngantuk nih, besok juga gue harus sekolah," ajak Andra, Dia melihat sudah jam 10 malam di ponsel nya.
"Loe aja duluan gue masih belum ngantuk," jawab nya.
"Ya udah gue tinggal ya, loe jangan lama-lama di sini makin malem makin terasa dingin," ujar nya.Revan pun hanya menganggukan kepalanya.
"Revan kamu kok belum tidur?" tanya Mama nya, melihat Revan duduk di sana sendirian
"Aku belum ngantuk Ma, mama sendiri kenapa belum tidur?"
"Mama mau ambil minum ke dapur gak sengaja berpapasan sama Andra, dia bilang kamu di sini," ujar nya.
"Kamu kenapa apa ada masalah, cerita sama Mama,"
"Ma apa gak bisa ya kita lupain tentang perjodohan itu dan kalo bisa kita batalin," ucap Revan.
"Memang kenapa, kamu gak suka sama Kaila? menurut mama Dia gadis yang baik Mama sangat tahu tante Icha pasti mendidik nya dengan baik kamu bakal berterimakasih sama Mama suatu saat nanti,"
"Tapi Ma... "
"Udah mendingan kamu tidur, istirahat sudah malam jangan terlalu di pikirkan kamu fokus sama kuliah kamu lagian Kiala juga masih kecil, rencana nya Mama akan melamar Dia setelah lulus SMA dan kamu sudah lulus kuliah kamu,"
Revan pun hanya Diam saja percuma dia menolah karna Mamanya tidak pernah mau mendengarkan nya.
__ADS_1
Namun Dia juga bernafas lega mungkin dengan waktu dua tahun kedepan Mamanya bisa berubah.